Wakil Presiden Jusuf Kalla terkejut. Di kediamannya ada ular dari Papua. Tapi
jangan salah, ular Papua yang dimaksud hanyalah permainan tradisional yang biasa dimainkan
anak-anak.
Anak-anak Indonesia yang tergabung dalam teater Tanah Airku memperagakan permainan
tersebut sebelum mengikuti festival internasional di Jerman pada 14-22 Juli 2006. Wapres
terkejut mengetahui ada anak-anak Indonesia yang mengikuti teater di luar negeri.
Dalam aksinya di hadapan orang nomor dua di Indonesia tersebut, anak-anak itu
menampilkan lakon Wow, yang merupakan cerita dari Papua. Dengan mengenai pakaian
yang sewarna kulit dan bertotol-totol putih khas Papua, anak-anak bermain ular-ularan
selama 15 menit.
Lakon Wow bisa dikatakan gabungan beberapa permainan tradisional dari berbagai
daerah di pelosok Indonesia
Secara keseluruhan lakon Wow, yang naskahnya ditulis Putu Wijaya, berkisah
tentang keceriaan anak-anak saat bermain.
Saking asyiknya bermain mereka lupa waktu. Mereka tidak menyadari ada makhluk yang
memakan sang bulan hingga hari menjadi gelap gulita.
Namun akhirnya ada pahlawan yang mengembalikan bulan sehingga langit kembali terang.
Pesan moral yang ingin disampaikan dalam permainan ini adalah nilai kejujuran,
kegembiraan, persahabatan antar suku bangsa dan penghargaan terhadap waktu. dtc