Sidoarjo, BPost
Untuk kedua kalinya, tanggul di Dukuh Wangkal Desa Renokenongo Kecamatan Porong
Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yang membendung lautan lumpur dari sumur gas Lapindo
Brantas Inc, Sabtu (8/7) dinihari, jebol lagi. Ini merupakan kejadian kedua setelah dua
pekan lalu.
Akibatnya, 88 kepala keluarga atau 389 jiwa warga RT 17/RW 4 sejak pukul 03.00 WIB
dievakuasi ke lokasi pengungsian Pasar Baru Porong (PBP). Sekitar pukul 13.00 semua
pengungsi masuk bilik pengungsian.
Petugas Satlak Penanggulangan Bencana Luapan Lumpur (PBLL), Sabino Mariano, di lokasi
pengungsian, mengemukakan jumlah warga yang dievakuasi kemungkinan bertambah karena luapan
lumpur meluas. Lumpur bahkan sudah merambah RT 16/RW 4 Dukuh Wangkal.
Ketua RT 17 Hudiyanto, di tempat pengungsian, mengemukakan lumpur bercampur air
menggenangi wilayahnya setinggi 0,5 meter.
Evakuasi dilakukan dengan menggunakan lima unit truk. "Kini empat KK warga kami
menempai satu bilik pengungsian," ujarnya.
Umi Kulsum, warga RT 17, yang turut dievakuasi, menceritakan begitu tanggul jebol
petugas Satlak datang dan segera membawa mereka. Umi bahkan tidak sempat membawa barang
berharga.
Chief Executive Officer (CEO) PT Lapindo Brantas Inc Nirwan Bakrie, yang juga saudara
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, berjanji memberikan ganti rugi
kepada warga yang terkenal lumpur panas.
Sementara itu Polda Jawa Timur memeriksa enam tersangka lumpur panas mulai Senin.
Mereka adalah pimpinan PT Medici Citra Nusa, kontraktor Lapindo, yakni Rahenold, Slamet
Riyanto, Subie dan Slamet. Sedangkan 2 tersangka dari Lapindo adalah Willem Hunila dan
Eddy Sutiyono.*