:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
MAIN PAGE
Berita Utama
FEMALE
Nusantara
B O R N E O
Trans Kalimantan
Banjarmasin Plus

Persona
Olahraga
Ragam
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Sunday, 09 July 2006 02:26


Disdik Kacaukan PSB

Banjarmasin, BPost
Para calon siswa yang namanya tercantum dalam daftar (diterima) di satu SMP negeri, jangan gembira dulu. Pasalnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin akan merevisi ulang data penerimaan siswa baru (PSB) di semua SMP negeri.

Langkah me-review data itu akibat kekacauan sistem online PSB SMP yang baru tahun ini diperkenalkan.

Akibatnya hasil PSB SMP negeri yang sedianya diumumkan Sabtu (8/7) kembali ditunda. Ini adalah penundaan kali kedua setelah Jumat lalu.

"Saya pribadi kecewa terhadap hasil dari pelaksanaan PSB tahun ini," aku Kadisdik Kota Banjarmasin Iskandar Zulkarnaen di depan ratusan orangtua yang memprotes kekacauan sistem online PSB SMP negeri.

Para orangtua itu menyerbu kantor Disdik Kota Banjarmasin karena putra putri mereka, yang memiliki nilai di atas rata-rata, tidak diterima di salah satu dari lima SMP negeri yang menjadi pilihan. Sementara tidak sedikit calon siswa yang nilainya lebih rendah, namanya masuk dalam daftar SMP negeri pada pilihan pertama.

"Nilai putra saya 29, tapi kok namanya tidak tercantum. Padahal, itu pilihan pertama. Sedangkan, ada yang nilainya 28 namanya masuk. Ini kan nggak bener," kata seorang ibu kepada BPost.

Warga Jalan Belitung Darat, Banjarmasin Barat, ini kecewa nama putrinya tidak tercantum dalam pengumuman di sebuah SMP negeri di jalan Mulawarman.

"Nanti, sistemnya akan diubah dan dikembalikan ke sistem semula. Jika pilihan satu gugur, bisa masuk ke pilihan kedua dan seterusnya," kata Iskandar menjawab protes para orangtua.

Sayangnya, dia tak bisa menjanjikan kapan hasil PSB SMP negeri diumumkan. Menurut rencana pengumuman PSB SMP dilaksanakan Senin (10/7).

Iskandar hanya bisa mengatakan, "Saya selaku kepala Disdik Kota Banjarmasin meminta maaf kepada para orangtua siswa atas kekacauan pelaksanaan PSB SMP. Jika nanti tetap masih kacau, saya atas nama pribadi dan kedinasan siap mengundurkan diri karena telah membohongi masyarakat".

Data Rancu

Informasi dari salah satu penitia PSB SMP, kekacauan data pada sistem online disebabkan tidak validnya data yang masuk ke server database PSB SMP Disdik Banjarmasin. Akibatnya, operator harus memasukkan data kembali. "Data yang masuk banyak tidak valid. Kadang namanya ada yang kembar. Bahkan, ada nomor formulir yang sama," ungkap seorang panitia yang minta tidak disebutkan namanya.

Mengapa itu bisa terjadi, dia memperkirakan karena minimnya pemahaman para operator terhadap sistem online. "Entah karena human erorr atau apa, sehingga banyak data yang tidak valid. Banyak yang sama," bebernya.

Sebenarnya untuk jaringan online PSB SMP tidak terlalu bermasalah. Yang menjadi masalah, menurutnya, data banyak yang tidak valid sehingga menimbulkan kerancuan. Bahkan ada dua sekolah yang nomor formulirnya sama. "Padahal setahu kita nomor setiap formulir yang diberikan disdik berbeda," bebernya.

Emosional

Penundaan pengumuman hasil PSB SMP, kemarin, sempat membuat sejumlah orangtua calon siswa emosional. Apalagi, diketahui sistem online PSB SMP telah merugikan mereka.

Sedianya, pengumuman hasil PSB SMP sudah terpampang di kantor Disdik pada Sabtu pagi. Ratusan orangtua langsung menyerbu kantor Disdik di Jalan Piere Tendean.

Namun mereka mendapat penjelasan bahwa pengumuman baru akan ditempel pukul 14.00 Wita. Para orangtua ditemani putra-putri mereka pun pulang.

Tepat pukul 14.15, pintu kantor Disdik Kota Banjarmasin dibuka petugas. Ratusan orangtua murid menyerbu masuk ke lobi kantor. Mereka menanyakan pengumuman hasil PSB, namun tidak ada penjelasan apapun dari staf kantor Disdik.

Sebagian dari mereka terbakar emosi. Ada yang berteriak-teriak sambil mengeluarkan kata-kata makian dan berbagai macam kalimat kekesalan lainnya. Suasana bertambah panas karena pihak Disdik tak juga memberikan kepastian pengumuman PSB SMP.

Satu-satunya pejabat disdik yang ada saat itu adalah Nor Ipansyah. Tak ayal, para orangtua siswa menumpahkan kekesalannya kepada pria yang baru saja menjabat sebagai Kasubdin Dikmen Disdik Kota itu.

Ipansyah menenangkan orangtua siswa dengan mengatakan bahwa pengumuman akhir PSB sedang dalam proses pencetakan. Dijelaskan dia, untuk pencetakan pertama yang diutamakan pengumuman yang ditempel ke masing-masing sekolah.

"Kami harapkan agar orangtua siswa bersabar, karena saat ini pengumuman sedang dicetak dan langsung akan dibagikan kepada para kepala sekolah selanjutnya ditempal di sekolah masing-masing. Sedangkan kantor Disdik akan ditempel terakhir," ungkapnya.

Ipansyah lantas menghubungi panitia PSB yang berkumpul di SMKN2 Banjarmasin, menanyakan perkembangan terakhir proses pencetakan. Dari informasi pihak SMKN2 telah dipasang di beberapa sekolah. Dia meminta para orangtua siswa bila ingin cepat mengetahui hasil PSB, bisa datang melihat langsung ke sekolah bersangkutan yang menjadi pilihan.

Suasana tenang tetapi tidak berlangsung lama. Beberapa orangtua siswa yang melihat langsung pengumuman di sekolah mengungkapkan bahwa semua yang tercantum dalam daftar yang diterima adalah pendaftar dari pilihan pertama. Sedangkan untuk pilihan kedua hingga pilihan kelima tidak tercantum sama sekali.

Suasana pun kembali memanas. Apalagi ada yang mengatakan nilai terendah dari sekolah yang telah diumumkan ternyata lebih rendah dari nilai anak mereka yang juga memang mendaftar di sekolah itu juga dengan pilihan pertama.

Ipansyah pun menghubungi panitia PSB dan Kadisdik Kota Banjarmasin. Iskandar Zulkarnaen tiba beberapa saat kemudian dan langsung mengumumkan di depan para orangtua bahwa pengumuman dibatalkan.

Pembatalan itu langsung disambut teriakan setuju para orangtua siswa.

Sekadar pengingat, jumlah lulusan SD di Banjarmasin mencapai 9.825 orang, sedangkan dari SMP negei dan swasta yang ada hanya mampu menerima 8.880 siswa. Sekitar 945 siswa dipastikan tidak tertampung.

Khusus SMP negeri hanya mampu menampung 6.580 siswa, sedangkan kursi yang disediakan 25 SMP swasta hanya 2.300 siswa.ck6/coi/ais/mdn

Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Disdik Kacaukan PSB

Orangtua Bisa Menuntut


PHK Picu Serangan Jantung


SENATOR AS RASA INDONESIA (2-HABIS)
Bocah Negro Gemuk Itu Rajin Ke Mushala


Megaduel All-Star!


EQ Pemimpin Kita Rendah


Kejagung Bentuk Pasukan Khusus


DERITA ORTU SEKOLAHKAN ANAK
Nggak Enak Makan Dan Tidur


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123