Banjarmasin, BPost
Para calon siswa yang namanya tercantum dalam daftar (diterima) di satu SMP negeri,
jangan gembira dulu. Pasalnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin akan merevisi
ulang data penerimaan siswa baru (PSB) di semua SMP negeri.
Langkah me-review data itu akibat kekacauan sistem online PSB SMP yang
baru tahun ini diperkenalkan.
Akibatnya hasil PSB SMP negeri yang sedianya diumumkan Sabtu (8/7) kembali ditunda. Ini
adalah penundaan kali kedua setelah Jumat lalu.
"Saya pribadi kecewa terhadap hasil dari pelaksanaan PSB tahun ini," aku
Kadisdik Kota Banjarmasin Iskandar Zulkarnaen di depan ratusan orangtua yang memprotes
kekacauan sistem online PSB SMP negeri.
Para orangtua itu menyerbu kantor Disdik Kota Banjarmasin karena putra putri mereka,
yang memiliki nilai di atas rata-rata, tidak diterima di salah satu dari lima SMP negeri
yang menjadi pilihan. Sementara tidak sedikit calon siswa yang nilainya lebih rendah,
namanya masuk dalam daftar SMP negeri pada pilihan pertama.
"Nilai putra saya 29, tapi kok namanya tidak tercantum. Padahal, itu
pilihan pertama. Sedangkan, ada yang nilainya 28 namanya masuk. Ini kan nggak bener,"
kata seorang ibu kepada BPost.
Warga Jalan Belitung Darat, Banjarmasin Barat, ini kecewa nama putrinya tidak tercantum
dalam pengumuman di sebuah SMP negeri di jalan Mulawarman.
"Nanti, sistemnya akan diubah dan dikembalikan ke sistem semula. Jika pilihan satu
gugur, bisa masuk ke pilihan kedua dan seterusnya," kata Iskandar menjawab protes
para orangtua.
Sayangnya, dia tak bisa menjanjikan kapan hasil PSB SMP negeri diumumkan. Menurut
rencana pengumuman PSB SMP dilaksanakan Senin (10/7).
Iskandar hanya bisa mengatakan, "Saya selaku kepala Disdik Kota Banjarmasin
meminta maaf kepada para orangtua siswa atas kekacauan pelaksanaan PSB SMP. Jika nanti
tetap masih kacau, saya atas nama pribadi dan kedinasan siap mengundurkan diri karena
telah membohongi masyarakat".
Data Rancu
Informasi dari salah satu penitia PSB SMP, kekacauan data pada sistem online
disebabkan tidak validnya data yang masuk ke server database PSB SMP Disdik Banjarmasin.
Akibatnya, operator harus memasukkan data kembali. "Data yang masuk banyak tidak
valid. Kadang namanya ada yang kembar. Bahkan, ada nomor formulir yang sama," ungkap
seorang panitia yang minta tidak disebutkan namanya.
Mengapa itu bisa terjadi, dia memperkirakan karena minimnya pemahaman para operator
terhadap sistem online. "Entah karena human erorr atau apa, sehingga
banyak data yang tidak valid. Banyak yang sama," bebernya.
Sebenarnya untuk jaringan online PSB SMP tidak terlalu bermasalah. Yang menjadi
masalah, menurutnya, data banyak yang tidak valid sehingga menimbulkan kerancuan. Bahkan
ada dua sekolah yang nomor formulirnya sama. "Padahal setahu kita nomor setiap
formulir yang diberikan disdik berbeda," bebernya.
Emosional
Penundaan pengumuman hasil PSB SMP, kemarin, sempat membuat sejumlah orangtua calon
siswa emosional. Apalagi, diketahui sistem online PSB SMP telah merugikan mereka.
Sedianya, pengumuman hasil PSB SMP sudah terpampang di kantor Disdik pada Sabtu pagi.
Ratusan orangtua langsung menyerbu kantor Disdik di Jalan Piere Tendean.
Namun mereka mendapat penjelasan bahwa pengumuman baru akan ditempel pukul 14.00 Wita.
Para orangtua ditemani putra-putri mereka pun pulang.
Tepat pukul 14.15, pintu kantor Disdik Kota Banjarmasin dibuka petugas. Ratusan
orangtua murid menyerbu masuk ke lobi kantor. Mereka menanyakan pengumuman hasil PSB,
namun tidak ada penjelasan apapun dari staf kantor Disdik.
Sebagian dari mereka terbakar emosi. Ada yang berteriak-teriak sambil mengeluarkan
kata-kata makian dan berbagai macam kalimat kekesalan lainnya. Suasana bertambah panas
karena pihak Disdik tak juga memberikan kepastian pengumuman PSB SMP.
Satu-satunya pejabat disdik yang ada saat itu adalah Nor Ipansyah. Tak ayal, para
orangtua siswa menumpahkan kekesalannya kepada pria yang baru saja menjabat sebagai
Kasubdin Dikmen Disdik Kota itu.
Ipansyah menenangkan orangtua siswa dengan mengatakan bahwa pengumuman akhir PSB sedang
dalam proses pencetakan. Dijelaskan dia, untuk pencetakan pertama yang diutamakan
pengumuman yang ditempel ke masing-masing sekolah.
"Kami harapkan agar orangtua siswa bersabar, karena saat ini pengumuman sedang
dicetak dan langsung akan dibagikan kepada para kepala sekolah selanjutnya ditempal di
sekolah masing-masing. Sedangkan kantor Disdik akan ditempel terakhir," ungkapnya.
Ipansyah lantas menghubungi panitia PSB yang berkumpul di SMKN2 Banjarmasin, menanyakan
perkembangan terakhir proses pencetakan. Dari informasi pihak SMKN2 telah dipasang di
beberapa sekolah. Dia meminta para orangtua siswa bila ingin cepat mengetahui hasil PSB,
bisa datang melihat langsung ke sekolah bersangkutan yang menjadi pilihan.
Suasana tenang tetapi tidak berlangsung lama. Beberapa orangtua siswa yang melihat
langsung pengumuman di sekolah mengungkapkan bahwa semua yang tercantum dalam daftar yang
diterima adalah pendaftar dari pilihan pertama. Sedangkan untuk pilihan kedua hingga
pilihan kelima tidak tercantum sama sekali.
Suasana pun kembali memanas. Apalagi ada yang mengatakan nilai terendah dari sekolah
yang telah diumumkan ternyata lebih rendah dari nilai anak mereka yang juga memang
mendaftar di sekolah itu juga dengan pilihan pertama.
Ipansyah pun menghubungi panitia PSB dan Kadisdik Kota Banjarmasin. Iskandar Zulkarnaen
tiba beberapa saat kemudian dan langsung mengumumkan di depan para orangtua bahwa
pengumuman dibatalkan.
Pembatalan itu langsung disambut teriakan setuju para orangtua siswa.
Sekadar pengingat, jumlah lulusan SD di Banjarmasin mencapai 9.825 orang, sedangkan
dari SMP negei dan swasta yang ada hanya mampu menerima 8.880 siswa. Sekitar 945 siswa
dipastikan tidak tertampung.
Khusus SMP negeri hanya mampu menampung 6.580 siswa, sedangkan kursi yang disediakan 25
SMP swasta hanya 2.300 siswa.ck6/coi/ais/mdn