:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
MAIN PAGE
Berita Utama
FEMALE
Nusantara
B O R N E O
Trans Kalimantan
Banjarmasin Plus

Persona
Olahraga
Ragam
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Sunday, 09 July 2006 02:27


PHK Picu Serangan Jantung

SIAPA pun pasti tak ingin dipecat (PHK) dari pekerjaannya. Dari kacamata ekonomi, pemecatan jelas berpengaruh pada pendapatan. Tak hanya itu, pemecatan juga akan melekatkan citra buruk, karena sanksi keras itu seringkali berawal dari perilaku negatif.

Lebih mengkhawatirkan lagi, dari sisi kesehatan, pemecatan dapat memicu serangan jantung terlebih bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun.

Bahkan dari suatu penelitian yang dilakukan terhadap 4.301 orang berusia 51 hingga 61 tahun, jumlah kejadian serangan jantung pada mereka yang kehilangan pekerjaan lebih dari dua kali lipat dibanding mereka yang masih bekerja.

"Bagi banyak orang, kehilangan karir di dunia kerja yang sudah lama digeluti merupakan suatu pengalaman yang luar biasa menekan sehingga memicu berbagai potensi yang tidak diinginkan, terutama gangguan kardiovaskular dan serebrovaskular atau serangan jantung dan stroke," tulis tim peneliti yang dipimpin William Gallo dalam jurnal Occupational and Environmental Medicine edisi 2006.

Di Indonesia, penyakit jantung masih menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian.

Dulu penyakit ini sering diderita oleh orang yang berusia 60 tahun ke atas. Namun sekarang ada kecenderungan juga diderita oleh orang di bawah usia 40 tahun. Hal ini bisa terjadi karena adanya perubahan gaya hidup, terutama pada orang muda perkotaan.

Sejumlah perilaku yang dianggap cerminan pola hidup modern seperti mengonsumsi makanan siap saji (fast food) yang mengandung kadar lemak jenuh tinggi, kebiasaan merokok, minuman beralkohol, kerja berlebihan, kurang berolah raga, dan stress, telah menjadi gaya hidup manusia terutama di perkotaan.

Padahal kesemua perilaku ini merupakan faktor-faktor penyebab penyakit jantung dan stroke.

Ada berbagai jenis penyakit jantung, namun umumnya ditakuti adalah jantung koroner karena menyerang pada usia produktif bahkan sering menyebabkan kematian mendadak.

Penyebab penyakit jantung koroner adalah penyempitan dan penyumbatan pembuluh arteri koroner.

Hal itu disebabkan oleh penumpukan zat-zat lemak yang berkumpul di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi.

Akibatnya, aliran darah ke otot jantung terkurangi bahkan terhenti sehingga mengganggu kerja jantung sebagai pemompa darah.

Efek dominan dari jantung koroner adalah kehilangan oksigen dan nutrisi ke jantung karena aliran darah ke jantung berkurang.

Pembentukan plak lemak dalam arteri akan mempengaruhi pembentukan pembekuan darah yang akan mendorong terjadinya serangan jantung. */kcm

Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Disdik Kacaukan PSB

Orangtua Bisa Menuntut


PHK Picu Serangan Jantung


SENATOR AS RASA INDONESIA (2-HABIS)
Bocah Negro Gemuk Itu Rajin Ke Mushala


Megaduel All-Star!


EQ Pemimpin Kita Rendah


Kejagung Bentuk Pasukan Khusus


DERITA ORTU SEKOLAHKAN ANAK
Nggak Enak Makan Dan Tidur


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123