SIAPA pun pasti tak ingin dipecat (PHK) dari pekerjaannya. Dari kacamata
ekonomi, pemecatan jelas berpengaruh pada pendapatan. Tak hanya itu, pemecatan juga akan
melekatkan citra buruk, karena sanksi keras itu seringkali berawal dari perilaku negatif.
Lebih mengkhawatirkan lagi, dari sisi kesehatan, pemecatan dapat memicu serangan
jantung terlebih bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun.
Bahkan dari suatu penelitian yang dilakukan terhadap 4.301 orang berusia 51 hingga 61
tahun, jumlah kejadian serangan jantung pada mereka yang kehilangan pekerjaan lebih dari
dua kali lipat dibanding mereka yang masih bekerja.
"Bagi banyak orang, kehilangan karir di dunia kerja yang sudah lama digeluti
merupakan suatu pengalaman yang luar biasa menekan sehingga memicu berbagai potensi yang
tidak diinginkan, terutama gangguan kardiovaskular dan serebrovaskular atau
serangan jantung dan stroke," tulis tim peneliti yang dipimpin William Gallo dalam
jurnal Occupational and Environmental Medicine edisi 2006.
Di Indonesia, penyakit jantung masih menempati urutan pertama sebagai penyebab
kematian.
Dulu penyakit ini sering diderita oleh orang yang berusia 60 tahun ke atas. Namun
sekarang ada kecenderungan juga diderita oleh orang di bawah usia 40 tahun. Hal ini bisa
terjadi karena adanya perubahan gaya hidup, terutama pada orang muda perkotaan.
Sejumlah perilaku yang dianggap cerminan pola hidup modern seperti mengonsumsi makanan
siap saji (fast food) yang mengandung kadar lemak jenuh tinggi, kebiasaan merokok,
minuman beralkohol, kerja berlebihan, kurang berolah raga, dan stress, telah menjadi gaya
hidup manusia terutama di perkotaan.
Padahal kesemua perilaku ini merupakan faktor-faktor penyebab penyakit jantung dan
stroke.
Ada berbagai jenis penyakit jantung, namun umumnya ditakuti adalah jantung koroner
karena menyerang pada usia produktif bahkan sering menyebabkan kematian mendadak.
Penyebab penyakit jantung koroner adalah penyempitan dan penyumbatan pembuluh arteri
koroner.
Hal itu disebabkan oleh penumpukan zat-zat lemak yang berkumpul di bawah lapisan
terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi.
Akibatnya, aliran darah ke otot jantung terkurangi bahkan terhenti sehingga mengganggu
kerja jantung sebagai pemompa darah.
Efek dominan dari jantung koroner adalah kehilangan oksigen dan nutrisi ke jantung
karena aliran darah ke jantung berkurang.
Pembentukan plak lemak dalam arteri akan mempengaruhi pembentukan pembekuan darah yang
akan mendorong terjadinya serangan jantung. */kcm