:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
MAIN PAGE
Berita Utama
FEMALE
Nusantara
B O R N E O
Trans Kalimantan
Banjarmasin Plus

Persona
Olahraga
Ragam
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Sunday, 09 July 2006 02:27


Megaduel All-Star!

LAGA puncak dari perhelatan Piala Dunia 2006 segera digelar. Dua tim penguasa sepakbola dunia, Italia dan Prancis, Senin (10/7) dinihari bakal bertarung mempertaruhkan segala yang mereka punya demi prestasi maupun harga diri.

Megaduel all-star dipastikan berlangsung dahsyat. Gli Azzurri melaju dengan kemenangan yang cukup meyakinkan atas Jerman dan Ukraina. Gawang mereka yang dijaga Gianluigi Buffon belum pernah kebobolan sekali pun oleh kaki pemain lawan. Satu-satunya bola yang nyasar adalah bunuh diri pemain Italia saat mereka meladeni Amerika Serikat.

Di pihak lawan, Prancis melaju ke babak final dengan terseok-seok setelah gagal memenangkan dua laga awal. Kehebatan Prancis terlihat setelah Zidane cs menundukkan juara bertahan Brasil dan Portugal.

Saat ini kedua tim sama-sama menunjukkan grafik permainan yang terus membaik. Italia sangat tangguh di daerah pertahanan. Prancis sangat solid di lini tengah. Menjelang partai pamuncak, kedua tim juga dalam kondisi utuh.

Italia memang kehilangan bek, Alessandro Nesta, tetapi penggantinya, Marco Matterazi tak kalah hebat. Di kubu Prancis hanya kehilangan Luis Saha yang terkena akumulasi kartu kuning. Tetapi Saha bukanlah pemain yang berpengaruh karena ia sangat jarang turun sejak menit awal.

Siapa yang pantas sebagai kampiun? Dari catatan sejarah, Italia telah bertemu Prancis sebanyak 32 kali dan menang 17 kali, seri 8 kali, dan kalah 7 kali. Jika statistik itu dipakai sebagai acuan, maka Italia layak diunggulkan. Hanya saja, dalam catatan sejarah kemenangan terakhir Italia diraih sudah cukup lama yakni tahun 1978.

Pengalaman Euro 2000 adalah kenangan pahit bagi Negeri Pasta itu. Les Bleus berhasil menaklukkan Gli Azzurri dengan skor 2-1. Italia menyerah setelah satu gol bersarang ke gawang mereka pada perpanjangan waktu.

Kini, mereka bertemu kembali di final Piala Dunia 2006. Angin berhembus cukup nyaman di anak-anak asuhan Raymond Domenech. Mereka datang ke Olympiastadion Berlin dengan kepala ‘ringan’. Tak seperti kubu Italia yang menanggung beban berat.

Hal itu diakui pula striker Italia Alessandro Del Piero. Ia mengatakan, ada faktor lain yang menyebabkan Italia stres menjelang laga puncak, termasuk skandal pengaturan skor dalam Seri A.

"Saya pikir Prancis lebih favorit karena memasuki pertandingan dalam keadaan kurang stres dibanding kami," katanya.

"Di Prancis tidak ada kekacauan seperti kami alami di Italia yang melibatkan klub-klub dan tidak ada liputan yang sama dari pers dan televisi seperti di negeri kami," kata Del Piero yang punya hubungan kurang harmonis dengan media Italia.

Toh demikian pemain depan Juventus itu mengatakan, senang bertemu dengan rekan lamanya, Zinedine Zidane. Reuni itu pun dinilai sarat dengan emosi.pwk/ant/rtr/pdc

Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Disdik Kacaukan PSB

Orangtua Bisa Menuntut


PHK Picu Serangan Jantung


SENATOR AS RASA INDONESIA (2-HABIS)
Bocah Negro Gemuk Itu Rajin Ke Mushala


Megaduel All-Star!


EQ Pemimpin Kita Rendah


Kejagung Bentuk Pasukan Khusus


DERITA ORTU SEKOLAHKAN ANAK
Nggak Enak Makan Dan Tidur


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123