:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
MAIN PAGE
Berita Utama
FEMALE
Nusantara
B O R N E O
Trans Kalimantan
Banjarmasin Plus

Persona
Olahraga
Ragam
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Sunday, 09 July 2006 02:27


DERITA ORTU SEKOLAHKAN ANAK
Nggak Enak Makan Dan Tidur

MAHMUDI terlihat kebingungan. Wajahnya pucat pasi. Ia tengah menanggung masalah yang cukup pelik. Dengan napas yang masih ngos-ngosan, warga Jalan Cendrawasih itu mendatangi kerumunan orangtua calon siswa yang tengah berdiskusi dengan Kepala SMPN 1 Banjarmasin, Suhardi.

Kemudian ia menyodorkan secarik kertas lembar pendaftaran Penerimaan Siswa Baru (PSB) atas nama Andry Chlara Dewanti yang tidak lain adalah anaknya tersayang. Ia mengadu bahwa anaknya tidak diterima di lima sekolah yang dipilihnya.

"Mau tanya pak, nama anak saya kok tidak ada di semua sekolah yang saya pilih. Padahal nilainya cukup untuk menempati pilihan kedua dan seterusnya. Kalau begini, anak saya sekolah di mana?" ujarnya kebingungan.

Mahmudi mengaku telah keliling ke lima sekolah yang dipilih. Mulai dari SMPN 2 sebagai pilihan pertama, kemudian SMPN 1, SMPN 9, SMPN 5, dan SMPN 12. Sudah dipelototi sampai habis tetap saja nama anaknya tidak ada di papan pengumuman sekolah tersebut.

Memang dengan nilai 28,95, Andry Chlara Dewanti tidak masuk di SMPN 2 yang memiliki syarat nilai lebih tinggi. Namun di pilihan kedua dan seterusnya nilai yang diperoleh lulusan SDN Belitung 2 ini sangat memenuhi syarat.

"Saya tidak tahu bakal begini jadinya. Kalau tahu, mending mendaftar di sekolah yang pasti masuk saja. Sistem yang sekarang aneh, lebih bagus yang dulu meskipun harus bayar dan keliling ke sekolah-sekolah," sesal Mahmudi penuh jengkel.

"Padahal waktu mendaftar mau pilih dua sekolah saja, tapi oleh petugas disarankan untuk mengisi semuanya saja. Mereka mengatakan, kalau di pilihan pertama nggak masuk ada 4 cadangan. Tapi nyatanya kok seperti ini, nggak ada gunanya kan pilihan 2,3, 4 dan 5," ujarnya lagi.

Mahmudi tidak sendirian. Puluhan ibu juga mengadu hal sama kepada Suhardi. Kepala SMPN 1 Banjarmasin itu hanya bisa menjawab, selama ini dirinya tidak pernah dilibatkan mengurusi PSB Online.

"Artinya, ada apa gerangan. Katanya hari ini datanya sudah final, tapi kok kesalahan yang sama dari hari kemarin masih ada. Apa memang Disdik belum siap, kalau begini kami sebagai orangtua siswa sangat dirugikan," timpal salah seorang ibu.

Selang beberapa menit kemudian, seorang ibu bersama suaminya ikut bergabung. Ia menyampaikan masalahan yang sama. Ibu tersebut mengatakan, jika di salah satu pilihan saja nama anaknya muncul, ia akan merasa lega.

"Ini kok tidak satupun dari lima pilihan nama anak saya muncul. Padahal nilainya cukup di pilihan kedua dan seterusnya, lalu salahnya apa? Saya tunggu-tunggu melalui internet juga tidak ada perubahan, saya tidak bisa tenang kalau begini. Mungkin seminggu ini nggak enak makan, nggak nyenyak tidur," ujarnya.

"Mau sekolah saja susahnya seperti ini, apalagi cari kerja. Katanya wajib belajar 9 tahun, nyatanya sulit sekali," lanjut sang suami.

Perasaan senasib membuat mereka kompak. Para orangtua calon siswa baik ibu-ibu maupun bapak-bapak saling bertukar pikiran. Pada intinya mereka khawatir anaknya tidak dapat melanjutkan sekolah di SMP negeri.

"Saya setiap hari ke sini melihat sudah masuk belum nama anak saya. Saya lihat di sekolah yang dipilih, nama anak saya tetap belum muncul. Sistem online malah mempersulit," kata salah satu orangtua calon siswa.ais

Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Disdik Kacaukan PSB

Orangtua Bisa Menuntut


PHK Picu Serangan Jantung


SENATOR AS RASA INDONESIA (2-HABIS)
Bocah Negro Gemuk Itu Rajin Ke Mushala


Megaduel All-Star!


EQ Pemimpin Kita Rendah


Kejagung Bentuk Pasukan Khusus


DERITA ORTU SEKOLAHKAN ANAK
Nggak Enak Makan Dan Tidur


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123