:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
MAIN PAGE
Berita Utama
FEMALE
Nusantara
B O R N E O
Trans Kalimantan
Banjarmasin Plus

Persona
Olahraga
Ragam
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Sunday, 09 July 2006 01:14


Kol Inf Waris
Danrem 101/Antasari

"Perjuangan Anak Buruh Tani"

MENJADI seorang tentara tak pernah terbersit bagi Danrem 101/Antasari yang baru saja berkiprah di Bumi Lambung Mangkurat ini. Sebab, mantan Komandan Rindam II/Sriwijaya ini sejak kecil bercita-cita ingin jadi seorang ahli di bidang pertanian.

Namun demikian, apa yang telah diraihnya, hingga kini memiliki pangkat dan jabatan tinggi di militer, semuanya tak lepas atas prestasi dan kerja kerasnya.

Ia anak seorang buruh tani, sejak kecil sudah menjadi anak yatim. Kehidupan serba kekurangan membuat Waris kecil harus berjuang dan mencari nafkah hidup sendiri.

Bekerja sebagai peternak ayam, kelinci, marmut hingga kambing cukup membuatnya bisa bertahan hidup. Bahkan, bersumber atas pekerjaannya itu, Ia pun bisa menamatkan SD dan SMP di kampungnya Desa Sumber Pucung kabupaten Malang Jatim.

Hidup serba kekurangan, tak menyurutkan Waris untuk meraih prestasi. Sejak menamatkan dari bangku SD dan SMP, pria kelahiran Malang, 12 Desember 1957 tahun lalu, sering menggondol prestasi luar biasa dalam belajar.

Kendati sempat dilarang oleh neneknya untuk melanjutkan ke bangku SMP --lantaran hidup keluarganya yang serba kekurangan, tak membuat mantan wakil komandan Paspamres ini berkecil hati.

Pada 1970-1973, Ia berhasil menamatkan sekolah. Lagi-lagi, bakat dan kemampuannya dalam proses belajar sangat bagus. Waris pun kembali meraih predikat siswa teladan.

Minat untuk melanjutkan kejenjang pendidikan lebih tinggi masih menjadi lirikannya. Sadar bahwa kemampuannya cukup diperhitungkan, Ia pun ikut dan tinggal bersama pamannya di Surabaya. Namun, bercita-cita ingin masuk ke SMU favorit kandas, karena kemampuan sang paman juga serba pas-pasan, akhirnya, Waris pun masuk ke SMU di yayasan Nahdlatul Ulama (NU) di Blitar.

Setelah tamat dari SMU NU 1976, nilai dan prestasi sekolahnya yang tak pernah menurun, membuatnya berniat untuk ikut tes Akabri satu tahun kemudian Ia mengawali tahun akademik di dunia kemiliteran.

Semula, ia berniat ingin menjadi seorang anggota marinir. Saking berambisi ingin mewujudkan impiannya itu, Waris pun nyaris dipecat dan dikeluarkan dari pendidikan kemiliteran. Tepat pada 1 Maret 1981, Waris bersama prajurit lainnya diwisuda oleh mantan Presiden Soeharto.

Baru lulus di Angkatan Darat, Waris sudah menerima tugas dan pekerjaan yang cukup berat, Ia langsung didinaskan ke Timor-Timor, tepatnya di Batalyon Infanteri 745. Hampir delapan tahun (1981-1989) Ia bertugas disana, mulai dari pangkat Letda, Lettu hingga Kapten, bahkan bahasa daerah di sana bisa dikuasainya.

Karirnya di militer semakin menanjak, setelah dinas di Timtim, Ia kembali ditugaskan di Denpasar Bali menjabat sebagai Wadan Secapa. Pada 1990, Ia sekolah kursus lanjutan perwira di Bandung, setelah itu, Ia dipercaya menjadi Wadanyon Infanteri 507 Surabaya.

Tiga tahun bertugas disana, Waris kembali ditugaskan ke Timor-Timor selama 1 tahun. Setelah pulang dari Timtim, Waris diberi jabatan menjadi Kasdim di Kediri, pernah juga menjadi Komandan Batalyon Inf. 315 Bogor, Komandan Paspampres 1 tahun di era Orba, Kodim Jombang, di era kepresidenan Habibi dan Gus Dur, Ia pernah menjabat Wadan Grup Paspampres.

Saat Ia menjabat Komandan Brigadir, Waris pun sempat ditugaskan membawa pasukan Rajawali ke Aceh (2001-2003) dalam rangka pasca DOM. Pulang dari Aceh, Ia menjabat Komandan Resimen Secapa AD di Bandung (8 bulan), setelah itu Ia ditugaskan kembali memimpin darurat militer di Aceh saat itu menjabat Asops Kasdam di penguasa darurat militer Aceh.

Beberapa sekolah, ujian dan pendidikan militer lanjutan diikutinya, mulai Seskowad, Sesko TNI gabungan, tes komandan Brigadir hingga menjabat Komandan Brigadir Inf.13 Kostrad Tasiklamaya, dan tes komandan Korem. Sebelum menjadi Danrem 101/Ant, Waris pernah menjabat Danrindam II Sriwijaya di Palembang. maisuri


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

PERSONA
"Perjuangan Anak Buruh Tani"

KATA MEREKA -
Suka Bersih-bersih


Masyarakat Nyaman Dan Sehat


Prajurit Sejahtera, Saya Ikut Senang


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123