:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
MAIN PAGE
Berita Utama
FEMALE
Nusantara
B O R N E O
Trans Kalimantan
Banjarmasin Plus

Persona
Olahraga
Ragam
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Sunday, 09 July 2006 01:45


"Mama Ikut Sekolah, Ya..."

IBU Yuyun sempat bingung melihat teman-temannya yang sampai hari ini masih menunggui anaknya di TK. Bayangkan, satu tahun ajaran sudah hampir habis. Masa, sih, mamanya masih harus nongkrong di sekolah setiap hari? Wah! bagaimana ini? Bolehkah dibiarkan terus, tapi sampai kapan?

Kasus seperti ini, menurut Raudah, S.Psi, anak usia prasekolah memang masih memiliki keterbatasan dalam hal kemandiriannya. Tetapi, apa yang dilakukan anak di sekolah tetap terpantau oleh guru. Jadi, orangtua tidak perlu merasa khawatir melepas anaknya di sekolah.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan ada beberapa sebab kenapa anak kerap minta ditunggu saat sekolah, terlebih anak yang baru kali pertama menjejakkan kakinya ke bangku sekolah.

Pertama, bebernya adalah tidak lain karena anak minta perhatian. Ada anak yang cenderung manja terhadap orangtuanya. Anak seperti ini ingin mendapatkan perhatian terus-menerus. Bisa karena sudah terbiasa ditunggui, apalagi bila orangtuanya selalu punya waktu. Bisa juga karena orangtuanya bekerja dan anak menuntut perhatian dengan minta ditunggui di sekolah.

Kedua, ada kondisi tertentu di luar sekolah. Anak-anak yang berhari-hari tak sekolah karena sakit atau bepergian bersama orangtua mungkin merasa seperti anak baru lagi di sekolahnya. Maunya ditemani orangtua atau pengasuh.

Ini karena anak sudah merasa nyaman berada di rumah, atau terbiasa bersama orangtuanya selama bepergian. Ketika kembali sekolah dirinya merasa tak nyaman lantaran harus beradaptasi dan menyesuaikan diri lagi dengan guru, teman-teman dan kebiasaan di kelas.

Tentu, kata Raudah, bagi anak sangatlah berat untuk melakukan adaptasi atau penyesuaian diri kembali, perlu waktu dan proses. Umumnya, masalah seperti ini akan terasa lebih sulit jika si anak termasuk tipe soliter (penyendiri), bukan anak yang mudah bersosialisasi atau easy going.

Faktor lain, seperti ada masalah di sekolah turut mempengaruhi. Contoh, anak pernah berkelahi, ditakut-takuti, diganggu teman, dan lainnya sehingga ia merasa takut, tak aman di kelas. Karena itulah ia ingin ditemani di kelas atau ditunggui di sekolah. Ada rasa aman dan nyaman jika ditunggui orang yang ia percaya. maisuri

Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Ragam
Smart Mom - "Mama Ikut Sekolah, Ya..."

Smart Mom - Perkenalkan Sekolah Baru


Smart Mom - Jangan Terlalu Dimanjakan


Smart Mom - Konsultasi Hamil


SmartShop - Membereskan Keperluan Sekolah


SmartShop - Perlengkapan Disney


SmartShop - Pintar Memilih Tempat Belanja


SmartShop - Politik Utang Sang Adikuasa


Fashion - Get Refresh


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123