Jakarta, BPost
Kapolri Jenderal Pol Rusdiharjo menegaskan, pekan ini Polri akan memanggil Aryanti Arsyad Sitepu yang mengaku punya hubungan selingkuh dengan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). "Surat panggilannya sudah disiapkan dan tinggal mengirimnya," tegas Kapolri menjawab wartawan di Jakarta, Sabtu (2/9).
Menurut Rusdihardjo, polisi punya kewajiban untuk melakukan penyelidikan atas merebaknya isu perselingkuhan pejabat tinggi. Apalagi, dilakukan oleh seorang presiden. "Kami hanya meminta keterangan kepada Aryanti sejauh mana kebenaran pengakuannya, apa yang terjadi sebenarnya, bukan menakut-nakuti. Kalau memang cerita dia tidak benar, ya berarti itu telah mencemarkan nama baik Presiden Gus Dur," jelas Kapolri.
Menurutnya, Polri akan mempertanyakan kepada Aryanti apakah Gus Dur pernah ke Bali bersamanya seperti dalam foto yang dimuat media massa setempat, atau apakah benar dia bersama Gus Dur ke Hotel Harco, Jakarta seperti berita yang beredar di masyarakat.
"Untuk itu, perlu juga dipanggil sejumlah saksi yang mengetahui pertemuan Gus Dur dan Aryanti di tempat-tempat yang disebut selama ini. Misalnya karyawan hotel Harco," tegasnya.
Kapolri mengungkapkan, sejauh ini kepolisian juga sudah memanggil sejumlah saksi dan pihak-pihak yang dimungkinkan bisa memberi penjelasan tambahan. Misalnya, polisi sudah minta keterangan kepada RT/RW, warga di sekitar rumah Aryanti di Bekasi. "Hasilnya belum cukup," jelas Kapolri.
Saksi ahli
Pakar komputer Dr Hari Tursulistiono yang juga dosen Universitas Paramadina Mulya Jakarta, mengusulkan agar dalam pemeriksaan Aryanti oleh Polda nanti harus didampingi oleh saksi ahli. Sebab, hal ini untuk memberi informasi kepada pihak kepolisian tentang kebenaran gambar foto mesra/intim antara Gus Dur dan Arianti yang kini disebar media massa dan internet.
"Jadi, perlu saksi ahli jika Arianti nanti dipanggil Polda. Saya bersedia menjadi saksi ahli dalam pemeriksaan Arianti nanti," tegas Hari di Jakarta, Sabtu (2/9).
Ahli komputer ini mengungkapkan, setelah pihaknya melakukan penelitian dengan menggunakan komputer terhadap foto Gus Dur yang berduaan dengan Aryanti, ternyata gambar tersebut hanya hasil montage (rekayasa), bukan foto aslinya.
Jadi, tegasnya, setelah gambar Gus Dur diambil dari email (internet), lalu diteliti dengan komputer, ternyata foto tersebut meragukan dibanding foto asli Gus Dur, alias foto isu itu rekayasa belaka. "Kemarin bersama teman-teman memeriksa foto (Gus Dur-Arianti) itu di komputer. Ternyata, hasilnya meragukan. Fiksal-fiksal gambarnya itu dengan soft copy-nya meragukan. Ini yang sudah discan. Jika cetak fotonya meragukan. Kita yakin foto itu palsu dan rekayasa (montage)," ungkap Hari.
Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Dr Achmad Fathoni Rodli yang juga dosen komputer Universitas Negeri Jakarta mengungkapkan, proses perekayasaan foto Gus Dur dengan Arianti itu bisa dilihat dari penelitian fiksal-fiksalnya di komputer. Mantan Ketua GP Ansor ini menjelaskan, dalam gambar foto itu biasanya dalam format yang hampir seragam, antara sinyal, cahaya, kecepatan, gambar yang diambil, itu ada perbedaan fiksal-fiksal gambar, sehingga bisa membedakan intensitasnya setiap gambar.
"Itu ketika kita ambil gambar foto Gus Dur, kita bandingkan dengan foto Gus Dur yang asli, berbeda hasilnya. Jika ada hasil penelitiannya ternyata berbeda, itu berarti yang melakukan montage (rekayasa gambar) itu orangnya bloon," kata Fathoni di kantor PBNU, Jakarta, kemarin (2/9).
Bahkan, menurutnya, dalam penelitian keaslian gambar foto itu tak hanya sekadar perbedaan fiksal, tetapi juga ada perbedaan frekuensi gambarnya.
"Dari segi rekayasa politik, memang bolehlah menyebarkan gambar Gus Dur seperti itu. Tapi tampaknya si pembuat rekayasa gambar ini, ternyata orangnya bloon. Mungkin juga kerna dia buru-buru melakukan montage itu karena menerima pesanan bayaran, untuk menyerang Gus Dur dengan isu gambar seperti itu," kata Fathoni yang juga Asisten Deputi Menristek.
Bikin Geger Masuk RSCM
Sementara itu, Gus Dur sendiri masuk RSCM Jakarta, Sabtu (2/9). Kedatangan Gus Dur di rumah sakit yang mempunyai peralatan terlengkap di Indonesia ini sempat menarik perhatian masyarakat dan sejumlah pasien di RSCM. Mereka menduga Gus Dur menderita sakit yang cukup serius, sehingga perlu dibawa ke RSCM.
Adik kandung Gus Dur, dr Umar Wahid, yang selama ini ikut membantu presiden dalam bidang medik, mencoba menjelaskan ke masyarakat yang waktu itu bergerombol di depan pintuk masuk pavilun RSCM.
"Gus Dur ke RCM untuk periksa mata yang harus dilakukan dua bulan sekali," kata dr Umar. Gus Umar yang biasa diam itu, terpaksa ikut menjelaskan kepada masyarakat, agar tidak timbul berbagai spekulasi terhadap diri Gus Dur.
"Gus Dur sudah empat kali periksa mata di RSCM. Secara umum kesehatan Gus Dur cukup prima, tidak ada masalah," tambah dr Umar.
Meskipun sudah ada penjelasan dari adiknya yang juga dokter spesialis penyakit dalam, masyarakat tak segera bubar. Bahkan mereka berusaha marangsek lebih dekat agar dapat melihat Gus Dur, namun pasukan pengamanan presiden (paspampres) menghalaunya ke tempat semula, atau sekitar lima meter dari lorong RSCM yang dilewati Gus Dur.
Setelah menjalani pemeriksaan sekitar 45 menit, dari pukul 08:30 sampai 09:15 WIB Gus Dur dalam pengawalan yang longgar meninggalkan RSMC dan sempat melambaikan tangan beberapa kali pada masyarakat dan paramedis RSCM yang mengantarkannya sampai pintu keluar. Masyarakat tampak lega setelah menyaksikan sendiri bahwa Gus Dur tetap sehat, tidak seperti yang ia duga sebelumnya.
Sementara itu Direktur RSCM Dr Hermansyur menpertegas pernyataan dr Umar Wahid, bila kedatangan Gus Dur ke RSCM ini hanya untuk periksa mata. Menurut Hermansyur, jadwal Gus Dur untuk periksa seharusnya hari Senin (2/9). Karena pada saat itu bersamaan dengan persiapan Gus Dur ke Amerika Serikat, pemeriksaan terpaksa dilakukan lebih awal, dan tidak ada pengaruhnya, katanya.
Ditanya tentang kondisi mata Gus Dur, direktur RSCM itu enggan menjawab, karena hal itu adalah rahasia pribadi pasien. Tetapi Hermansyur menjelaskan bahwa garis besarnya kondisi kesehatan mata Gus Dur mengalami banyak kemajuan. Ia menyimpulkan kondisi mata Gus Dur membaik. as/sug/ars
updated: Sunday, September 03, 2000 12:50:26 AM