Banjarmasin, BPost
Pada musim penghujan seperti saat ini, masyarakat diharapkan waspada terhadap segala
bentuk penyakit yang muncul di masyarakat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, musim penghujan
juga diikuti dengan ancaman demam berdarah (DB).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin Sri Yanto, Senin (31/10) usai
mengikuti pengesahan RAPBD tahun 2005 menyatakan, semua kelurahan di Banjarmasin termasuk
rawan demam berdarah. Karenanya masyarakat harus selalu waspada, dengan menjaga kebersihan
lingkungan. Pasalnya penyakit yang penyebarannya melalui gigitan nyamuk itu akan cepat
berkembang biak pada lingkungan yang kotor, kumuh atau tempat-tempat yang becek dan
tergenang air.
"50 Kelurahan yang ada di kota Banjarmasin sangat potensi demam berdarah. Apalagi
sekarang ini musin hujan sudah mulai tiba, penyakit tersebut dengan cepat mewabah,"
katanya.
"Cara yang paling sederhana untuk melakukan pencegahan adalah dengan menjaga
kebersihan lingkungan. Seperti menguras air, menutup tempat-tempat air dan membuang sampah
pada tempatnya," terangnya.
Dikatakan Sri Yanto, kalau nanti ada lingkungan yang dicurigai terjangkit DB maka
pihaknya akan melakukan penyemprotan. Ketika ditanya mengapa penyemprotan tidak dilakukan
sejak dini, dia menjelaskan, bahwa biaya penyemprotan sangat banyak. Yakni antara Rp 1-4
juta sekali semprot.
"Kami juga menyediakan layanan setiap saat, yang akan membantu masyarakat. Bagi
wilayah yang dicurigai terjangkit maka segera dilakukan penyemprotan. Kalau semua wilayah
disemprot, dananya tidak mencukupi," tegasnya.
Dikatakan Sri Yanto dalam rentang waktu Januari hingga Oktober 2005, di Kota
Banjarmasin terjadi sebanyak 38 kasus demam berdarah. Namun semuanya masih bisa tertolong
dan diselamatkan.c5