Lombok, BPost
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono geram kepada pihak-pihak yang menganggap kebijakan
pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) hanya untuk menyengsarakan rakyat.
"Gila, kalau seorang Presiden ingin membuat rakyat sengsara. Tidak ada pemerintah
di negara kita yang ingin menyengsarakan rakyatnya," kata Presiden Susilo saat
memberikan sambutan di depan ribuan massa termasuk pejabat pemerintah dan masyarakat, usai
dirinya meresmikan sejumlah proyek pembangunan dan memberikan bantuan di Dusun Menseh,
Desa Ganti, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Senin (31/10).
Ia menegaskan, untuk menaikan harga BBM, bukanlah keputusan yang mudah bagi
pemerintahannya. "Berbulan-bulan kami merenung bertafakur, isthiqaroh, ya Allah
berikan kepada saya keputusan dan kebijakan yang baik untuk negeri ini untuk semua dan
untuk masa depan," katanya.
Dia menjanjikan bahwa pemerintahannya akan mengatasi semua hal yang berkaitan dengan
kebijakan pemerintah menaikan harga BBM, namun ia meminta rakyat Indonesia untuk tidak
menganggap bahwa hanya Indonesia lah yang ditimpa kesulitan akibat kenaikan BBM. Ia
mengatakan bahwa negara lain pun mengalami kesulitan yang sama.
Presiden meminta rakyat juga tidak kehilangan kepercayaan diri karena pemerintah akan
terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kondisi kehidupan bangsa.
Ia mencontohkan, langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk menyediakan pendidikan
dan kesehatan secara murah, berkualitas dan gratis akan diteruskan untuk tahun 2006 dan
tahun-tahun berikutnya. Demikian pula dengan proyek-proyek infrastruktur yang dapat
membuka lapangan kerja. Alokasinya anggarannya akan ditingkatkan, sebagaimana yang sedang
dibahas oleh pemerintah dan DPR.
Perubahan Desain
Untuk mengurangi ekses negatif pada saat penyalurannya, pemerintah tengah menjajaki
perubahan disain penyaluran bantuan langsung tunai (BLT).
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Sri Mulyani di
Jakarta, Senin (31/10), penyempurnaan penyaluran BLT antara lain akan disediakan
loket-loket khusus untuk kelompok usia lanjut dan cacat fisik. Juga, akan dimungkinkan
bagi kelompok ini untuk mengambil BLT dengan surat kuasa.
Menurut Sri Mulyani, pemerintah juga tengah menjajaki perubahan disain penyaluran dari
BLT tanpa syarat menjadi bersyarat. Dalam model baru nanti pemberian uang tunai untuk
rumah tangga miskin dikaitkan dengan program pemerintah lainnya seperti pendidikan,
kesehatan, kesempatan kerja, dan program lainnya.
Namun, dia belum dapat menjelaskan lebih rinci karena bentuknya masih dipelajari.
"Kami belum bisa memberikan gambaran yang signifikan sampai hari ini karena kami
belum mendisainnya sampai betul-betul konkret mungkin baru akan diterapkan pada bulan
April. Pada bulan Januari nanti masih akan dengan disain awal yaitu BLT tanpa
syarat," katanya usai menyampaikan evaluasi pelaksaan penyaluran BLT.
Pemerintah menilai penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) yang sudah berlangsung
selama sebulan berjalan sesuai target. Sejumlah kasus penyimpangan dan ekses negatif tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap penyaluran BLT secara keseluruhan.
Sampai dengan akhir Oktober, BLT yang telah disalurkan telah melampaui target yang
ditentukan, baik dari sisi jumlah maupun sebaran penyalurannya.
Pemerintah optimis penyaluran BLT akan mampu mengurangi jumlah penduduk miskin akibat
kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga 12 hingga 14 persen. Jika tanpa subsidi
jumlah penduduk miskin akibat kenaikan BBM adalah 22,33 persen naik dari 16,65 persen
sebelum harga BBM dinaikkan.
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menindak sejumlah kasus kekerasan yang terjadi
terkait dengan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT).
"Jangan coba-coba melakukan penyimpangan, kepolisian daerah terus berkoordinasi
dengan pemerintah daerah untuk menjaga kelancaran penyaluran BLT tersebut," ujar
Wakil Kepala Divisi Humas Brigjen (Pol) Soenarko.dtc