:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Marhaban Ya Ramadhan
Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Selasa, 01 Nopember 2005 01:58:52

Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan


"Gila, Presiden Sengsarakan Rakyat"

Lombok, BPost
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono geram kepada pihak-pihak yang menganggap kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) hanya untuk menyengsarakan rakyat.

"Gila, kalau seorang Presiden ingin membuat rakyat sengsara. Tidak ada pemerintah di negara kita yang ingin menyengsarakan rakyatnya," kata Presiden Susilo saat memberikan sambutan di depan ribuan massa termasuk pejabat pemerintah dan masyarakat, usai dirinya meresmikan sejumlah proyek pembangunan dan memberikan bantuan di Dusun Menseh, Desa Ganti, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Senin (31/10).

Ia menegaskan, untuk menaikan harga BBM, bukanlah keputusan yang mudah bagi pemerintahannya. "Berbulan-bulan kami merenung bertafakur, isthiqaroh, ya Allah berikan kepada saya keputusan dan kebijakan yang baik untuk negeri ini untuk semua dan untuk masa depan," katanya.

Dia menjanjikan bahwa pemerintahannya akan mengatasi semua hal yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah menaikan harga BBM, namun ia meminta rakyat Indonesia untuk tidak menganggap bahwa hanya Indonesia lah yang ditimpa kesulitan akibat kenaikan BBM. Ia mengatakan bahwa negara lain pun mengalami kesulitan yang sama.

Presiden meminta rakyat juga tidak kehilangan kepercayaan diri karena pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kondisi kehidupan bangsa.

Ia mencontohkan, langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk menyediakan pendidikan dan kesehatan secara murah, berkualitas dan gratis akan diteruskan untuk tahun 2006 dan tahun-tahun berikutnya. Demikian pula dengan proyek-proyek infrastruktur yang dapat membuka lapangan kerja. Alokasinya anggarannya akan ditingkatkan, sebagaimana yang sedang dibahas oleh pemerintah dan DPR.

Perubahan Desain

Untuk mengurangi ekses negatif pada saat penyalurannya, pemerintah tengah menjajaki perubahan disain penyaluran bantuan langsung tunai (BLT).

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Sri Mulyani di Jakarta, Senin (31/10), penyempurnaan penyaluran BLT antara lain akan disediakan loket-loket khusus untuk kelompok usia lanjut dan cacat fisik. Juga, akan dimungkinkan bagi kelompok ini untuk mengambil BLT dengan surat kuasa.

Menurut Sri Mulyani, pemerintah juga tengah menjajaki perubahan disain penyaluran dari BLT tanpa syarat menjadi bersyarat. Dalam model baru nanti pemberian uang tunai untuk rumah tangga miskin dikaitkan dengan program pemerintah lainnya seperti pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, dan program lainnya.

Namun, dia belum dapat menjelaskan lebih rinci karena bentuknya masih dipelajari. "Kami belum bisa memberikan gambaran yang signifikan sampai hari ini karena kami belum mendisainnya sampai betul-betul konkret mungkin baru akan diterapkan pada bulan April. Pada bulan Januari nanti masih akan dengan disain awal yaitu BLT tanpa syarat," katanya usai menyampaikan evaluasi pelaksaan penyaluran BLT.

Pemerintah menilai penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) yang sudah berlangsung selama sebulan berjalan sesuai target. Sejumlah kasus penyimpangan dan ekses negatif tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penyaluran BLT secara keseluruhan.

Sampai dengan akhir Oktober, BLT yang telah disalurkan telah melampaui target yang ditentukan, baik dari sisi jumlah maupun sebaran penyalurannya.

Pemerintah optimis penyaluran BLT akan mampu mengurangi jumlah penduduk miskin akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga 12 hingga 14 persen. Jika tanpa subsidi jumlah penduduk miskin akibat kenaikan BBM adalah 22,33 persen naik dari 16,65 persen sebelum harga BBM dinaikkan.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menindak sejumlah kasus kekerasan yang terjadi terkait dengan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT).

"Jangan coba-coba melakukan penyimpangan, kepolisian daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga kelancaran penyaluran BLT tersebut," ujar Wakil Kepala Divisi Humas Brigjen (Pol) Soenarko.dtc


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Pelaku Bukan Warga Poso

RI Produsen Bom Rakitan


Kemelut Poso Empat Presiden Gagal


Tragedi Hotel Metro Budi Dan Korban Akan Disketsa


Kalsel Raup DAU Rp3,47 Triliun


Mengintip Arus Mudik Di Pelabuhan Trisakti
"Mumpung Ada Rezeki Dan Kangen Keluarga"


Menpera Siap Mundur Dari Kabinet


Probo Mangkir Di Kejagung


Fenomena Pengemis Kalampayan (1) "Tidak Terpaksa, Hanya Pura-pura"


Minta Bush Toleran Pada Islam


Korupsi, Bupati Blitar Dihukum 15 Tahun


"Gila, Presiden Sengsarakan Rakyat"


Qolbu: Khusnul Khatimah


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123