:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Marhaban Ya Ramadhan
Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Selasa, 01 Nopember 2005 01:58:58

Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan


Khusnul Khatimah

Oleh: KH Abdullah Gymnastiar

SAHABAT, ajal ternyata tidak pandang bulu merenggut nyawa makhluk. Terutama manusia, siapa pun ia, dalam posisi apa pun: kaya-miskin, tua-muda, bahkan anak-anak tidak luput dari sergapan sang malaikat maut. Tidak ada yang mampu menangkal ajal bila telah tiba saatnya. Yang hanya mungkin kita lakukan ialah, menyiapkan diri menyambut kedatangan sang ajal dengan khusnul khatimah.

Ajal sudah ditetapkan oleh Allah ketika kita di dalam kandungan empat bulan dalam perut ibu. Tidak akan bisa dimajukan sedetik pun, tidak akan bisa mundur sedikit pun. Sebagaimana firman-Nya dalam Alquran surat al-A‘raaf [7] ayat 34, "Dan setiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila ajal telah datang kepada mereka, sedikit pun mereka tidak akan mampu memundurkannya barang sesaat dan juga tak dapat memajukannya."

Pergi berobat kemana saja kalau sudah waktunya akan wafat jua. Banyak orang yang sakitnya parah kalau belum ajalnya akan hidup pula. Bunuh diri, kalau belum ajal juga tidak akan membuatnya mati.

Ini bukan berarti kita tidak boleh berobat dan ikhtiar. Karena bagi kita, berobat dan berikhtiar, itulah amal-amal kita. Mudah-mudahan dengan kesungguhan kita berobat dan ikhtiar menjadikan pahala dari ikhtiar kita dan membuat ladang amal bagi dokter-dokter yang merawat kita. Semuanya akan menjadi amal saleh. Perkara kematian memang kuasa Allah yang menetapkan, tapi ikhtiar kita itulah yang mudah-mudahan membawa keberkahan bagi ajal kita.

Kalau ajal kita menjemput, waktunya tepat sesuai dengan rencana Allah. Tempatnya juga Allah yang menentukan. Wallahu ‘alam. Mungkin ada yang di darat, ada yang di lautan, dimana saja, namun yang penting menjelang ajal kita khusnul khatimah. Ketika dicabut nyawa Allah ridha, kita pun ridha.

Tidak perlu rekayasa lisan. Walaupun kita saat sakaratul maut berusaha menyebut asma Allah kalau mulut kita juga penuh kebusukan mungkin saat ajal, naudzubillah, tidak bisa menyebut asma Allah.

Wahai sahabat, menjelang ajal sebuah riwayat menyebutkan, kalau kita calon ahli kubur, kita bisa melihat malaikat maut yang mendatangi kita, meski orang-orang sekitar kita tidak melihatnya. Bagi yang tidak bisa melihat, mungkin bisa menyaksikan bagaimana responsi orang saat sakaratul maut. Seorang dokter yang menangani pasien saat-saat terakhirnya, terkadang mempunyai pengalaman menyaksikan peristiwa sakaratul maut. Kalau dokter itu beriman, maka pasti keyakinannya akan bertambah.

Sabda Rasullah SAW, "Seorang Mukmin, saat menjelang kematiannya, akan didatangi oleh malaikat sambil menyampaikan dan memperlihatkan kepadanya apa yang bakal dialaminya setelah kematian. Ketika itu tidak ada yang lebih disenanginya kecuali bertemu dengan Tuhan (mati). Berbeda halnya dengan orang kafir yang juga diperlihatkan kepada apa yang bakal dihadapinya, dan ketika itu tidak ada sesuatu yang lebih dibencinya daripada bertemu dengan Tuhan." (HR Imam Ahmad)

Waspadalah sahabat, begitu banyak perkara yang membuat kita bisa tersiksa di sana (di alam kubur). Beruntung orang-orang yang bagus persiapannya ketika ajal. Bayangkan orangtua kita. Bayangkan anak-anak kita. Orang-orang yang ketika hidupnya indah akhlaknya, cemerlang memelihara diri, dan mereka banyak bertobat. Nanti shalat akan mendampingi kita di atas. Shaum akan mendampingi kita di sebelah kiri. Zakat di sebelah kanan. Shaum kita, haji, dan semua amal-amal kita, akan menemani kita, sehingga kubur itu menjadi saat yang indah, lapang sekali. Itulah yang harus kita persiapkan menjelang ajal.

Wahai sahabat, bersiaplah. Kain kafan selalu siap menyambut tubuh kita, mungkin esok lusa semuanya akan berakhir. Mudah-mudahan Allah yang Maha Mendengar menolong kita untuk melihat kini adanya kematian. Meyakini adanya siksa kubur dan meyakini bahwa kita harus menolong orangtua kita baik hidup maupun wafat dengan doa dan kesalehan kita.Amin.


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Pelaku Bukan Warga Poso

RI Produsen Bom Rakitan


Kemelut Poso Empat Presiden Gagal


Tragedi Hotel Metro Budi Dan Korban Akan Disketsa


Kalsel Raup DAU Rp3,47 Triliun


Mengintip Arus Mudik Di Pelabuhan Trisakti
"Mumpung Ada Rezeki Dan Kangen Keluarga"


Menpera Siap Mundur Dari Kabinet


Probo Mangkir Di Kejagung


Fenomena Pengemis Kalampayan (1) "Tidak Terpaksa, Hanya Pura-pura"


Minta Bush Toleran Pada Islam


Korupsi, Bupati Blitar Dihukum 15 Tahun


"Gila, Presiden Sengsarakan Rakyat"


Qolbu: Khusnul Khatimah


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123