:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Marhaban Ya Ramadhan
Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Selasa, 01 Nopember 2005 01:59:03

Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan


RI Produsen Bom Rakitan

Denpasar, BPost
Tidak pernah surutnya aksi teror bom di Tanah Air menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara produsen bom rakitan di dunia.

"Dunia internasional mencap Indonesia salah satu dari tiga negara produsen bom di dunia, setelah Palestina dan Irak," kata Kapolda Bali Inspektur Jenderal Made Mangku Pastika, di Denpasar, Senin (31/10).

Selain sebagai produsen bom rakitan di dunia, sebut Pastika, Indonesia juga dikenal sebagai negara yang cukup banyak "kejatuhan" bom yang dilancarkan para teroris.

Terkait itu, "sulit bagi kita untuk dapat membantah, atau meyakinkan dunia internasional bahwa di Indonesia mendatang tidak lagi akan muncul ledakan bom," kata Pastika saat bertatap muka dengan sejumlah konsul dan para tokoh organisasi keagamaan dan etnis di Bali, kemarin.

Pastika yang mantan ketua tim penyidik kasus Bom Bali I juga mengaku sulit meyakinkan dunia internasional bahwa di Indonesia tidak akan lagi ada bom. Pasalnya, sebut dia, justru belakangan ini terjadi beberapa kasus bom bunuh diri.

"Bom bunuh diri betul-betul sudah merupakan ancaman keamanan yang sangat berat. Masalahnya, kapan saja dan di mana saja mereka mau, ketika itu juga bom bisa diledakkan," ucapnya.

Mengingat itu, yang mendesak perlu dilakukan pemerintah dan berbagai kalangan masyarakat, ialah kemampuan untuk mencari tahu kenapa orang mau bunuh diri dengan mengorbankan orang lain yang tak berdosa. "Selama akar permasalahan itu tidak ketemu, selama itu pula akan terus-menerus muncul aksi peledakan bom di Tanah Air," ucap Pastika.

Seperti diketahui, Bali dua kali diguncang bom bunuh diri dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Bom Bali pertama terjadi Sepeter tahun 2002 yang menewaskan lebih dari 200 orang. Sementara bom Bali II terjadi awal Oktober yang menewaskan sekitar 23 orang.

Terpisah, Kapolri Jenderal Polisi Sutanto meminta masyarakat bersabar menunggu polisi mengusut kasus bom di Kuta dan Jimbaran Bali, awal Oktober silam.

"Sabar. Penyidikan kasus ini sedang berlangsung," kata Sutanto usai acara buka bersama dengan pimpinan media cetak, elektronik dan kantor berita serta para wartawan di Mabes Polri, kemarin.JBP/aco/dtk/tnr/kcm


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Pelaku Bukan Warga Poso

RI Produsen Bom Rakitan


Kemelut Poso Empat Presiden Gagal


Tragedi Hotel Metro Budi Dan Korban Akan Disketsa


Kalsel Raup DAU Rp3,47 Triliun


Mengintip Arus Mudik Di Pelabuhan Trisakti
"Mumpung Ada Rezeki Dan Kangen Keluarga"


Menpera Siap Mundur Dari Kabinet


Probo Mangkir Di Kejagung


Fenomena Pengemis Kalampayan (1) "Tidak Terpaksa, Hanya Pura-pura"


Minta Bush Toleran Pada Islam


Korupsi, Bupati Blitar Dihukum 15 Tahun


"Gila, Presiden Sengsarakan Rakyat"


Qolbu: Khusnul Khatimah


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123