Denpasar, BPost
Tidak pernah surutnya aksi teror bom di Tanah Air menjadikan Indonesia sebagai salah
satu negara produsen bom rakitan di dunia.
"Dunia internasional mencap Indonesia salah satu dari tiga negara produsen bom di
dunia, setelah Palestina dan Irak," kata Kapolda Bali Inspektur Jenderal Made Mangku
Pastika, di Denpasar, Senin (31/10).
Selain sebagai produsen bom rakitan di dunia, sebut Pastika, Indonesia juga dikenal
sebagai negara yang cukup banyak "kejatuhan" bom yang dilancarkan para teroris.
Terkait itu, "sulit bagi kita untuk dapat membantah, atau meyakinkan dunia
internasional bahwa di Indonesia mendatang tidak lagi akan muncul ledakan bom," kata
Pastika saat bertatap muka dengan sejumlah konsul dan para tokoh organisasi keagamaan dan
etnis di Bali, kemarin.
Pastika yang mantan ketua tim penyidik kasus Bom Bali I juga mengaku sulit meyakinkan
dunia internasional bahwa di Indonesia tidak akan lagi ada bom. Pasalnya, sebut dia,
justru belakangan ini terjadi beberapa kasus bom bunuh diri.
"Bom bunuh diri betul-betul sudah merupakan ancaman keamanan yang sangat berat.
Masalahnya, kapan saja dan di mana saja mereka mau, ketika itu juga bom bisa
diledakkan," ucapnya.
Mengingat itu, yang mendesak perlu dilakukan pemerintah dan berbagai kalangan
masyarakat, ialah kemampuan untuk mencari tahu kenapa orang mau bunuh diri dengan
mengorbankan orang lain yang tak berdosa. "Selama akar permasalahan itu tidak ketemu,
selama itu pula akan terus-menerus muncul aksi peledakan bom di Tanah Air," ucap
Pastika.
Seperti diketahui, Bali dua kali diguncang bom bunuh diri dalam kurun waktu tiga tahun
terakhir. Bom Bali pertama terjadi Sepeter tahun 2002 yang menewaskan lebih dari 200
orang. Sementara bom Bali II terjadi awal Oktober yang menewaskan sekitar 23 orang.
Terpisah, Kapolri Jenderal Polisi Sutanto meminta masyarakat bersabar menunggu polisi
mengusut kasus bom di Kuta dan Jimbaran Bali, awal Oktober silam.
"Sabar. Penyidikan kasus ini sedang berlangsung," kata Sutanto usai acara
buka bersama dengan pimpinan media cetak, elektronik dan kantor berita serta para wartawan
di Mabes Polri, kemarin.JBP/aco/dtk/tnr/kcm