Banjarmasin, BPost
Misteri keberadaan Budi, orang yang disebut-sebut sebagai suami korban kebakaran di Hotel
Metro bersama dua anaknya, belum juga ada titik terang. Hingga Senin (31/10) malam jajaran
Poltabes Banjarmasin masih melacak keberadaan lelaki yang mengaku asal Palangka Raya itu.
Bahkan untuk mempermudah pencarian, polisi pun akan membuat sketsa wajah Budi berdasar
keterangan yang dihimpun dari para saksi.
Kasat Reskrim Kompol Midi Siswoko SiK ketika dikonfirmasi menyatakan, jajarannya sedang
berkonsentrasi melakukan identifikasi dan melakukan pencarian terhadap Budi.
"Kita terus melakukan pencarian terhadap Budi. Karena hingga saat ini tidak satu
pun keluarga korban yang datang menjenguknya di kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin.
Inilah yang membuat kita sedikit kesulitan untuk mencari identitas Budi serta
korban," ujar Midi kepada BPost.
Seperti diketahui, menyusul musibah kebakaran Hotel Metro di Jl Sutoyo S, Minggu pagi,
ditemukan tiga mayat dalam kondisi terpanggang di dalam kamar nomor 6. Setelah dilakukan
identifikasi, ketiganya merupakan tamu hotel kelas melati tersebut, yang terdiri seorang
ibu dan dua anaknya. Kedatangannya sendiri diantar mengaku Budi. Namun anehnya usai
kebakaran, Budi yang mengaku asal Palangka Raya itu tidak kelihatan batang hidungnya.
Sementara itu, Kapoltabes Banjarmasin Kombes Anis Angka Wijaya kepada koran ini
menuturkan, berdasarkan hasil penyelidikan petugas, peristiwa yang menyebabkan tewasnya
tiga orang ini perlu dicurigai karena pintu kamarnya terkunci.
"Tewasnya ibu dan dua orang anak tersebut diakibatkan karena menghirup asap hingga
menyebabkan mereka menjadi sesak untuk bernafas.
Anis juga menerangkan, bahwa saat terjadinya musibah pintu dalam keadaan terkunci.
Kemudian, akibat sudah dimakan api, pintu tersebut jatuh ke arah dalam kamar.
Mengenai sumber api sendiri saat itu masih menunggu laporan dari pemeriksaan tim
forensik. Keberadaan kamar sendiri, katanya, ketika musibah tersebut memang dalam keadaan
terkunci. Hanya saja kuncinya hingga saat ini masih dalam pencarian.
Ke depan untuk melacak keberadaan Budi, petugas akan membuat sketsa wajah.
"Kira-kira dua hari ini, sketsa wajah korban dan juga Budi akan selesai
dikerjakan," katanya.
Anis mengatakan tidak ada satu pun kartu identitas yang tertinggal, baik Budi maupun
tiga orang korban yang tewas terpanggang itu.
Dikuburkan
Mengenai keberadaan tiga mayat korban, hingga kemarin masih berada di RSUD Ulin
Banjarmasin. Menurut rencana, Selasa (1/11) ini jenazahnya akan dikuburkan.
"Besok (hari ini, Red) rencananya mayat korban akan segera dimakamkan
setelah dilakukan otopsi," terang Anis yang baru satu bulan menjabat sebagai
Kapoltabes di Banjarmasin itu.
Disinggung adanya dugaan kesengajaan, Anis menyatakan, hingga kini belum ada.
"Apakah memang ada indikasi pembunuhan atau tidak. Yang jelas petugas mencari tahu
terlebih dulu orang yang bernama Budi dan melakukan pemeriksaan terhadapnya,"
katanya.
Diperoleh informasi, petugas juga sudah melakukan pencarian ke Kalampayan, tapi
hasilnya tetap nihil. Mengenai korban sendiri juga sudah diberitahukan ke Polres
Palangkaraya. Namun hingga semalam tidak ada yang merasa kehilangan keluarganya.
Sementara itu, sampai hari kedua pasca kebakaran, pengelola hotel juga mengaku tidak
ada satupun orang atau keluarga yang mencari korban ke hotelnya. "Sampai saat ini
belum ada orang yang datang baik atas nama keluarga maupun saudara korban yang menelusuri
identitasnya baik yang dilakukan dengan datang secara langsung maupun melalui
telepon," ujar seorang resepsionis hotel, Eva. .c1/c5