:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Marhaban Ya Ramadhan
Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Selasa, 01 Nopember 2005 01:59:42

Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan


Fenomena Pengemis Kalampayan (1)
"Tidak Terpaksa, Hanya Pura-pura"

KABUPATEN Banjar bukan hanya terkenal dengan makam Datuk Kalampayan atau Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary, yang terletak di Desa Kalampayan Kecamatan Astambul. Namun, wilayah ini juga terkenal dengan banyaknya pengemis yang berjejer di bahu jalan menuju makam.

Jika tiba hari besar Islam seperti hari raya Idul Fitri, maka bahu jalan sepanjang ratusan meter menuju makam Datuk Kalampayan itu bakal disesaki ratusan pengemis yang berbaju compang-camping, baik tua ataupun muda, laki-laki maupun perempuan.

Mereka berjejer sambil menadahkan tangan mengharap belas kasih dan lemparan uang receh dari para peziarah, yang datang tidak hanya dari Kalsel, tetapi juga datang dari luar propinsi.

Para pengemis juga tidak hanya berasal dari Astambul, konon juga ada yang datang dari Martapura dan sekitarnya, guna mengais rezeki atas belas kasih peziarah.

Jika pengemis tersebut benar-benar kaum dhuafa, tentu saja hal itu dianggap biasa. Namun, sebagaimana diakui sendiri oleh warga setempat, kebanyakan pengemis justru adalah orang yang kuat fisiknya dan mampu bekerja.

"Namun, supaya penampilannya sebagai pengemis lebih meyakinkan, mereka sengaja membuat dirinya kotor dengan baju compang-camping. Bahkan, ada yang sengaja melipat kaki ke bagian paha dibalut celana panjang seolah-olah kakinya buntung," tutur Subli (60), warga Sungai Tuan.

Ditambahkan, para pengemis jadi-jadian ini sudah tidak malu lagi, apakah dia pantas sebagai pengemis atau tidak. "Mereka sebenarnya hanya malas bekerja. Padahal, selain bertani, mereka juga bisa saja ikut menggarap kebun jeruk yang banyak terdapat di kecamatan ini. Mungkin karena lebih gampang dapat duit dengan mengemis sehingga mereka tidak lagi merasa malu," tuturnya.

Sementara seorang pengemis yang sudah renta, Radiah (75) asal Desa Munggu Raya mengaku dirinya terpaksa mengemis, karena ketiga anaknya juga tergolong orang miskin. "Jadi supaya dapat makan, terpaksa nenek mengemis. Memang banyak yang mengemis di sini sebenarnya orangnya masih kuat, tetapi sengaja membuat dirinya tampak miskin dan cacat," ungkapnya.

Radiah menambahkan, di kampung asalnya, ia dan anaknya hanya memiliki sebidang tanah yang kecil untuk bertani. "Hasilnya memang tidak seberapa. Memang hal itu coba diakali dengan menjadi buruh tani, namun tetap saja hidup kami susah," akunya.

Jika hari-hari biasa, Radiah mengaku bisa dapat Rp4.000 sampai Rp5.000. "Tetapi, jika hari Minggu, nenek bisa saja mendapat uang sampai Rp20.000," tuturnya.

Nah, biasanya, pada hari raya, peziarah ramai ke sini, maka para pengemis pun bakal makin ramai memadati sepanjang jalan menuju makam. Fenomena tersebut memang cukup mengganjal bagi orang yang peduli. Meskinya Pemkab Banjar mesti bersikap dan membuat program terpadu guna mengatasinya.

Karena bukan mustahil, justru tren mengemis semakin meningkat di masa-masa mendatang, mengingat sekarang saja, sudah banyak anak-anak usia sekolah yang terbiasa menadahkan tangan kepada peziarah. adi


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Pelaku Bukan Warga Poso

RI Produsen Bom Rakitan


Kemelut Poso Empat Presiden Gagal


Tragedi Hotel Metro Budi Dan Korban Akan Disketsa


Kalsel Raup DAU Rp3,47 Triliun


Mengintip Arus Mudik Di Pelabuhan Trisakti
"Mumpung Ada Rezeki Dan Kangen Keluarga"


Menpera Siap Mundur Dari Kabinet


Probo Mangkir Di Kejagung


Fenomena Pengemis Kalampayan (1) "Tidak Terpaksa, Hanya Pura-pura"


Minta Bush Toleran Pada Islam


Korupsi, Bupati Blitar Dihukum 15 Tahun


"Gila, Presiden Sengsarakan Rakyat"


Qolbu: Khusnul Khatimah


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123