:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Marhaban Ya Ramadhan
Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Selasa, 01 Nopember 2005 01:14:54


Ancaman Inflasi Jebloskan Rupiah

KEKHAWATIRAN pelaku pasar akan tingginya inflasi Oktober dan naiknya suku bunga The Fed yang keduanya akan diumumkan 1 November, memicu pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

Pada penutupan, Senin (31/10) pukul 17.00 WIB, rupiah terpuruk di level Rp10.115 per dolar AS atau turun 80 poin dibandingkan penutupan pada Jumat pekan lalu.

Inflasi Oktober diprediksi mengalami tekanan yang cukup besar karena terpengaruh hebatnya dampak kenaikan BBM per 1 Oktober.

Kenaikan BBM lebih dari 100 persen ini telah melemahkan sendi-sendi perekonomian masyarakat Indonesia.

Akibatnya tekanan inflasi Oktober cukup besar, dan diperkirakan akan memaksa Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan revisi target karena peluang inflasi tahunan bisa menembus dua digit.

Selain itu ,investor juga memantau potensi kenaikan bunga the Fed yang saat ini di level 3,75 persen. Jika the Fed menaikkan suku bunga lagi maka dolar akan menguat signifikan dan memancing investor untuk berburu dolar.

Sebaliknya pasar saham bergerak positif. Aksi spekulasi sejumlah investor di tengah sepinya perdagangan saham, membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 7,968 poin pada level 1.066,224.

Investor melakukan spekulasi beli menjelang libur panjang lebaran terhadap beberapa saham uggulan. Pasalnya, pascalibur pasar saham diprediksi akan kembali marak mengantisipasi penutupan akhir tahun.

Indeks LQ-45 naik 1,563 poin pada level 227,828, Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,701 poin pada level 181,422, Main Board Index (MBX) naik 2,258 poin pada level 290,538, sedangkan Development Board Index (DBX) naik 1,291 poin pada level 219,241.

Transaksi saham di pasar reguler berlangsung sepi dengan frekuensi sebanyak 5.366 kali pada volume 570.908 lot saham, senilai Rp458,241 miliar. Sebanyak 48 saham naik, 30 saham turun dan 285 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra Internasinal (ASII) naik Rp250 menjadi Rp9.300, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp100 menjadi Rp2.450, Medco Energi Internasional (MEDC) naik Rp100 menjadi Rp3.525, Kalbe Farma (KLBF) naik Rp20 menjadi Rp870 dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp20 menjadi Rp1.320.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain International Nickel (INCO) turun Rp359 menjadi Rp14.450, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 350 menjadi Rp 7.850, Telkom (TLKM) turun Rp50 menjadi Rp5.000, Indosat (ISAT) turun Rp25 menjadi Rp4.875, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp25 menjadi Rp3.300, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp20 menjadi Rp1.780. dtc


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


BISNIS
Bank Diserbu

Harga Kebutuhan Pokok Makin Melonjak


Penginapan Ikut Ketiban Rezeki


BMT-BAZ Salurkan Modal Bergulir


9 November Layanan Normal


Tiket Arus Balik Sudah Ludes


Puncak Permintaan Uang Kartal Rp2,7 T


Perlu Jaminan Berinvestasi Di Kalsel


Pencabutan PBNP Berbahaya


Ancaman Inflasi Jebloskan Rupiah


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123