:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Marhaban Ya Ramadhan
Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Selasa, 01 Nopember 2005 01:14:11


Harga Kebutuhan Pokok Makin Melonjak

Banjarmasin, BPost
Tiga hari menjelang Idul Fitri 1426 H (H-3) harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di kota Banjarmasin makin melonjak.

Pantauan di beberapa pasar tradisional di Banjarmasin, Senin kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut hampir semua jenis dan terlihat mencolok pada kelompok sayuran dan lauk-pauk.

Harga kelompok sayuran naik tajam terjadi pada cabe merah dan cabe rawit lokal. Sedangkan sayuran lainnya juga naik, seperti kentang, kacang panjang patahan dan kol bulat.

Kelompak lauk-pauk naik sangat berati terjadi pada daging sapi tadinya Rp46.000 per kg kini naik menjadi Rp50.000 per kg, daging ayam ras, dan telur ayam ras kenaikannya mencapai Rp1.000 per kg.

Ayam kampung (ayam buras) tampaknya kini menjadi buruan banyak pembeli, dan harga jual hewan ternak itu juga melabung capai harga tertinggi dengan kenaikan sekitar Rp15.000 per ekor.

Komoditi palawija, seperti kacang tanah naik sangat tajam, karena permintaan meningkat, seperti kacang tanah lokal asal kabupaten Tapin, Rantau naik Rp2.000 per kg, emping belinjo juga naik Rp2.500 per kg.

Sedangkan beras juga naik tadinya beras lokal siam unus gambut, beras kualitas terbaik tadinya Rp56.000 per blek (kaleng isi 20 liter/16 kg) kini naik menjadi Rp60.000 per kaleng, gula pasir tadinya Rp6.300 per kg kini naik menjadi Rp6.500 per kg, dan serupa dengan tepung terigu cap Kompas tadinya Rp3.750 per kg kini naik menjadi Rp4.000 per kg.

Sejumlah pedagang di Banjarmasin membenarkan, harga kebutuhan pokok belakangan ini melonjak, karena persediaan menipis dengan meningkatnya permintaan pasar menjelang lebaran, hari raya Idul Fitri 1426 H, sedangkan pasokan stabil.

Kenaikan sejumlah kebutuhan pokok tersebut, diperkirakan akan terus berlanjut, dan puncaknya pada H-1, dan H+2 hingga H+3, dan tingkat kenaikan itu capai 20 hingga 50 persen, karena persediaan barang pada saat itu terbatas, dan sejumlah pedagang belum banyak yang membuka tokonya, kata salah seorang pedagang Sembako di Pasar lama, salah satu pasar tradisional tertua di Banjarmasin.

Pemerintah daerah melalui instansi terkait Kanwil Depperindag Kalsel, sebelumnya juga melakukan operasi pasar (OP) dan termasuk menggelar pasar murah yang berlangsung tanggal 25 hingga 28 Oktober lalu, tampaknya kurang berhasil untuk menekan tingkat lonjakan harga.

Misalnya gula pasir pada pasar murah itu dijual hanya Rp5.500 per kg, namun karena persediaan terbatas, 100 kilogram per hari itu, hanya 1 jam gula pasir murah itu sudah habis terjual, sementara harga gula pasir di pasaran saat ini sudah mencapai Rp6.300 hingga Rp6.500 per kg.

Sedangkan Data Depperindag Kalsel, stok gula pasir yang terhimpun dari 13 anggota Asosiasi Pedagang Gula Bersatu (APGB) aktif tercatat 7 ribu ton, dan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan 1 hinga 2 bulan ke depan dari kebutuhan 4 ribu-5 ribu ton per bulan. ant


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


BISNIS
Bank Diserbu

Harga Kebutuhan Pokok Makin Melonjak


Penginapan Ikut Ketiban Rezeki


BMT-BAZ Salurkan Modal Bergulir


9 November Layanan Normal


Tiket Arus Balik Sudah Ludes


Puncak Permintaan Uang Kartal Rp2,7 T


Perlu Jaminan Berinvestasi Di Kalsel


Pencabutan PBNP Berbahaya


Ancaman Inflasi Jebloskan Rupiah


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123