MEMBLUDAKNYA jumlah penumpang kapal laut saat memasuki H-7 menjelang lebaran, ternyata
juga memberikan berkah tersendiri bagi para pemilik penginapan dengan tarif murah di
kawasan pelabuhan. Jika biasanya mereka hanya mendapatkan kunjungan 2-10 orang tamu pada
hari-hari biasa, kini minimal kedatangan 15 orang tamu per harinya.
Umumnya adalah para pemudik yang berasal dari daerah kabupaten yang jauh dari
Banjarmasin atau dari daerah tetangga seperti Kalteng dan Kaltim.
Seperti pantauan BPost di penginapan milik H Ifat dan Budiono di kawasan
Trisakti Banjarmasin, Minggu (30/10), tampak belasan pemudik yang menghabiskan waktu di
penginapan sembari menunggu kedatangan kapal mereka, KM Mabuhay, yang rencananya tiba
sekitar pukul 21.00 wita.
Menurut salah satu pengurus penginapan H Ifat, Kumala, penginapan tersebut telah
didirikan sejak tahun 2002. Pendiriannya sendiri secara tidak sengaja, karena melihat
adanya peluang usaha saat banyak penumpang dari daerah yang jauh tiba di pelabuhan lebih
awal dari jadwal kedatangan kapal.
Diakuinya, penginapan murah meriah seperti yang dikelolanya tersebut bersifat pasang
surut tergantung kepada jumlah penumpang yang mudik atau bepergian menggunakan kapal.
Dikatakan, sebenarnya untuk setiap orang hanya dikenakan tarif Rp4.000 saja. Namun
karena harus memberikan jatah kepada para calo yang mengantarkan para pemudik tersebut ke
penginapan mereka, maka tarif dinaikkan menjadi Rp5.000-Rp7.000.
"Kalau ruangannya penuh yah kita bisa dapat setidaknya Rp60 ribu-80 ribu
per hari. Karena sekarang kan kapal ada setiap hari. Tapi kalau hari-hari biasa yang
kapalnya jarang, paling cuma ada 2-5 orang penumpang, sehingga rejeki pun ikut
turun," imbuhnya.
Hal senada di ungkapkan pengurus penginapan Ruhui Rahayu milik Budiono. Selain
menyewakan ruang tamu rumahnya sebagai tempat lesehan bagi para pemudik, penginapan yang
mematok tarif Rp7.000 tersebut juga menyewakan kamar dengan tarif Rp25 ribu yang biasanya
penuh saat pemudik mencapai puncaknya sejak H-7 menjelang lebaran.
Namun, diakuinya pula rejeki nomplok tersebut hanya terjadi saat menjelang lebaran.
Karena di hari biasa, jumlah penumpang relatif sedikit.
Sementara itu, sejumlah pemudik yang tampak memanfaatkan penginapan di kawasan setempat
mengakui keberadaan penginapan yang sangat membantu mereka meskipun dengan kondisi yang
sangat sederhana. Widodo dan Sugianto misalnya, dua warga dari desa Bitahan Rantau yang
tiba di pelabuhan sekitar pukul 09.00 wita memilih beristirahat di penginapan H Ifat.
Rencananya mereka hendak mudik ke Malang, Jawa Timur.
Dengan membayar Rp5.000 per orang, mereka bersama dengan sekitar 15 orang pemudik
lainnya dari berbagai daerah di Kalsel berkumpul di penginapan yang lebih mirip sebagai
ruang tamu sebuah rumah. m4