:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Marhaban Ya Ramadhan
Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Selasa, 01 Nopember 2005 01:14:16


Penginapan Ikut Ketiban Rezeki

MEMBLUDAKNYA jumlah penumpang kapal laut saat memasuki H-7 menjelang lebaran, ternyata juga memberikan berkah tersendiri bagi para pemilik penginapan dengan tarif murah di kawasan pelabuhan. Jika biasanya mereka hanya mendapatkan kunjungan 2-10 orang tamu pada hari-hari biasa, kini minimal kedatangan 15 orang tamu per harinya.

Umumnya adalah para pemudik yang berasal dari daerah kabupaten yang jauh dari Banjarmasin atau dari daerah tetangga seperti Kalteng dan Kaltim.

Seperti pantauan BPost di penginapan milik H Ifat dan Budiono di kawasan Trisakti Banjarmasin, Minggu (30/10), tampak belasan pemudik yang menghabiskan waktu di penginapan sembari menunggu kedatangan kapal mereka, KM Mabuhay, yang rencananya tiba sekitar pukul 21.00 wita.

Menurut salah satu pengurus penginapan H Ifat, Kumala, penginapan tersebut telah didirikan sejak tahun 2002. Pendiriannya sendiri secara tidak sengaja, karena melihat adanya peluang usaha saat banyak penumpang dari daerah yang jauh tiba di pelabuhan lebih awal dari jadwal kedatangan kapal.

Diakuinya, penginapan murah meriah seperti yang dikelolanya tersebut bersifat pasang surut tergantung kepada jumlah penumpang yang mudik atau bepergian menggunakan kapal.

Dikatakan, sebenarnya untuk setiap orang hanya dikenakan tarif Rp4.000 saja. Namun karena harus memberikan jatah kepada para calo yang mengantarkan para pemudik tersebut ke penginapan mereka, maka tarif dinaikkan menjadi Rp5.000-Rp7.000.

"Kalau ruangannya penuh yah kita bisa dapat setidaknya Rp60 ribu-80 ribu per hari. Karena sekarang kan kapal ada setiap hari. Tapi kalau hari-hari biasa yang kapalnya jarang, paling cuma ada 2-5 orang penumpang, sehingga rejeki pun ikut turun," imbuhnya.

Hal senada di ungkapkan pengurus penginapan Ruhui Rahayu milik Budiono. Selain menyewakan ruang tamu rumahnya sebagai tempat lesehan bagi para pemudik, penginapan yang mematok tarif Rp7.000 tersebut juga menyewakan kamar dengan tarif Rp25 ribu yang biasanya penuh saat pemudik mencapai puncaknya sejak H-7 menjelang lebaran.

Namun, diakuinya pula rejeki nomplok tersebut hanya terjadi saat menjelang lebaran. Karena di hari biasa, jumlah penumpang relatif sedikit.

Sementara itu, sejumlah pemudik yang tampak memanfaatkan penginapan di kawasan setempat mengakui keberadaan penginapan yang sangat membantu mereka meskipun dengan kondisi yang sangat sederhana. Widodo dan Sugianto misalnya, dua warga dari desa Bitahan Rantau yang tiba di pelabuhan sekitar pukul 09.00 wita memilih beristirahat di penginapan H Ifat. Rencananya mereka hendak mudik ke Malang, Jawa Timur.

Dengan membayar Rp5.000 per orang, mereka bersama dengan sekitar 15 orang pemudik lainnya dari berbagai daerah di Kalsel berkumpul di penginapan yang lebih mirip sebagai ruang tamu sebuah rumah. m4


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


BISNIS
Bank Diserbu

Harga Kebutuhan Pokok Makin Melonjak


Penginapan Ikut Ketiban Rezeki


BMT-BAZ Salurkan Modal Bergulir


9 November Layanan Normal


Tiket Arus Balik Sudah Ludes


Puncak Permintaan Uang Kartal Rp2,7 T


Perlu Jaminan Berinvestasi Di Kalsel


Pencabutan PBNP Berbahaya


Ancaman Inflasi Jebloskan Rupiah


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123