Banjarmasin, BPost
Baitul Maal wat Tamwil (BMT) melalui Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (Pinbuk)
Kalimantan Selatan (Kalsel) bekerja sama dengan Badan Amil Zakat (BAZ) Kalsel menyalurkan
modal bergulir (revolving loan) bagi sejumlah kelompok tani di daerah ini.
Menurut Ketua BMT-Pinbuk Kalsel yang juga Ketua Bidang Pengembangan Baz Kalsel, Drs H
Agus Salim Matondang MM, penyaluran modal bergulir oleh BMT-Pinbuk dan BAZ Kalsel sudah
dilaksanakan sebanyak lima tahap.
"Tahap pertama pada 2000 dengan memberikan bantuan kepada petani sebesar
Rp13.527.962,50 kepada sebanyak 37 orang," jelas Agus, Minggu (30/10), didampingi
tiga pengurus BAZ Kalsel, yakni Ketua Umum Umar Yassin, Ketua Bidang Pertimbangan H
Aspihan Djarman, dan Sekretaris H Ilham Masykuri Hamdi.
Tahap II, imbuhnya, pembiayaan meningkat menjadi Rp 31.2929.000 dengan jumlah penerima
37 petani. Kemudian pada 26 Maret 2001 didirikan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (BMT B2M
Syariah) di Anjir Muara.
Selanjutnya, tahap III pada 2002 bekerja sama dengan BMT B2M Syariah memberikan
pembiayaan kepada perani Rp38.628.750 dengan penerima sebanyak 91 orang.
Tahap IV-2003 modal yang digulirkan Rp40 juta dengan jumlah petani 88 orang. Tahap
terakhir pada 2004 memberikan pembiayaan kepada 78 petani sebesar 33.228.500.
Menurut Agus, penyaluran modal bergulir BMT dan BAZ ini sebagai upaya memberdayakan
ekonomi kerakyatan selain bantuan yang sifatnya konsumtif. "Kita berupaya juga
memberikan bantuan yang sifatnya produtif atau bisnis. Kalau konsumtif akan habis, tapi
kalau produktif maka terus berkembang dan diharapkan mereka yang telah kita biayai ke
depannya balik menjadi donatur di BAZ," ujarnya.
Agus mengungkapkan, bukti nyata keberhasilan penyaluran dana bergulir dari BAZ ini
adalah pada dua usaha yang sudah cukup berhasil, yakni di Anjir Muara dan Kuin Selatan.
Seperti di Kuin Selatan, sebut Agus, modal bergulir yang diberikan awalnya Rp80 juta,
sekarang sudah tumbuh lebih Rp620 juta dengan jumlah anggota pembiayaan 3.968 dan anggota
penyimpang 425.
"Kalau pengelolaan zakat bisa dikembangkan ke arah produktif seperti ini, insya
Allah kita mampu mengangkat ekonomi lemah. walau dengan dana boleh dibilang terbatas,
kami berupaya mengelola semaksimal mungkin agar mampu mengangkat ekonomi kerakyatan,"
tegas Agus.
Menurut dia, hal ini perlu disampaikan agar masyarakat terutama yang telah menyalurkan
harta mereka melalui BAZ, bahwa apa yang telah disampaikan benar-benar diarahkan untuk
pengembangan ekonomi masyarakat, di samping membantu masyarakat tidak mampu melalui
bantuan yang sifatnya konsumtif seperti memberikan keperluan sholat dan kebutuhan pokok
lainnya. er