Banjarmasin, BPost
Puncak arus balik penumpang dari pulau Jawa terutama melalui pelabuhan Tanjung Emas,
Semarang, tampaknya bakal terjadi pada 12 November mendatang. Hal itu ditandai dengan
telah ludesnya tiket untuk arus balik dari pulau Jawa melalui pelabuhan setempat.
Hanya sayangnya, untuk arus mudik tahun ini jumlah penumpang yang menggunakan KM Egon
milik PT Pelni kurang dari target 6.000 penumpang atau hanya memenuhi sekitar 70 persen.
Kepala PT Pelni Cabang Banjarmasin, Bachtiar Sipahutar, mengatakan hal itu dipengaruhi
adanya pecahan arus penumpang yang lebih banyak memilih menggunakan kapal dengan rute
Surabaya. Karena seperti diketahui, kapal dengan tujuan Surabaya hampir selalu ada setiap
hari.
"Yah memang sedikit terjadi penurunan, karena berbagai faktor. Tapi mungkin
juga karena kapal kita masih baru beroperasi sehingga masyarakat belum terbiasa,"
ujarnya, Senin (31/10).
Dia mengatakan, dari empat kali call, puncak penumpang justru terjadi pada 27
dan 30 Oktober lalu. Sedangkan saat ini sudah mulai terjadi penurunan jumlah penumpang.
Kendati demikian justru tiket untuk arus balik setelah Lebaran mulai diminati calon
penumpang, katanya. Hal itu terlihat dari antusias calon penumpang yang banyak memesan
tiket melalui layanan tiket on-line PT Pelni.
"Tiket untuk balik ke sini malah sudah ludes untuk tanggal 12 November, setidaknya
seluruh seat telah terisi. Tapi kita masih buka untuk yang tanggal 6 dan 9
Novembernya," imbuhnya seraya mengatakan untuk memberikan service maksimal, pihaknya
membagikan snack tambahan kepada para pemudik yang menumpang KM Egon dari
Banjarmasin ke Semarang.
Terminal Sepi
Sementara itu, dari pantauan di Terminal Induk Km 6, Banjarmasin, meski sudah memasuki
H-3, arus mudik Lebaran yang menggunakan jasa transportasi darat masih biasa-biasa, tak
terjadi lonjakan berarti.
Sejumlah armada bus dan colt di semua jurusan baik antar-kota maupun antar-propinsi
masih menunjukkan kegiatan yang normal seperti biasa.
PO Yayasan Joeang, misalnya, yang biasa melayani angkutan darat jurusan Muara Teweh,
Buntok dan Kotabaru hingga kini masih biasa-biasa saja.
"Belum ada peningkatan berarti. Tarif yang berlaku kita pakai batas atas sesuai
ketetapkan gubernur, soalnya tak ada lagi tuslah," kata Umi Maryam, salah satu
petugas loketnya.
Kepala Terminal Induk Km 6 Drs Yunus Bawoel mengatakan, secara teknis persiapan
angkutan Lebaran telah siap baik personel, posko hingga armada cadangan.
Diprediksi Yunus, diterminal induk km6 arus mudik akan meningkat sekitar H-2 Lebaran.
Pada saat itu sama dengan tahun -tahun sebelumnya pasti terjadi lonjakan penumpang
keberbagai tujuan. m4/c8