Jakarta, BPost
Bank Indonesia (BI) menyatakan puncak permintaan uang kartal oleh bank-bank terjadi
pada Jumat (28/10) dengan nilai nominal sebesar Rp2,7 triliun.
"Dibandingkan tahun lalu, angka ini meningkat dari posisi Rp 2,2 triliun,"
kata Direktur Direktorat Pengedaran Uang BI, Lucky Fathul, Minggu (30/10).
Jumlah pasokan uang kartal dari BI kepada bank-bank untuk keperluan lebaran tahun ini
juga meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu.
Selama 20 hari kerja hingga 28 Oktober, lanjut Lucky, BI telah menyalurkan uang kartal
sejumlah Rp 39,5 triliun pada bank-bank. Jumlah itu naik sekitar Rp9,5 triliun dibanding
tahun lalu.
Kenaikan jumlah pasokan uang itu, menurut dia, disebabkan dua faktor. Pertama, Lebaran
yang setiap tahun menunjukkan peningkatan kebutuhan uang kartal dari masyarakat. Kedua,
kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang juga menyumbang peningkatan kebutuhan uang
kartal.
Bank Indonesia, lanjut dia, memprediksi uang kartal akan kembali masuk ke sistem
perbankan dan BI sepekan setelah 8 November. "Biasanya para pedagang kembali
memasukkan hasil penjualannya ke bank pada hari-hari itu," papar Lucky.
Sebelumnya, Gubernur BI Burhanuddin Abdullah menilai peningkatan pasokan uang kartal
tersebut disebabkan besarnya tingkat inflasi, naiknya harga-harga barang, dan peningkatan
denominasi yang dibutuhkan masyarakat. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang terjadi saat
ini berakibat pada meningkatnya kebutuhan akan uang kartal.
Ia juga memastikan sejumlah uang kartal yang telah disediakan BI cukup untuk memenuhi
kebutuhan hingga dua bulan yang akan datang. "Biasanya sekitar Rp 20 triliun keluar
pada saat lebaran untuk dipakai masyarakat. Satu bulan setelah itu secara beruntun, uang
akan masuk lagi ke dalam sistem perbankan dan BI," tuturnya. ti