Banjarmasin, BPost
Peredaran narkoba di Kalimantan Selatan tampaknya sudah sangat memprihatinkan. Dari
3,2 juta penduduk di Kota Banjarmasin, 1,5 persennya ditengarai telah terjerat narkoba.
Tak hanya itu Kalimantan Selatan pun tercatat sebagai wilayah terbesar nomor empat
peredaran narkoba di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Kapolda Brigjen Drs Bambang
Hendarso Danuri MM saat meresmikan Direktorat Narkoba Polda Kalsel, Senin (31/10) siang.
"Kasus narkoba sudah sangat memprihatinkan. Hampir 60 persen dari keseluruhan
tahanan di Polda Kalsel merupakan terlibat kasus narkoba," ungkap Bambang.
Dijelasakan Bambang, untuk tindak pidana umum bisa diungkap dengan data penangkapan.
Namun untuk data narkoba pengungkapannya tak bisa seperti itu. Apalagi selama ini korban
dari obat-obatan terlarang ini tak hanya merasuki korban dari generasi muda saja, tetapi
ada juga kalangan usia lanjut yang termasuk korban narkoba.
"Strategi kapolri narkoba bukan hanya musuh Polri namun sekarang sudah menjadi
musuh bangsa dan negara," ungkap Bambang dengan tegas.
Untuk menyikapi hal itu, Polda Kalsel secara struktural perlu membentuk organisasi yang
berdiri sendiri, dimana nantinya diharapkan bisa lebih efektif mengungkap jaringan
narkoba.dwi