:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Marhaban Ya Ramadhan
Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Selasa, 01 Nopember 2005 01:36


Gubernur Borong 1500 Ketupat

KETUPAT selalu menjadi simbol perayaan hari besar umat Islam pada hari raya Idul Fitri. Tanpa ketupat, lebaran Idul Fitri serasa belum lengkap.

Bahkan bentuk kerongkong (bungkus) ketupat yang persegi dan terbuat dari janur (daun kelapa maupun rumbia muda) berwarna kuning muda terkadang dijadikan hiasan di hari lebaran.

Terkait hal tersebut, pada perayaan Hari raya Idul Fitri 1426 H ini, Gubernur Kalsel Rudy Ariffin telah memborong sekitar 1500 lebih kerongkong ketupat--tepatnya 1.515 buah. Namun kerongkong ketupat tersebut bukan digunakan untuk membuat ketupat nasi, melainkan disiapkan untuk hiasan dinding.

Seribu lima ratus kerongkong ketupat itu terdiri dari 1000 kerongkong janur berukuran biasa, 500 kerongkong ketupat berbahan plastik dan 15 buah kerongkong janur berukuran jumbo. Ukuran jumbo yakni kerongkong ketupat yang mampu menampung 5 liter beras.

Lebaran Idul Fitri nanti, Rudy Ariffin mengadakan open house dan silaturahmi di Mahligai Pancasila. Karena itu untuk mempercantik Mahligai dengan mengedepankan tema lebaran, Mahligai Pancasila disulap dengan dihiasi 1.515 lebih ketupat.

Dari pantauan BPost tadi malam, di Mahligai Pancasila tampak empat orang pekerja sibuk memasang kerongkong ketupat untuk hiasan itu. Mereka berbagi tugas menggantungnya, baik di luar ruangan maupun di dinding-dinding.

Sementara penjual kerongkong yang beruntung mendapat borongan itu, yakni Djafri (43) di Jalan Sungai Baru, Banjarmasin. Ternyata Dajfri merupakan langganan gubernur setiap Idul Fitri tiba.

"Kami sudah menjadi langganan bubuhan gubernuran setiap Idul Fitri sejak gubernurnya Pak Sjachriel Darham. Dan setiap tahun, jumlahnya selalu sama," tuturnya kepada BPost. Menurut keterangan Djafri, nominal dari keseluruhan kerongkong ketupat itu senilai Rp2.300.000.

Dajfri yang menggeluti usaha tersebut sejak 1995 lalu mengaku, mendekati lebaran Idul Fitri tiba ia telah menaikkan harga kerongkong ketupat tersebut. Alasannya, mengikuti hukum ekonomi, yakni dimana permintaan meningkat pasti harga pun merambat naik.

"Habisnya bahan juga tambah larang. Kalau tenaganya kita gawi beramai-ramai sekeluargaan," tandasnya.

Ia menambahkan, pada lebaran Idul Fitri atau lebaran haji keluarganya mendapatkan rezeki lebih dari pesanan yang memang meningkat tajam. Sebagai contoh, sampai dengan kemarin ia telah menjual sebanyak 5 ribu kerongkong ketupat.c2


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Banjarmasin Plus
Jaringan Narkoba Digulung

1,5 Persen Penduduk Terjerat Narkoba


H Mansyah Dijebloskan Ke LP


Karo Personel Polda Disidang


Gubernur Borong 1500 Ketupat


Anggaran Land Cruiser Mulus


Angkutan Mudik Diuji Kelayakannya


Stres, Tenggak Racun Serangga


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123