Banjarmasin, BPost
Rapat Paripurna DPRD Kalsel akhirnya menyetujui perubahan Anggaran Pendapatan Dan
Belanja Daerah (APBD) Kalsel 2005 tanpa perdebatan sedikit pun. Kesimpulannya, perubahan
APBD yang dimasukan dalam Anggaran Belanja Tambahan (ABT) itu mulus hingga diketok
pimpinan rapat dengan kata disetujui.
Hal ini sedikit kontradiktif dengan pernyataan beberapa anggota fraksi di DPRD Kalsel,
beberapa waktu lalu. Sebelumnya beberapa fraksi di Rumah Banjar itu gembar-gembor akan
menolak tegas beberapa item dalam ABT 2005 itu.
Item yang dikritik itu antara lain tentang pembelian mobil operasional gubernur-wakil
gubernur, dengan merek Land Cruiser yang memakan dana APBD Kalsel hingga Rp2,3 miliar.
Saat itu mereka berpendapat nominal yang diajukan gubernur itu terlalu tinggi. Seharusnya
gubernur harus berhemat mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang sedang susah.
Lain dulu lain sekarang. Pada rapat paripurna yang digelar di Ruang Rapat Paripurna
DPRD Kalsel, hanya fraksi PKS yang tetap konsisten menyoroti pembelian mobil Land Cruiser.
Meski secara garis besar mereka menyetujui perubahan APBD, namun dalam pandangan akhir
FPKS memberikan catatan penggunaan ABPD untuk pembelian mobil operasional tersebut.
"Fraksi PKS berpendapat, pengadaan mobil operasional semewah Land Cruiser itu
tidak mencerminkan rasa empati atas penderitaan rakyat akibat kenaikan harga BBM yang
diikuti dengan melambungnya harga bahan pokok selama bulan Ramadhan. Pengadaan mobil mewah
sama saja melukai rakyat kita sendiri," ungkap Ibnu Sina.
Sementara itu, menanggapi penolakan FPKS tersebut, Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin
menyatakan pertimbangan membeli mobil mewah Land Cruiser itu didasarkan pada daya jelajah
mobil. Menurutnya, dibanding dengan kepampuannya merek termasuk yang termurah.
"Jangan dilihat harganya, tapi kita lihat kegunaan dan kemampuan mobil tersebut.
Pertimbangan kita kan agar dalam melakukan peninjauan ke desa terpencil pun dapat
terjangkau," kata Rudy.c2