Kandangan, BPost
Menjelang Lebaran, penganan khas kota Kandangan, Hulu Sungai Selatan (HSS) dodol
laris manis di pasaran. Para perajin yang tersebar di penjuru HSS pun tampak sibuk
melayani orderan dalam sepekan terakhir.
Tidak jarang, ada di antara perajin yang malah menghentikan produksi harian dan lebih
fokus untuk memproduksi pesanan lebaran. Ini dilakukan perajin yang telah memiliki
pelanggan setia. Mereka mengurangijatah dodol yang dijual eceran demi pesanan untuk
pengananlLebaran.
"Alhamdulillah, masih ada rezeki tahun ini. Kami tidak berani juga terlalu banyak
menjual ceran kalau pesanan yang lebih pasti sudah ada. Takut produksinya tidak
bagus," tutur perajin di sekitar Desa Wasah Kecamatan Simpur.
Namun demikian, tak urung di antara perajin mengeluhkan kenaikan BBM. Mereka terpaksa
harus berpikir lebih jeli untuk mampu bertahan, menuai keuntungan produksi.
Tahun ini, beberapa perajin mengaku tidak terlalu tinggi menaikkan harga, hanya untuk
menutupi ongkos produksi karena meningginya harga bahan baku dodol.
Lebaran, ternyata tidak hanya memberi berkah pada perajin dodol. Industri rumahan lain
yang menjadi bahan baku dodol pun ikut terdongkrak. Gula merah misalnya, penjualnya juga
mengaku memetik
berkah Ramadhan hingga lebaran karena volume pemakaian gula asli khas HSS ini lebih
besar ketimbang hari biasanya, hingga harganya pun mengikuti pasar. "Tidak terlalu
besar . Tapi alhamdulillah lumayan. Selain eceran, pedagang pasar wadai dodol juga meminta
lebih banyak. Apalagi ,mendekati hari raya," kata Sahdi, seorang perajin gula merah
di Kecamatan padang Batung.
Sekadar diketahui, hampir 99 persen industri di kabupaten ini bergerak pada batasan
kecil. Industri rumah tangga yang cukup berjalan sangat lama, secara turun temurun.ant