PENGANGKATAN batu limbah PT Indosement Tunggal Prakarsa (ITP) Tarjun Kotabaru,
akhirnya mulai dilaksanakan pada 28 Oktober lalu. Selain menyimpan kisah seputar hal
teknis, proses pengangkatan juga diwarnai dengan kisah menarik, mulai hal berbau gaib
hingga penemuan mutiara dalam kerang di areal buangan batu tersebut.
Cerita berawal dari proses pengangkatan batu yang dilakukan PT Dewi Rahmi selaku
kontraktor, yang bertugas mengangkat batuan limbah tersebut terpaksa menggunakan tokoh
adat Desa Rampa, untuk menggelar ritual sebelum pengangkatan batuan tersebut.
Pasalnya, setelah dilakukan survei oleh penyelam, baik yang manual (tradisional) hingga
penyelam profesi, mengatakan kuadran A dinyatakan positip ditemui batu.
Namun, setelah akan diangkat menggunakan alat keruk dari atas ponton, ternyata batuan
tersebut tidak ditemui. Setelah dilakukan berulang kali masih terjadi hal serupa, sehingga
H Manan selaku tokoh adat Desa Rampa menggelar acara ritual, dengan menggunakan sesajen.
Pelepasan sesajen berupa telur dan sejumlah kembang dilakukan di kuadran A blok B1.
Seperti dikisahkan Rahmad Sumarlin, pengawas dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi)
Kalsel, kejadian tersebut benar-benar terjadi.
Anehnya, setelah digelar acara ritual tersebut, barulah pengangkatan batu bisa
dilaksanakan. Batu limbah yang sudah disurvei dan siap diangkat, akhirnya bisa terangkat
dengan alat berat.
Kisah unik lainnya juga terjadi, yaitu dengan ditemukannya beberapa mutiara yang
berasal dari kerang dalam batuan tersebut. Beberapa kerang yang turut terangkat, di
dalamnya ternyata terdapat mutiara, sehingga menghebohkan para pekerja. Mutiara itu asli
dari kerang yang berkembangbiak dalam batuan tersebut.
Hal itu dibenarkan pengawas perwakilan INSAN Nurdin yang membenarkan kejadian tersebut,
mutiara dalam kerang benar ada. Sehingga beberapa pekerja beberapa kali membuka kerang
yang ikut dalam batuan.
Sementara untuk memenuhi target pekerjaan agar bisa selesai, pihak kontraktor telah
mengatur shift untuk bisa bekerja 24 jam dengan target pengangkatan 1.000 meter
kubik per hari, sehingga blok 1 dapat selesai dalam seminggu. m1