:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Marhaban Ya Ramadhan
Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Selasa, 01 Nopember 2005 01:07:23


Dana Pembersihan Sungai Ditelisik

Marabahan, BPost
Kejaksaan Negeri (Kajari) Marabahan berjanji akan melakukan menelisik dua kasus, terkait dugaan penyimpangan sisa dana penggunaan pemeliharaan jaringan irigasi pembersihan sungai di Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, Pariwisata dan Kebudayaan (LKPB) Batola serta sisa dana pembersihan total Sungai Hadangan Kecamatan Kuripan.

Kepala Kajari Marabahan, M Yusuf SH mengakui pihaknya saat ini mulai melakukan penelisikan terhadap dua kasus tersebut, dengan mengumpulkan sejumlah data dan informasi.

"Selain mengumpulkan data dan informasi kami juga akan membentuk tim untuk melakukan penelisikan. Bila perlu kami akan memanggil pihak-pihak yang terkait mengenai masalah tersebut, dalam hal ini Kadis LKPB serta camat Kuripan," katanya ketika ditemui beberapa waktu lalu.

Menurut Yusuf, untuk kasus dugaan tindak pidana korupsi, kejaksaan akan lebih fokus dalam melakukan penyelidikan apalagi hal tersebut berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Apabila memang ada penyimpangan, pihaknya akan mengambil tindakan yang lebih lanjut.

"Apabila benar ada penyimpangan maka kami membentuk tim penyidikan, apakah ada indikasi memenuhi unsur tindak pidana korupsi," ujarnya.

Seperti diberitakan, Ketua LSM Penelitian Pengkajian Pembangunan Daerah Batola (P3DB) Kabupaten Batola, Asia Thaysoni mempertanyakan sisa dana pembersihan beberapa sungai Di Kecamatan Marabahan, yang tercantum di APBD Batola tahun 2005 sebesar Rp60 juta.

Berdasarkan data yang ia miliki, hasilnya pengerjaan proyek pembersihan beberapa sungai tersebut berbeda, dan hanya direalisasikan sebesar Rp10 juta, sisanya sekitar Rp50 juta tak jelas keberadaannya.

Permasalahan yang sama juga dilontarkan beberapa warga di Desa Rimbun Tulang, Kecamatan Kuripan tentang sisa dana pemeliharaan (pembersihan total) Sungai Hadangan di desa mereka.

Menurut beberapa warga, pembersihan total Sungai Hadangan tersebut sesuai yang tercantum di APBD berjumlah sekitar Rp34,5 juta namun realisasinya hanya menghabiskan dana sekitar Rp10 juta.

"Jumlah realisasi yang dikeluarkan Camat Kuripan hanya sekitar Rp10 juta, dengan pembagian Rp8 juta untuk warga yang ikut melakukan pengerjaan pembersihan sungai, sedang Rp2 juta untuk Badan Perwakilan Desa (BPD) sebagai pengawas. Setiap warga diberikan imbalan sebesar Rp65 ribu per orang," kata warga yang enggan disebutkan namanya ini. c3


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Kalimantan Selatan
KPUD-Eksekutif Berdamai

Dana Pembersihan Sungai Ditelisik


Golongan I-II Dapat Parsel


Jumlah Hadiah Ditambah


Walikota Gelar Open House


Panyapu Jalan Dapat Bingkisan


PNS Akhirnya Diberi THR


Disiapkan Empat Posko


Uangnya Untuk Berfitrah


Rezeki Tukang Cukur Menyambut Lebaran
Sehari Rp200 Ribu


Dodol Kandangan ‘Banjir’ Order


Camat Tak Bisa Cuti Lebaran


Di Balik Pengangkatan Batu Limbah ITP
Mulai Soal Gaib Hingga Dapat Mutiara


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123