:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Marhaban Ya Ramadhan
Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Selasa, 01 Nopember 2005 01:07:59


Uangnya Untuk Berfitrah

Kandangan, BPost
Wajah nenek Khadijah begitu sumringah saat menerima dana Subsidi Langsung Tunai (SLT). Kini uang senilai Rp300.000 sudah di tangannya. Janda warga Desa Telaga Bidadari, Kecamatan Sungai Raya ini pun mengucap lirih "Alhamdulillah".

Berjalan tertatih-tatih dituntun petugas, wanita yang sudah memasuki usia di atas 80 tahunan ini pun duduk sejenak. Saat dihampiri dan ditanya, untuk apa uangnya itu, jawaban singkat Nini Khadijah begitu mengejutkan.

Subhanallah, saat orang banyak berlomba-lomba mengaku miskin setelah ada program humanis SBY, nenek ini ternyata memiliki cita-cita mulia untuk memanfaatkan dana SLT yang diterimanya di penghujung Ramadhan.

Pokoknya, semua kesusahan yang telah dialaminya diidam-idamkannya akan berakhir dengan Rp300.000 tersebut. Tapi, jangan salah di antara kegembiraannya tersebut, saat menyongsong hari lebaran yang fitri, ia masih teringat dengan nasib teman-temannya yang terkadang makan terkadang tidak.

Ingin tahu apa yang dicita-citakanya? Nini Khadijah, wanita renta yang mencari nafkah sebagai petani penggarap sawah milik orang lain yang notabene tercap sebagai orang yang layak menerima zakat fitrah-- ternyata masih ingat untuk menyisihkan uangnya untuk memenuhi rukun Islam ke empat, berzakat fitrah.

Bukan kesenangan pribadi yang dipikirkannya. Tapi jauh dari itu, ia masih berpikir bagaimana agar teman sekitarnya dapat juga menikmati Rp300.000 tersebut.

Alih-alih berpikir membeli baju, baginya mencukupi keperluan akan makan sendiri dan satu saudaranya, uang tersebut jauh lebih dari cukup. Karena itu, akunya ia pun ingin berfitrah mensucikan hati dengan rezeki yang diterimanya, berbagi dengan sesama kaumnya.

"Napang-ada, gasan bafitrah ai. Gasan kawal nang kada dapat," ujarnya masih dengan suara pelannya. Ia terus saja memegang erat KKB dan tiga lembar uang Rp100.000-an yang baru saja diterimanya, sambil tersenyum penuh arti.

Sempat, ia merasa ketakutan, tidak dapat mengambil dana yang belakangan memunculkan ekses sosial ini. Banyak peringatan yang didengarnya dari kanan dan kiri. Namun dengan jalan yang Kuasa lah, dalam dirinya pun terbersit niat yang sangat mulia.

Kalau orang lain yang lebih mampu terjadang lupa akan kewajiban ini, Nini Khadijah justru mengagendakan zakat fitrah di baris teratas. Jauh dari nafsu duniawi, sebagaimana kebanyakan dilakukan tidak sedikit orang. anita k wardhani


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Kalimantan Selatan
KPUD-Eksekutif Berdamai

Dana Pembersihan Sungai Ditelisik


Golongan I-II Dapat Parsel


Jumlah Hadiah Ditambah


Walikota Gelar Open House


Panyapu Jalan Dapat Bingkisan


PNS Akhirnya Diberi THR


Disiapkan Empat Posko


Uangnya Untuk Berfitrah


Rezeki Tukang Cukur Menyambut Lebaran
Sehari Rp200 Ribu


Dodol Kandangan ‘Banjir’ Order


Camat Tak Bisa Cuti Lebaran


Di Balik Pengangkatan Batu Limbah ITP
Mulai Soal Gaib Hingga Dapat Mutiara


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123