Palangka Raya, BPost
Menjelang penentuan akhir Ramadhan dan awal syawal 1426 H, Kantor Wilayah Departemen
Agama Kalimantan Tengah menyatakan rukyat akan dilakukan di tiap Kandepag kabupaten/kota
yang berjumlah 14 se-Kalimantan Tengah.
Kepala Bidang Urusan agam Islam Kanwil Depag Kalteng HM Husni Muhyidin di Palangka
Raya, Senin (31/10) mengatakan sesuai instruksi Direkur Jenderal Bimbingan Masyarakat
Islam dan Penyelenggara Haji bahwa rukyat dilaksanakan oleh tim dari tiap Kandepag pada
Rabu, 2 November 2005 menjelang terbenamnya matahari.
Tim rukyat dalam pelaksanaannya nanti akan disaksikan oleh Majelis Ulama Indonesia,
Forum Ukhuwah Islamiyah, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan dua orang dari Badan Pertanahan
Nasional dan Pengadilan Tinggi Agama sebagai teknisi peralatan.
"Sebagaimana ajaran islam bahwa berpuasa dan berbukalah kamu ketika melihat hilal
(bulan sabit sebagai awal bulan) maka pelaksanaan rukyat sebagai penentuan awal syawal
dilakukan pada tanggal 29 Ramadhan menjelang matahari terbenam atau sekitar jam 17.15
WIB," katanya.
Menurut dia, jika waktu rukyat posisi hilal berada di atas ufuk dan dapat dilihat maka
esok harinya sudah masuk bulan syawal 1426 H, dan puasa ramadhan hanya berlangsung selama
29 hari.
"Namun menurut perhitungan (hisab) diperkirakan ketinggian hilal berada antara
130 detik sampai 3' di atas ufuk. Posisi ini masih kritis untuk bisa dilihat
sehingga ada kemungkinan hilal terlihat dan tidak, apalagi kalau mendung," katanya
sembari menambahkan posisi hilal yang dapat dilihat dengan jelas berada lebih 4' di atas
ufuk.
Waktu melihat hilal sendiri berlangsung cukup singkat sekitar 4 menit (1') sebelum
matahari tenggelam karena hilal mengikuti matahari tenggelam.
Untuk melihat hilal biasanya dilakukan di tempat terbuka seperti pantai dan
tempat-tempat yang tinggi. Khusus untuk Palangka Raya akan dilakukan di lantai 7 Gedung
Batang Garing, sedangkan yang bertempat di pantai kemungkinan dilakukan di Sampit, Kotim
dan Kobar.
Menyinggung hasil hisab Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menyatakan 1 syawal jatuh pada
Kamis, Husni menyatakan, hal itu merupakan putusan ormas Islam bukan putusan pemerintah.
"Sesuai dengan sunnah nabi bahwa rukyat adalah penentu awal bulan sehingga hisab
hanya dijadikan acuan. Namun demikian diharapkan masyarakat menunggu hasil sidang dari
pemerintah," lanjutnya.
Hasil rukyat masing-masing Kandepag akan langsung dikirim via Fax ke Pusat sekitar
pukul 17.30 WIB dan nantinya sidang isbat penetapan syawal dilakukan di pusat dan
ditetapkan oleh Menteri Agama. ant