Palangka Raya, BPost
Anggota Depan Perwakilan Daerah (DPD) asal daerah pemilihan Kalteng mengaku sering
kesulitan mendapatkan data-data terkait pembangunan di Kalteng. Hal itu diakui kurang
lancarnya koordinasi antara DPD dengan pemerintah propinsi (pemprop) setempat.
Hal itu terungkap saat pertemuan antara dua anggota DPD asal daerah pemilihan Kalteng
yaitu Prof KMA Usop MA dengan Hj Permanasari dengan jajaran Pemprop Kalteng yang dipimpin
langsung Gubernur Kalteng, Agustin Teras Narang, Senin (31/10).
Menurut Permanasari, pihaknya sering kesulitan mendapatkan data tentang suatu masalah
di Kalteng sehingga menjadi hambatan dalam berbicara banyak menyakinkan pemerintah. Data
sangat penting untuk mendukung argumentasi anggota DPD dalam meyakinkan pemerintah agar
mengabulkan usulan pemprop Kalteng.
"Kami kadang kesulitan karena saat mencoba menjelaskan lebih rinci kepada
pemerintah tapi datanya kurang. DPD memang tidak memutuskan dalam hal anggaran namun bisa
memberi pertimbangan serta punya kesempatan untuk meyakinkan pemerintah," katanya.
Menurut anggota Panitia Ad-Hock (PAH) IV yang membidangi anggaran ini, pihaknya sangat
membutuhkan masukan dari pemprop terkait masalah-masalah yang dihadapi. Dengan adanya
informasi tentang-tentang isu-isu tersebut diharapkan ada keselarasan antara pemprop dan
DPD dalam memperjuangkan masalah yang sama dengan skala prioritas di pusat.
Belum lama ini keempat anggota DPD asal daerah pemilihan Kalteng yaitu Prof KMA Usop
MA, Hj Permanasari, KH Haderani dan Abi Kusno turun ke beberapa daerah di Kalteng. Namun
diakui sedikit terhambat karena kurangnya koordinasi dengan pemerintah daerah.
Karena itu pihaknya berharap koordinasi antara kedua pihak ini lebih ditingkatkan
karena mempunyai tujuan yang sama yaitu memperjuangkan kepentingan masyarakat Kalteng.
"Jadi apa yang kami perjuangkan melalui DPD sudah singkron dengan apa yang juga
dilakukan pemerintah daerah," ujarnya. mgb