Sampit, BPost
Brigadir Prakoso, anggota Pos Polisi Desa Mentaya Seberang Sampit, ditemukan tewas
setelah dua hari tenggelam akibat terpeleset saat menyambangi kapal phinisi atau imbal
pengangkut kayu yang melewati Sungai Mentaya, Sabtu (29/10) malam pukul 20:30 WIB.
Arapat kepolisian sejak dua hari yang lalu sibuk mencari tubuh korban yang dinyatakan
hilang sejak Sabtu malam itu.
Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, petugas Pos Polisi Mentaya Seberang ini
pada malam minggu lalu dengan menumpang sebuah kelotok yang disopiri Wahyu Effendi
berusaha menyambangi kapal imbal Berkat Saadah yang kebetulan milir di sungai
itu.
Wahyu yang menjadi motoris kelotok sempat mengantarkan korban hingga korban naik ke
atas kapal imbal. Namun beberapa saat saat korban ingin kembali ke kelotok tiba-tiba
terjatuh dan menghilang secara misterius.
"Saya tak tahu dia tiba-tiba jatuh dan menghilang saat ingin saya jemput,"
ujar Wahyu motoris kelotok yang mengantarkan korban, Senin (31/10).
Menurut Wahyudi, saat itu kelotok yang dikemudikannya, memutar di belakang kapal imbal
menghindari arus roda kapal. Entah mengapa katanya, secara tiba-tiba dia mendengar suara
keras seperti benda yang terjatuh.
Wahyudi berusaha mencari korban namun tak juga ketemu. Diperkirakan, korban saat itu
terpeleset jatuh terbentur benda keras sehingga tak sadarkan diri dan tenggelam.
Senada diungkapkan, Anto nahkoda Kapal imbal Berkat Saadah. Menurutnya,
saat itu dia hanya mendengar suara benda terjatuh ke sungai dan tak menyangka yang jatuh
adalah anggota pospol yang baru menyambanginya.
Wakapolres Kotim Kompol, Seth S Lumowa mengatakan, korban tewas saat menjalankan tugas.
Menurutnya, korban saat itu terpeleset dan terjatuh ke sungai dan sempat menghilang dua
hari dan ditemukan tewas, Senin (31/10) pagi .
Korban yang berasal dari Cilacap ini. Menurut Wakapolres, telah dipromosikan pindah
tugas ke Pulau Jawa karena telah lama bertugas di Sampit. Bahkan katanya, pemindahan
tugasnya hanya tinggal tunggu waktu sebab SK-nya sudah keluar. tur