Palangka Raya, BPost
Komitmen Pemerintah Propinsi (Pemprop) Kalteng menggratiskan seluruh pungutan sekolah
siswa SD-SMP dan sederajat 2006 mendatang disambut gembira banyak kalangan. Tidak
terkecuali DPRD Propinsi yang sudah sejak lama menginginkan kebijakan tersebut.
Meski demikian, kebijakan sekolah gratis belum menyelesaikan masalah urgen yang terjadi
di dunia pendidikan di Kalteng. Masalah penting lain yang harus segera dicarikan solusinya
adalah kurangnya guru atau tenaga pengajar di pedalaman yang diakibatkan tidak meratanya
penyebaran guru di Kalteng.
Sekretaris Komisi E DPRD Propinsi, Arief Budiatmo mengatakan minimnya guru di pedalaman
merupakan masalah besar yang harus segera diselesaikan. Kendala masyarakat di pedalaman
untuk mengantarkan anak mereka ke bangku sekolah bukan semata-mata masalah biaya, tetapi
lebih dikarenakan kurangnya guru pengajar di sekolah tersebut.
"Kami menyambut gembiran dan mendukung penuh program sekolah gratis yang
dicanangkan Pak Gubernur. Namun dari hasil kunjungan kami di beberapa daerah yang justru
menjadi masalah adalah kurangnya tenaga guru di pedalaman. Meski sekolah gratis tapi
gurunya cuma satu atau dua, mana bisa mereka mendapatkan pendidikan yang layak? katanya
setengah bertanya.
Atas dasar pemikiran itu, pihaknya meminta program sekolah gratis nantinya juga
dibarengi dengan pembenahan da pemerataan penyebaran guru. Pemprop melalui Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) harus mempunyai program yang jelas serta ketegasan
dalam penempatan guru.
Salah satu solusi yang ditawarkan dewan beberapa waktu lalu, kata Arief, adalah dengan
memberi insentif kepada setiap guru yang ditempatkan di daerah terpencil. Dengan demikian
setiap guru merasa betah karena mendapatkan reward yang sebanding dengan jerih payahnya
mengabdi di pedalaman.
Langkah lain yang bisa dipertimbangkan adalah dengan memberlakukan sistem kontrak dalam
penempatan guru. Setiap guru yang ditempatkan di mana saja termasuk di daerah pedalaman
mempunyai ikatan kontrak minimal lima tahun sehingga tidak boleh pindah dari sekolah yang
telah ditunjuk.
"Dengan begitu tidak akan ada lagi guru di pedalaman yang ngotot minta pindah ke
kota. Masalahnya cuma itu agar kita bisa meningkatkan kualitas pendidikan di daerah kita.
Kita harus menyadari bahwa saat ini banyak orangtua yang justru menyekolahkan anak mereka
ke luar daerah seperti ke Kalsel atau ke Pulau Jawa karena menganggap pendidikan disana
lebih bagus," kata anggota dewan dari PAN ini.mgb