:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Marhaban Ya Ramadhan
Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Selasa, 01 Nopember 2005 00:56:21


Gratis Tidak Selesaikan Masalah

Palangka Raya, BPost
Komitmen Pemerintah Propinsi (Pemprop) Kalteng menggratiskan seluruh pungutan sekolah siswa SD-SMP dan sederajat 2006 mendatang disambut gembira banyak kalangan. Tidak terkecuali DPRD Propinsi yang sudah sejak lama menginginkan kebijakan tersebut.

Meski demikian, kebijakan sekolah gratis belum menyelesaikan masalah urgen yang terjadi di dunia pendidikan di Kalteng. Masalah penting lain yang harus segera dicarikan solusinya adalah kurangnya guru atau tenaga pengajar di pedalaman yang diakibatkan tidak meratanya penyebaran guru di Kalteng.

Sekretaris Komisi E DPRD Propinsi, Arief Budiatmo mengatakan minimnya guru di pedalaman merupakan masalah besar yang harus segera diselesaikan. Kendala masyarakat di pedalaman untuk mengantarkan anak mereka ke bangku sekolah bukan semata-mata masalah biaya, tetapi lebih dikarenakan kurangnya guru pengajar di sekolah tersebut.

"Kami menyambut gembiran dan mendukung penuh program sekolah gratis yang dicanangkan Pak Gubernur. Namun dari hasil kunjungan kami di beberapa daerah yang justru menjadi masalah adalah kurangnya tenaga guru di pedalaman. Meski sekolah gratis tapi gurunya cuma satu atau dua, mana bisa mereka mendapatkan pendidikan yang layak? katanya setengah bertanya.

Atas dasar pemikiran itu, pihaknya meminta program sekolah gratis nantinya juga dibarengi dengan pembenahan da pemerataan penyebaran guru. Pemprop melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) harus mempunyai program yang jelas serta ketegasan dalam penempatan guru.

Salah satu solusi yang ditawarkan dewan beberapa waktu lalu, kata Arief, adalah dengan memberi insentif kepada setiap guru yang ditempatkan di daerah terpencil. Dengan demikian setiap guru merasa betah karena mendapatkan reward yang sebanding dengan jerih payahnya mengabdi di pedalaman.

Langkah lain yang bisa dipertimbangkan adalah dengan memberlakukan sistem kontrak dalam penempatan guru. Setiap guru yang ditempatkan di mana saja termasuk di daerah pedalaman mempunyai ikatan kontrak minimal lima tahun sehingga tidak boleh pindah dari sekolah yang telah ditunjuk.

"Dengan begitu tidak akan ada lagi guru di pedalaman yang ngotot minta pindah ke kota. Masalahnya cuma itu agar kita bisa meningkatkan kualitas pendidikan di daerah kita. Kita harus menyadari bahwa saat ini banyak orangtua yang justru menyekolahkan anak mereka ke luar daerah seperti ke Kalsel atau ke Pulau Jawa karena menganggap pendidikan disana lebih bagus," kata anggota dewan dari PAN ini.mgb


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Palangka Raya
14 Titik Rukyat Di Kalteng

DPD Kesulitan Cari Data


Anggota Pospol Tewas


Speedboat Tabrakan 2 Tewas, 2 Hilang


Mobil Hias Meriahkan Malam Lebaran


Mudik Lebaran
Hotel Pun Kebanjiran Tamu


Gratis Tidak Selesaikan Masalah


Makan Gratis Dapat Duit Lagi


Pusat Perbelanjaan Diserbu Pembeli


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123