Jakarta, BPost
Korban pembiusan di dalam bus saat mudik Lebaran tahun ini kembali bertambah. Kali ini
korbannya adalah Irwan Irawan (37), pria asal Bandung yang bekerja di Palembang. Saat itu
ia hendak pulang kampung ke Bandung via Terminal Rajabasa menuju Terminal Rambutan baru
menuju ke Terminal Bandung.
Menurut Kepala Pos Polisi Kampung Rambutan, Brigda Ilhamsyah, kejadian pembiusan
terjadi sekitar pukul 10.00, Senin (31/10). Korban yang saat itu setengah tak sadar
diturunkan oleh awak Bus Tasima Jurusan Lampung-Pulogadung di Jalan Baru Ciracas Jakarta
Timur, karena bus tersebut tidak masuk Terminal Rambutan.
"Korban setelah itu pingsan dan dibawa warga ke pos polisi terdekat, yaitu Pos
Polisi Kampung Rambutan," ujar Ilhamsyah. Sampai di pos polisi, korban sempat sadar
bahwa dirinya diberi minuman kaleng oleh seorang laki-laki yang duduk di dekatnya. Setelah
ia meminumnya, ia merasa pusing lalu tak sadarkan diri.
Pihak polisi segera membawa korban ke RS Pasar Rebo karena korban kembali pingsan di
pos polisi dan sampai saat ini korban masih dirawat di RS Pasar Rebo dan belum sadarkan
diri. "Diduga korban dibius melalui minuman atau makanan dengan kadar bius cukup
besar,"ujar Juru Bicara RS Pasar Rebo, Dedi Suryadi.
Kejadian serupa juga menimpa Bukhari (34), Jumat (28/10) kemarin. Pria yang sehari-hari
bekerja sebagi kuli bangunan di Jakarta ini saat itu hendak mudik ke Kuningan. Korban naik
bus antar kota P 6A Jurusan Kampung Rambutan-Kalideres. Di tengah jalan korban mengaku
ditawari minuman kotak oleh penumpang yang duduk di sampingnya. Setelah diminum, korban
langsung pingsan dan tak sadarkan diri dalam bus. "Uang sebesar Rp550 ribu
dicuri," kata Ilhamsayah menuturkan kerugian yang diderita korban.
Pihak Polres Ciracas dan Pospol Kampung Rambutan mengaku sejauh ini pihaknya sudah
melakukan sosialisasi agar penumpang berhati-hati ketika ada orang asing yang memberi
makanan atau minuman dalam bus. tnr