Jakarta, BPost
Menteri Pertanian Anton Apriantono mengungkapkan, kerugian yang diderita peternak ayam
akibat merebaknya wabah flu burung, sebesar Rp1,1 triliun.
"Satu-satunya bahan pangan yang harganya turun adalah daging ayam. Harga terakhir
dijual Rp3.500 per kilogramnya," kata Anton seusai buka puasa bersama di Kantor
Bappenas, kemarin.
Menurutnya, kerugian sebesar itu diderita oleh 2,5 juta peternak ayam. Mereka harus
kehilangan ayamnya yang terkena flu burung, termasuk kerugian akibat keengganan masyarakat
mengkonsumsi daging ayam.
"Ini akibat pemerintah yang terlalu bombastis. Kebanyakan sisi negatif yang
diperlihatkan, sementara ayam yang sehat tidak pernah diangkat," ujarnya.
Menurut Anton, dari 1,4 miliar ekor ayam yang ada di Indonesia, hanya sekitar 10 juta
ekor yang terkena wabah Avian Influenza ini. Merebaknya wabah flu burung juga telah
membuat Indonesia kehilangan pangsa pasarnya di luar negeri.
"Kita tidak bisa lagi mengekspor (daging ayam) sejak kasus flu burung," ujar
Anton sembari menyebutkan negara utama tujuan ekspor adalah Jepang.
Tidak Cukup
Sementara Menkes Siti Fadilah Supari mengungkapkan kurangnya persediaan obat flu burung
di Indonesia. "Kalau jumlah (penderita flu burung) segini doang cukup. Untuk pandemi
tidak cukup," kata Siti.
Mengenai kejadian luar biasa flu burung, Siti mengatakan, status itu masih berlaku.
Pemerintah belum yakin bahwa tidak ada satu daerah pun yang bebas flu burung. Hingga saat
ini, pasien dengan perawatan flu burung di Rumah Sakit Sulianti Saroso berjumlah tujuh
orang. "Pengobatannya gratis," ujarnya. tnr