Banjarmasin, BPost
Kendati tidak memiliki Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP), Kalimantan
Selatan bisa juga andil di Kejurnas dayung antar PPLP yang digelar di Kendari, 20 hingga
24 November mendatang.
Surat jalan buat Kalsel tersebut berdasarkan keputusan PB Persatuan Olahraga Dayung
Seluruh Indonesia (PODSI) No56/PODSI/2005 tertanggal 18 Oktober yang ditandatangani Ketua
Umum Laksamana TNI (purn) Achmad Sutjipto.
Adapun isi surat tersebut mengundang pedayung tiap daerah menjadi peserta kejuaraan
dayung antar PPLP. Daerah tersebut tidak harus memiliki PPLP dayung, karena yang penting
memiliki pedayung pelajar dan berumur di bawah 18 tahun.
Bagi daerah yang belum memiliki PPLP seperti Kalsel, diharuskan berkoordinasi dengan
Dinas Pendidikan masing-masing untuk membicarakan teknis keikutsertaan dalam Kejurnas.
Dalam surat tersebut juga dijelaskan bahwa Kejurnas tersebut menggantikan Kejurnas yang
belum pernah digelar selama 2005. Kendali teknis daerah penyelenggara menjadi penyebab
utama.
Sekretaris Umum PODSI Kalsel, Drs Nariansyah, Senin (31/10) mengatakan keberadaan
rekomendasi dari PB PODSI tersebut membuka peluang buat keikutsertaan pedayung Kalsel yang
semula sudah pasrah bakal absen.
"Kami tinggal menunggu konfirmasi dengan Ketua Umum PODSI tentang pendanaan.
Selain itu, kami juga mesti menunggu jadwal resmi Kejurnas dari PB PODSI, karena ada kabar
yang menyebutkan pengunduran jadwal," papar pria yang kerab disapa Ari Mayor ini.
Menurut Ari, Kalsel tidak bermasalah dalam hal persiapan, karena semua Pengkab PODSI
seperti Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala dan Kotabaru sudah diinstruksikan
untuk melakukan persiapan guna menghadapi Kejurnas.
"Setelah persiapan pedayung daerah sudah matang, kami akan memanggil beberapa
pedayung terbaik untuk diseleksi lagi di Banjarmasin," tambahnya.
Mengenai peluang, PODSI belum bisa memprediksi karena pedayung PPLP yang setiap tahun
selalu berganti. "Kalau melihat fakta dari Popnas 2005 dan Kejurnas 2004, Kalsel
belum dapat berbicara banyak di pentas nasional. Tapi, tahun ini kami bertekad mencetak
prestasi khususnya di nomor kayak, canoe dan rowing," tegasnya.
Musprov PODSI
Sehubungan dengan masa kepengurusan yang akan berakhir pada pada pertengahan Oktober
mendatang, PODSI Kalsel bakal menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) untuk menunjuk ketua
umum baru pada 12 November mendatang.
Awalnya, Musprov direncanakan pada 19 November. Namun, saat itu bertepatan dengan
musyawarah daerah Real Estate Indonesia (REI) Kalsel yang diikuti Ketua Umum H Anwar
Hadimi. Akhirnya diambil jalan tengah memajukan jadwal Musprov PODSI.
"Musprov ini juga salah satu upaya PODSI agar kembali berjalan di jalur prestasi.
Salah satu target PODSI adalah berlaga di PON XVII Kalimantan Timur," papar Ari.
Mengenai calon ketua umum, menurutnya akan diserahkan langsung ke forum Musprov.
Siapapun berhak masuk ke dalam bursa ketua umum, asal sesuai dengan AD/ART PODSI
diantaranya memiliki kepedulian terhadap PODSI dan berkomitmen untuk memajukan organisasi.
"Ketua umum lama belum kami konfirmasi. Kalau masih dipercayakan kepada beliau dan
disetujui seluruh pengurus PODSI se Kalsel, kemungkinan besar beliau akan bersedia
memimpin kembali," pungkasnya. c6