SEPERTI Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, Pengprov Persatuan Tinju Amatir
Indonesia (Pertina) Kalimantan Selatan, rutin menggelar buka puasa bersama di ring tinju
Sasana Pertina di Wisma Antasari Banjarmasin, Senin (31/10).
Kendati sederhana, karena hanya mengambil tempat di atas ring tinju, namun kegiatan
tersebut diyakini bisa mempererat tali persaudaraan antar petinju yang bernaung di bawah
bendera Pertina Kalsel, baik senior maupun junior.
Hadir dalam kegiatan tersebut, semua pegulat senior Slamet Riyadi dan Antonius Jhony,
jajaran pelatih tinju dan pengurus, plus petinju junior dan pegulat senior Andry
Fachruriady.
Lebih spesial lagi, hadir pula Ketua Umum Pertina Kalsel Danrem 101 Antasari Kolonel
Artileri Zainal Fachri dan Ketua Harian Ogi Fajar Nuzuli.
Dalam sambutan singkat, Zainal mengharapkan tinju tetap menunjukkan konsistensi
prestasi sebagai penyumbang medali buat Kalsel di berbagai event, "Tak terkecuali
Kejurnas tinju senior dan junior, Desember mendatang," ungkapnya.
Ada sedikit berbeda dari buka puasa kali. Apalagi kalau bukan campur tangan istri
Danrem, Susilawati Fachri. Secara khusus, ia merepotkan diri mempersiapkan menu buka
puasa. Tersaji eksklusif kolak, kurma dan santapan malam.
Tampak Amat Soleh cs begitu lahap menyantap makanan yang disediakan, setelah melakukan
shalat magrib bersama di atas ring. Mereka makin sumringah, karena semua petinju yang
berjumlah sekitar 35 orang mendapat tali asih dari Ibu Danrem.
"Jangan pandang isinya, tapi lihat keikhlasan sosok yang memberi santunan. Semoga
hal tersebut menjadi motivasi tersendiri buat petinju. Seperti kata Ketua Umum, kami ingin
tinju menjadi penyumbang tetap medali buat Kalsel," timpal Ogi.
Terkait dengan pengiriman petinju ke Kejurnas senior dan junior di Pelabuhan Ratu, Jawa
Barat, Pertina masih belum menentukan petinju yang bakal berangkat. Meski demikian, mereka
sudah memiliki bayangan tim utama ke Kejurnas.
"Dua hari setelah Idul Fitri, anak-anak kembali akan berlatih. Kami akan melihat
kondisi terakhir mereka, sebelum menentukan tim utama, termasuk petinju yang berlatih
mandiri di daerah," timpal Sekretaris Umum Pertina, Hermanto Ginting.
Mengenai pembinaan junior, Pertina juga tengah getol memperjuangkan PPLP tinju.
Pasalnya, sasana-sasana tinju di Kalsel terutama Banjarmasin dan Banjarbaru kelebihan
kuota petinju. Bahkan, petinju junior lebih sering mengalah buat petinju senior. Dari
kelebihan petinju tersebut, Pertina akan menyalurkan mereka ke PPLP.
"Kualitas siswa PPLP sendiri cukup membanggakan. Di Kalsel, pegulat PPLP sudah
bisa meraih medali di event tingkat nasional. Oleh karena itu, kami berharap yang
berkepentingan memutuskan ada tidak PPLP tinju di Kalsel bisa mempertimbangkan masalah
ini," tegas Ogi.
"Di Banjarbaru saja terdapat sekitar 30 petinju dalam satu sasana. Belum lagi di
Banjarmasin yang memiliki jumlah dalam kisaran sama. Daripada minat petinju junior
terbuang percuma, alangkah baiknya PPLP tinju ini menjadi prioritas," pungkas Ogi
yang juga Ketua Umum KONI Banjarbaru ini. ban