SINERGIS. Itulah kata kunci buat menggambarkan perjalanan KONI periode
2004-2008, Pemprov dan DPRD Kalimantan Selatan dalam satu tahun terakhir ini.
Bukti keserasian itu terwujud dalam persetujuan DPRD buat usulan bantuan KONI Kalsel
sebesar Rp625 juta yang masuk dalam Anggaran Bantuan Tambahan (ABT) 2005.
Anggota Komisi D DPRD Kalsel, Drs Djumaderi Masrun, mengatakan pengesahan bantuan KONI
dari pos ABT ini berdasarkan hasil keputusan rapat paripurna perubahan APBD yang diikuti
panitia anggaran dan eksekutif DPRD, Senin (31/10).
"Dengan persetujuan ini, berarti tinggal menunggu penandatanganan Gubernur Rudy
Ariffin dan selanjutnya dana ini dibentuk menjadi Perda," ungkap Djumaderi.
Menurutnya, dana yang diberikan ini sesuai permintaan bantuan yang telah diajukan KONI
sebesar Rp625 juta. Pengajuan bantuan sendiri dilatarbelakangi sisa utang KONI periode
2000-2004 senilai Rp300 juta. Utang ini diciptakan KONI buat penyelenggaraan PON XVI.
Selain itu, diperlukan dana segar untuk kelangsungan pembinaan atlet dan penyelenggaraan
Porprov VII Tapin sebesar Rp320 juta.
"Jadi sekarang KONI tinggal menunggu pencairan dana. Kami belum bisa memastikan,
karena tergantung Perda yang akan ditandatangani gubernur. Semakin cepat ditandatangani,
berarti semakin cepat pula dana cair," tambah Djumaderi.
"Kami berharap persetujuan ini dibayar KONI setimpal. Artinya, mereka bisa
meningkatkan prestasi jauh lebih baik dari empat tahun lalu, serta mencari terobosan baru
dalam pembinaan olahraga daerah," tegasnya Ketua Fraksi PAN ini.
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Kalsel, Drs H Sarmidi mengatakan berita persetujuan
ini sangat menggembirakan. Pasalnya, utang KONI akan terbayar dan cadangan dana untuk
penyelenggaraan Porprov VII Tapin 2006 sudah tersedia.
"KONI sekarang tinggal memusatkan perhatian pada kesuksesan penyelenggaraan
Porprov dan konsolidasi ke semua Pengprov dan KONI kabupaten atau kota untuk menunjang
pembinaan atlet," paparnya. c6