SEMUA umat Islam diharapkan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Namun, jangan sampai
hari kemenangan yang datang satu tahun sekali ini, diisi dengan kegiatan yang bersifat
hura-hura. Apalagi sekarang ini krisis ekonomi masih melilit negeri ini, yang sampai
sekarang juga belum reda. Rayakan saja meski dengan kesederhanaan
Jika hari yang besar tersebut diisi dengan hura-hura, malah menimbulkan citra yang
buruk bagi agama Islam. Karena merayakan kemenangan setelah satu bulan berpuasa, tidak
dengan hal-hal yang bersifat negatif.
"Kami harapkan masyarakat untuk memeriahkan hari kemenangan ini. Dan merayakan itu
tidak harus dengan kemewahan atau dengan kegiatan yang mengeluarkan biaya banyak. Apalagi
banyak di antara kita masih kesulitan ekonomi, sehingga sulit untuk merayakan," pesan
Walikota Banjarmasin Yudhi Wahyuni.
Dia mengharapkan, masyarakat yang memiliki harta berkecukupan hendaknya memberi kepada
mereka yang membutuhkan. Sebab dengan begitu, arti kebersamaan antarsesama warga dapat
terwujud.
Sehingga nanti pada waktu pelaksanaan hari raya, semua masyarakat bisa merayakan dengan
bersama-sama. Dengan begitu, kesan perbedaan ekonomi di masyarakat tidak terlihat secara
tajam.
"Kami harapkan warga yang memiliki kelebihan harta, hendaknya membantu kepada
mereka yang membutuhkan. Baik dalam bentuk uang atau barang. Karena dengan begitu, akan
sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan, guna merayakan hari raya tersebut,"
tegasnya.
Selain itu Yudhi juga mempersilakan kepada masyarakat yang ingin mengucapkan hari raya
dan bermaaf-maafan secara langsung dengannya, untuk hadir di kediamannya pada hari raya
kedua nanti. c5