BEBERAPA hari terakhir, Rahmat (28), istrinya Nurhayati (20) dan anaknya, Norman
(5) dan Norma (2) terpaksa mengungsi ke rumah keluarganya. Sebab, rumah mereka dirobohkan
untuk dibangun kembali.
Keluarga Rahmat yang tinggal di Jalan A Yani KM 24,5, Liang Anggang, Banjarbaru itu
adalah salah satu keluarga tidak mampu yang mendapat santunan Tim Ramah (Ramadhan Penuh
Hikmah), yakni relaity show persembahan Banjarmasin Post Group bekerjasama dengan
Telkomsel, Indofood dan Abdi Persada FM.
Keluarga Rahmat tampak bahagia karena gubuk reotnya dirobohkan dengan maksud untuk
dibangun kembali. Tanpa membayar pekerja, satu keluarga itu bahu membahu membangun sendiri
rumah mereka dengan seadanya.
Rahmat mengaku berani membongkar gubuknya untuk dibangun ulang setelah mendapat
santunan dari Tim Ramah sebesar Rp400.000 itu. Dan sebelumnya Rahmat juga mendapat rezeki
dari subsidi langsung tunai (SLT) sebesar Rp300 ribu.
"Ulun sebelumnya dapat duit dari SLT, habis itu ada tambahan rezeki dari pian.
Maka dari itu ulun wani membangun ulang rumah ini. Amun kada kada cukup duitnya,"
katanya penuh bangga kepada Komandan Tim Ramah, Budi Prasojo saat berkunjung ke rumahnya,
kemarin.
Rasa bangga pun terpancar dari wajah Budi Prasojo melihat begitu bermanfaatnya santunan
dari Tim Ramah bagi Rahmat, dan mungkin beberapa kaluarga tidak mampu lainnya yang telah
dikunjungi Tim Ramah. c2