TAK terasa sudah satu bulan rubrik Khazanah ini. Semua SMS yang dikirim ke kami
sekitar 200, dengan dominasi pertanyaan mengenai mandi janabat dan kumur-kumur di siang
hari.
Kami berupaya menjawab semua SMS yang masuk, namun karena keterbatasan kolom dan waktu,
sehingga dimungkinkan jawaban kami kurang memuaskan. Apalagi banyak SMS belum sempat
terjawab, sehingga kami mohon maaf. Namun ada rencana rubrik Khazanah ini akan kami
bukukan.
Pembaca yang budiman. Sebentar lagi Ramadhan akan meninggalkan kita dan kita memasuki
Idul Fitri 1426 H. Mari kita sambut kemenangan ini dengan penuh gembira dan bahagia,
karena kita telah mampu melawan hawa nafsu. Dan kita siapkan sebaik-baiknya untuk bersih
diri dan tunduk serta mengagungkan asma Allah.
"... sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai
orang-orang yang menyucikan diri..." (Al Baqarah:222).
Kita bersyukur kepada Allah dijadikan satu bulan untuk menyadarkan dari kekhilafan dan
pelampiasan-pelampiasan. Ibadah puasa telah membimbing kita ke dalam kesederhanaan,
cukuplah dengan apa yang telah dicukupkan Allah dan Rasul, bersahur dan berbuka. Tidak
mengikuti sesuatu yang dilarang untuk diikuti, yaitu perut.
Setiap manusia pasti akan mengalami musibah. Tidak ada manusia yang bebas dari musibah.
Oleh karena itu, maka kita perlu pengetahuan yang baik mengenai konsep musibah, karena
dengan pengetahuan yang baik, akan sangat membantu dalam menghadapi musibah.
Musibah menurut Alquran dan Hadits mempunyai arti paling sedikit tiga dimensi.
Pertama, sebagai hukuman Allah atas pembangkangan yang dilakukan manusia pada aturan
yang telah ditetapkan Allah. "... musibah apa saja yang menimpa kami adalah
disebabkan oleh perbuatanmu sendiri". (Asy Syuura:30).
"Demikian itu disebabkan karena perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah
sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya". (Al Anfal:51).
Kedua, sebagai penghapusan dosa sehingga dengan demikian di akhirat nanti ada dosa yang
tidak diperhitungkan lagi karena hukumannya sudah ditunaikan Allah di dunia (sebagai
penebus dosa).
Ketiga, sebagai ujian untuk kenaikan derajat di mata Allah (sebagaimana yang dialami
Rasulullah). "Sesungguhnya Allah tidaklah menetapkan suatu keputusan, kecuali akan
berakibat kepadanya". (HR Hibban dari Annas).
"...bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka
disebabkan sebagai dosa-dosa mereka...." (Al Maidah:49).
Pada hakekatnya, semua ketentuan yang ditetapkan Allah kepada kita, termasuk musibah,
tidak ada yang buruk. Orang yang mampu memanfaatkan ketentuan Allah pasti beruntung, dan
sebaliknya, jika tidak mampu, maka akan merugi.
Seorang ahli hikmah berkata:
"Ketika Allah memberimu nikmat, maka akan terasa olehmu kebaikan-kebaikan-Nya
dan ketika Allah memberimu musibah, sebenarnya ia ingin memberimu hikmah. Demikianlah cara
Allah mencurahkan kasih sayang-Nya kepada manusia, yaitu makhluk yang diciptakan-Nya
paling sempurna dibandingkan dengan makhluk ciptaan-Nya yang lain".
Mari kita simak berikut ini:
Pertama, Tuhan menjadikan air laut asin, karena bila tidak demikian maka seluruh air
laut tersebut yang besarnya 2/3 bagian bumi ini akan berbau dan jelas akan mengganggu
kehidupan manusia. Di samping itu air asin ini telah diselidiki ternyata menyerap gas
racun yang menebar di udara.
Kedua, sementara air hujan dan sungai dijadikan tawar, sebab jika tidak demikian maka
tanaman dan makhluk lain akan mati.
Ketiga, perut bumi merupakan tempat gravitasi yang dapat menarik apa saja di atasnya,
bila tidak niscaya makhluk hidup akan terpanting.
Keempat, jarak matahari dan bumi sekitar 150 juta km, jika dijauhkan sedikit saja,
makhluk akan kedinginan.
Kelima, Segumpal awan hitam mengandung 3.000 ton air tidak diturunkan Allah dalam
bentuk air curah, melainkan butiran.
Keenam, selain itu Tuhan mengatur perut bumi mampu menampung dan menyimpan air.
Ketujuh, binatang luas yang membahayakan populasinya kecil dan umurnya pendek.
Kedelapan, binatang buas seperti harimau, baru beranak setelah beberapa tahun kemudian.
Dari uraian itu, tidaklah mungkin Sang Maha Pencipta Yang maha Pengasih dan Penyayang
akan merusak hasil ciptaan-Nya yang paling sempurna, yaitu manusia.
Janganlah dilupakan janji Allah : "...Dan sekali-kali tidaklah Rabbimu
menganiaya hamba-hamba-Nya". (Fushilat:46).
Akhirnya marilah kita berdoa sambil meresapi bahwa kuasa Allah meliputi kehidupan
manusia, segala sesuatu dapat berubah lebih cepat dari membalikkan telapak tangan.
Semoga kita mampu mengambil makna dari semua musibah yang melanda negeri kita, daerah
kita, kota kita, lingkungan kita dan keluarga kita. Mohon maaf lahir bathin.