|
Tahun yang menurut perhitungan Cap Ji Shio adalah Tahun Macan Tanah Positif ini lazim pula disebut Tahun Macan Melintas Gunung. Yang maknanya, Tahun Penuh Bahaya! "Juga sebagai tahun yang tidak menggembirakan dalam segala segi," tutur Yusuf Bingo Tanuwijaya alias Suhu Bingo, paranormal, di Jl. Gading Permai I/30, Surabaya.
Macan tahun 1998 berunsur tanah, dengan kata lain Macan ini berjalan kian kemari mencari mangsa. Dari satu gunung ke gunung lain sang macan terus berjalan sambil memperdengarkan aumannya yang dahsyat sehingga melumpuhkan syaraf yang mendengar suaranya. Ia terus mencari apa yang diinginkan dengan meninggalkan bias keindahan kulit belangnya, kecuali di saat kenyang dan tidur.
Trilogi kepribadian Sang Macan (kekuasaan, hawa nafsu dan keperkasaan) membuat karakter suka berontak, ganas, dan sadis. "Banyak orang melakukan hal-hal negatif hanya karena ingin disebut berani seperti macan. Juga senang dan bangga menjadi perhatian orang lain," ujar Suhu Bingo.
Sementara itu, Ki Ageng Selo (65) alias Ki Panji Mahmud Jaya Kusumonegoro, paranormal, penyembuh dan konsultan spiritual di Jl. Cipinang Muara 28, RT 002/04, Jakarta Timur, menuturkan, "Tahun 1998 merupakan tahun yang harus hati-hati dan waspada."
Kalau menurut primbon jawa, kata Ki Ageng Selo, awal tahun 1998 akan jatuh pada Selasa Pon, bulan Alip. Juga disebut Alip Selasa Pon (Asapon), tahun 1931. Asapon akan jatuh pada tanggal 30 April 1998. Bulan Suro. Selasa Pon merupakan hari yang mendapatkan perhatian amat tinggi bagi primbon jawa. Karena, "Pada perhitungan jawa, Alip itu berarti suatu susunan pertama dari satu windu."
Orang jawa, jelas Ki Ageng Selo, biasanya takut pada Selasa Pon, Jumat Pon, dan Sabtu Pon. Bahkan kalau orang meninggal pada hari itu (Selasa Pon, Jumat Pon atau Sabtu Pon), akan disusul kematian oleh keluarga yang lain. Misal, suami, istri atau anak-anak. Jadi, tahun 1998 merupakan tahun awal satu windu yang biasanya dileluhuri untuk tidak terjadi hal-hal yang negatif.
Tentang nasib dan peruntungan seseorang, menurut Suhu Bingo, sangat dipengaruhi oleh shio yang menaungi mereka. Ada shio yang gemilang di Tahun Macan ini. Sebaliknya, bagi beberapa shio justru merupakan masa-masa sulit dan suram (boks: Nasib dan Peruntungan Anda).
Bisnis dan ekonomi tak menentu
Di tahun 1998, menurut penglihatan Suhu Bingo, ekonomi rawan dan tidak menentu. Kalau tidak cermat dan akurat bukannya untung melainkan buntung. Terutama disebabkan gejolak uang yang masih belum stabil. Begitu juga bisnis keuangan, perbankan, bursa saham, valuta asing, tetap tidak menentu karena gejolak ekonomi masih pasang surut.
Sementara usaha di bidang makanan, minuman, dan hasil bumi, tambah Bingo, boleh dibilang bisa berjalan lancar di tahun 1998.
"Hampir sama dengan tahun lalu. Objek wisata, kesenian, olahraga, busana makin marak."
Bidang pertanian, perkebunan, pertambangan, serta perkayuan bersaing makin ketat. Industri elektronik, bisnis logam - termasuk otomotif dan emas, menurut Bingo, cenderung suram. Harganya makin membubung tinggi.
Khusus bisnis properti, lanjut Bingo, makin berat. Karena kondisi keuangan goncang, calon konsumen tanah atau rumah ikut susah, ujung-ujungnya pihak pengembang properti susah. Pemasaran seret. Bahkan bisa muncul keributan antara calon pembeli rumah dengan pihak pengembang. Calon pembeli menghendaki pengembalian uang muka.
Ki Ageng Selo melihat lain. "Bisnis properti 100% kembali seperti tahun 1996. Tidak ada masalah. Bunga tetap seperti tahun 1996. Nilai tukar dolar terhadap rupiah naik 100 - 200 poin, dari Rp 2.400-an menjadi Rp 2.600-an, itu masih relatif kecil dibandingkan dengan tahun 1996. Tidak terjadi apa-apa bagi rakyat kecil yang mempunyai utang di Rumah Sangat Sederhana (oleh Ki Ageng Selo diplesetkan 'rumah sangat sengsara') dan RS ('rumah sengsara')."
Demikian pula soal keuangan. "Secara umum keuangan tahun 1998 lumayan. Paling tidak seperti tahun 1995. Nilai rupiah terhadap dolar akan stabil dengan nilai Rp 2.700,- per satu dolar AS pada tanggal 20-an Januari 1998," tutur Ki Ageng Selo.
Namun, lanjut Ki Ageng Selo, fluktuasi rupiah runyam kembali lantaran BBM naik pada bulan April. Harga bensin sekitar Rp 1.200,- per liter. Listrik naik sekitar 20%. Biaya telepon naik sekitar 5%. Pada Februari, transportasi darat naik sekitar 10%. Kapal udara naik sekitar 10%. Ada kabar baik bagi pegawai negeri dan ABRI, "Gaji mereka akan naik 10% per 1 April."
Fluktuasi keuangan paling mengerikan, lanjut Ki Ageng Selo, terjadi pada April, dimana kurs dolar AS terhadap rupiah menjadi Rp 2.900,-. Lalu pada bulan Agustus menjadi sekitar Rp 2600,-. Desember 1998 akan konstan Rp 2700,-.
Sementara Iin Sp., paranormal di Kompleks Pulo Permatasari, Blok C2/1, Bekasi Selatan, memprediksi dolar tidak akan kurang dari Rp 2.700,-. "Bensin akan naik di atas Rp 1.000,-, bulan April," katanya.
"Masyarakat kita menderita 'sakit'. Karena harga-harga akan makin membubung, banyak kesenjangan sosial, banyak penggusuran, dan sebagainya," lanjut Iin Sp.
Menurut prediksi Suhu Bingo, sampai akhir 1998 perekonomian kita masih belum stabil. "Mulai ada perbaikan pertengahan 1999," katanya. Tentang likuidasi, "Masih ada kemungkinan puluhan bank menyusul ditutup," ramal Bingo.
Tapi sebaliknya, Ki Ageng Selo, meramalkan tidak bakal ada likuidasi lagi, karena dana IMF sudah masuk pada awal Desember 1997. Pada Februari 1998, bank-bank yang berjatuhan akan kembali ke posisi semula. Tapi lantaran mereka membuat kesalahan prinsip hukum perbankan, ya merger to! Sedangkan satu bank lagi direhabilitir."
Ekspor non-minyak harus digarap. "Furniture, tekstil, pasir kwarsa dan sebangsanya, mempunyai peluang besar. Termasuk juga bahan utama obat-obatan, seperti lada, pala, kencur, jahe, dan temulawak, mempunyai prospek ekspor," kata Ki Ageng Selo.
Malaekat menjemput tokoh
Patah tumbuh hilang berganti. Itulah kehidupan di dunia ini. Tidak ada yang kekal dan abadi. "Awan kelabu mulai menutupi bumi dan para malaekat menyenangi tokoh-tokoh dunia," ujar Suhu Bingo.
"Terjadi kematian mendadak! Banyak tokoh negara dijemput malaekat el maut secara mendadak," ujar Suhu Bingo.
Hal senada juga diutarakan oleh Ki Ageng Selo. Keprihatinan tahun 1998 hampir dua kali daripada tahun 1997. Yang bakal heboh, "Banyak orang terkenal mati, mulai April 1998," katanya. Sementara Iin Sp. hanya menyebut ada pejabat yang meninggal di tahun 1998.
Di Tahun Macan Tanah ini, menurut Bingo, negara manapun di belahan bumi ini tidak merasakan kestabilan maupun keamanan. Karakter Macan yang arogan membuat beberapa negara terjadi konflik dan pecah perang. Segalanya bisa terjadi dalam skala besar. Hal ini terjadi karena tingkah laku manusia sendiri.
Macan mempunyai unsur tetap Kayu. Kayu bisa merusak tanah. Kerusakan tanah oleh kayu menjadikan hawa panas, menguap ke atas dan menyebar ke mana-mana. Hal ini membuat manusia cenderung egosentris, tidak toleransi dan cepat naik darah, sehingga banyak terjadi kekacauan. Mau menang sendiri dan perdebatan sengit dapat mengakibatkan huru hara. Hal itu seharusnya tidak perlu terjadi.
Untuk Indonesia yang berelemen kayu, tahun 1998 sesungguhnya bagus bagi rakyat kecil. Tapi kurang bagus bagi para pembesar. "Pejabat saling bertikai. Berebut kedudukan. Juga terjadi simpang siur pendapat. Yang satu ngomong A, yang lain ngomong B. Kondisi politik makin berat, panas!" kata Bingo.
Hubungan antar manusia tidak mulus. Awal mulanya manis, tapi akhirnya menjadi pahit. Tadinya kawan lama menjadi lawan. Sebab, tindakan tanpa disertai fikiran panjang berakhir dengan penyesalan yang dalam. "Suasana panas di Tahun Macan ini membuat banyak orang stres berat yang akhirnya mengidap penyakit syaraf," tutur Bingo.
Iin Sp. pun melihat, keadaan tahun 1998 tidak lebih daripada tahun 1997, dan mulai nampak pada periode triwulan pertama dan triwulan kedua. Banyak para eksekutif stres karena berbagai cobaan yang dialami bangsa ini. Banyak persoalan hidup, beban hidup dan tanggung jawab serta tugas makin banyak, ditambah pula banyak pemimpin munafik. "Karena stres, banyak yang mengambil keputusan salah yang hanya menguntungkan diri sendiri, tapi merugikan perusahaan tempat mereka bekerja dan juga masyarakat luas. Disiplin kerja turun."
"Banyak pemimpin berwatak munafik. Segalanya diukur dengan materi. Mengejar materi dan kedudukan dengan menghalalkan segala cara, tidak tahu mana yang benar dan salah," tambah Iin Sp.
Soal politik, Ki Ageng Selo menuturkan, perlunya kewaspadaan dan hati-hati pada bulan Suro (akhir April 1998) yang bertepatan dengan Sidang Umum MPR. "Maret, April, dan Mei, harus diwaspadai. Meski ABRI 100% bisa menuntaskan segala macam huruhara, namun tak pelak lagi, yang namanya huru hara tentu ada yang dirugikan tapi juga tidak ada yang diuntungkan. Tapi tidak separah G 30 S PKI 1965."
Soal suksesi Presiden dan Wapres memang menjadi buah bibir. Tapi, "Saya yakin Pak Harto tetap jadi presiden. Demikian pula ia akan menemukan wakil presiden yang terbagus dari yang bagus. Untuk wakil presiden nanti, presiden akan memilih figur yang berbobot nasional sekaligus internasional untuk keperluan deking keuangan.
Bencana makin menjadi-jadi
Prahara tahun 1997 agaknya belum terlewati. "Tahun 1998 masih tetap ada kebakaran hutan, meski hujan agak lumayan normal. Untuk seluruh kawasan Indonesia hujan rata-rata akan jatuh awal Oktober 1998," ujar Ki Ageng Selo.
"Hujan agak lebih baik daripada tahun 1997. Tapi jangan lupa, karena berlebihan hujan pada November, Desember 1998, dan Januari 1999, banjir terjadi di mana-mana. Banjir empat tahun lalu akan terulang lagi pada November, Desember 1998, dan Januari 1999. Yang paling berat pada Januari 1999."
Selain tetap terjadi kebakaran hutan, lanjut Ki Ageng Selo, kecelakaan pesawat juga masih menghantui beberapa perusahaan penerbangan. Terutama perusahaan penerbangan bermodal sangat besar!
"Kecelakaan kereta api agak menurun, kalau pun ada hanya akan terjadi di daerah Jawa Barat dan DKI, pada bulan Mei, Juli. Tidak ada kapal besar tenggelam, tapi ada kira-kira lima buah ferry yang tenggelam, di Gilimanuk dan Bakahuni. Korban meninggal sekitar 60 orang. Soal penyakit, hampir tidak ada penyakit baru," tutur Ki Ageng Selo.
Hal yang sama juga diutarakan oleh Suhu Bingo. "Bencana alam makin menjadi-jadi. Hujan deras menimbulkan banjir besar. Terjadi gempa bumi, dan banyak gunung meletus. Banyak kecelakaan di jalan. Huru-hara dan demonstrasi muncul di mana-mana."
"Beruntung bagi Shio Ayam karena bisa terbang," kata Bingo. Maknanya, karena bisa menyelamatkan diri atau menghindar dari segala masalah. Selain itu ayam juga memiliki taji di kaki sebagai 'senjata' untuk melindungi diri. Sebaliknya shio kera akan banyak celaka.
Mawas diri dan berdoa
Ada usaha ada jalan. Demikian halnya dalam menghadapi tahun 1998 yang bakal penuh keprihatinan. "Bila mau mawas diri, bersikap bijaksana dan mampu menahan emosi, maka akan membuahkan hasil yang gemilang," kata Suhu Bingo.
Macan punya mata yang mampu memandang jauh ke depan. Daya penciumannya sangat tajam dan pendengarannya luar biasa. Taring dan kukunya pun kuat. Nah, "Sesungguhnya banyak rezeki yang dapat diraih di tahun 1998 ini, asalkan bisa memahami sedalam-dalamnya sifat Tahun Macan Tanah ini. Kesuksesan maupun kemakmuran dapat dicapai asalkan kita dapat melihat jauh ke depan dengan renungan serta fikiran panjang. Perlu mempergunakan rasio dan naluri yang seimbang," tutur Suhu Bingo.
Yang jelas, lanjut Bingo, dalam berjuang meniti penghidupan di tahun ini tidak boleh ada istilah malas, ragu-ragu, malu-malu, kebimbangan, atau pesimis. Siapa yang masih mempunyai rasa atau fikiran demikian akan tergilas hancur oleh kerasnya roda kehidupan Tahun Macan ini. Justru di tahun ini harus berjuang keras disertai perhitungan matang dan optimis kuat, seperti kuatnya taring serta kuku sang Macan.
"Dalam tahun yang tidak ada kepastian ini perbanyak berdoa, sabar, banyak mengalah atau diam, berfikiran panjang. Juga jangan ikut-ikutan melakukan hal-hal negatif agar terhindar dari jurang kehancuran," saran Bingo.
Untuk srono agar terhindar dari mara bahaya di tahun 1998, Bingo menyarankan, sebaiknya melepas ikan lele ke sungai besar. Jumlahnya terserah, semau dan semampunya! Sementara itu Ki Ageng Selo memberi srono, pada satu Suro minum air kepala cengkir gading dan madu. Juga menanam tebu wulung di depan rumah.
Apapun yang bakal di Tahun Macan ini, perjalanan hidup kita hendaknya diisi dengan banyak berdoa dan penyerahan kepada Allah. "Bertobat, mohon ampunanNya, evaluasi diri, dan jangan melanggar perintahNya," saran Iin Sp. (Rye/Yan/Djs)
|