|
DI AFRIKA, ASAL TEMBAK RUGI SENDIRI!
Jauh-jauh berburu di Afrika, ternyata Drs. Sani Imam Santoso, S.H. tidak berburu di hutan belantara. Berburu di sana banyak lika-liku dan aturannya, seperti dikisahkannya berikut ini.
|
|
Langkah awal yang paling mudah adalah membina hubungan dulu dengan penduduk lokal di sana, barangkali lewat kenalan di sini. Dengan cara ini Anda akan jauh lebih hemat daripada lewat biro safari berburu.
Untuk memilih lokasi perburuan, mintalah informasi dari sana, biasanya dari farm (lokasi perburuan). Kalau bisa belilah buku saku berjudul Mammals Africa, sebab di situ tersedia informasi jelas tentang bentuk dan gambar binatang yang Anda minati.
Sembunyi di rumah semut
Kalau Anda hanya akan menembak plain game sebaiknya cukup di daerah Afrika Selatan. Sasaran plain game adalah binatang sebangsa antilope. Jenis ini kebanyakan diberi nama boks atau buck.
Eland, jenis antilope terbesar di dunia, dengan berat 900 kg dan tinggi 190 cm hanya sampai pundak.
Kalau mau berburu the big five (singa, gajah, leopard, badak, kerbau liar) maka Anda perlu ke Zimbabwe atau Botswana. Jangan ke Mozambik, meskipun sangat murah, karena masih banyak ranjau darat yang bertebaran di sana.
Kemudian uruslah visa di Kedutaan Afrika Selatan. Bila tujuannya Zimbabwe atau Botswana, maka Anda harus memohon visa lewat negara lain, atau minta bantuan KBRI setempat untuk membantu menguruskan visa on arrival.
Setelah ini pun beres, mulailah kumpulkan perbekalan. Kalau gampang minta izin dari Polda, bawalah senjata sendiri sebab proses memasukkan senjata di sana sangat mudah. Tapi andaikan Anda terbentur peraturan Perbakin maupun Polda tentang izin angkut, ya sewa saja di sana. Selain murah, ada bermacam-macam jenis dan kalibernya. Pilih yang Bolt Actions, jangan yang otomatis.
Kaliber 30.06 Sprf. cukup untuk berburu plain game. Untuk berburu the big five, kaliber Win cukup ideal, meskipun kebanyakan menggunakan kaliber .459 Magnum.
|
Musim berburu di Afrika antara 1 April - akhir Agustus, bertepatan dengan musim dingin. Maka alamnya kelihatan gersang dan berdebu. Bush (perdu rendah) pun jarang, sehingga tingkat kejelasan pandang antara kita dan kumpulan binatang atau sebaliknya sangat baik. Itulah perlunya pakaian berwarna coklat agar sesuai dengan warna alam sekeliling. Warna jins biru atau hijau muda justru akan menarik perhatian mereka.
Demikian jarangnya bush sampai satu-satunya tempat untuk bersembunyi hanyalah di gundukan tanah rumah semut, antel namanya. Kadang-kadang sedemikian tinggi dan besarnya antel tersebut sampai kita bisa duduk ongkang-ongkang di atasnya tanpa takut amblas, berkat konstruksinya yang sekokoh semen cor-coran.
Selain itu, angin dingin menggigit yang kadang-kadang bertiup kencang bisa membuat kita putus asa. Betapa tidak, sesudah satu jam mendekati sekumpulan binatang, lalu menunggu jarak tembak yang baik, sambil diam tidak bergerak, tiba-tiba angin berubah arah, sehingga mereka serentak kabur. Maklumlah bau kita mendadak tercium.
Lihat pagarnya
Luas farm biasanya 600 - 6.500 ha. Kita mengetahui binatang apa saja yang dipunyai farm tersebut dari pagarnya. Dengan ketinggian rata-rata 2,20 m, apabila dilengkapi 2 jajaran kawat di sebelah dalamnya, maka itu kawat berlistrik. Artinya, di dalam ada binatang the big five. Karena itu, bila ingin buang air kecil, lihat-lihat dulu! Salah-salah bisa kesetrum.
Pagar keliling ini penting agar binatang tidak loncat ke luar pagar. Bila ini terjadi, si pemilik farm (swasta) yang beraneka ragam nama perusahaannya, seperti Old Shatterhand Hunting Farm, Buanette Farm, Big Game Hunting Farm, Eliras Farm, dll., sampai ratusan berderet-deret, tentu akan rugi.
Binatang di farm suatu saat akan berkurang kalau pemiliknya mengabaikan sensus berkala, pagarnya berlubang, binatang terserang penyakit, atau tidak bisa berkembang biak karena anak-anaknya dimangsa anjing ajak atau hyena. Bila demikian halnya, jalan satu-satunya bagi pemilik farm adalah membeli binatang secara lelang di Taman Nasional Kruger, Thaba Manzi, milik pemerintah di daerah selatan atau di Natal Game Marketing Association. Biasanya berita tentang ini dimuat dulu di beberapa majalah seperti A Wild Jag A Game Hunt. Risikonya sangat tinggi. Hewan-hewan ini mudah stres dan mati dalam proses pengangkutannya. Harganya pun sangat mahal. Seekor gemsboks tanpa ongkos angkut AS $ 850. Belum dihitung yang mati karena stres. Padahal harga seekor gemsboks yang ditembak oleh pemburu sendiri rata-rata AS $ 900.
Nah, untung baru bisa mereka raih bila binatang yang ditangkap tersebut hamil, sehingga pada tahun berikutnya jumlah mereka akan menjadi kira-kira 1,6 kalinya. Tentunya dengan syarat musim tahun ini dan tahun depan tidak dibuka perburuan untuk jenis binatang ini. Di samping itu mereka meraih laba dari biaya harian para klien.
Pada musim dingin tanah di sekeliling pagar dibajak dengan traktor untuk menghindari kebakaran, baik akibat api tetangga maupun perbuatan iseng. Di farm telah tersedia segala perlengkapan untuk tinggal selama berburu, kamar tidur bersih, pendiangan dan juga air panas. Cara merebus air panas ini unik, karena hanya menggunakan sebuah drum berisi air yang diletakkan di atas pendiangan. Airnya disalurkan ke kamar mandi dan dapur.
Awas, menembak dobel!
Sesudah menentukan farm mana yang akan dikunjungi, sebaiknya Anda pergi ke pasar swalayan Johannesburg untuk berbelanja. Bila pemilik farm yang mengajak Anda berbelanja, pengeluaran pasti akan ditanggungnya, karena biaya tinggal termasuk makan tiga kali. Jadi jangan sungkan untuk mengambil barang yang diperlukan, karena farm jauhnya kurang lebih 600 - 700 km dari Johannesburg, sedangkan toko-toko di sepanjang perjalanan biasanya tidak lengkap.
Selain beras, barangkali Anda memerlukan cabai rawit, minyak goreng, telur mentah, susu segar, gula pasir, teh celup, atau kopi. Untuk daging pilihlah yang sudah dipotong ukuran steak; tak perlu terlalu banyak, karena Anda akan mencicipi daging binatang buruan Anda sendiri, dan bubuk coklat untuk menangkal cuaca dingin. Perlengkapan kebersihan pribadi: macam kertas tisu, sampo, sabun mandi, odol, dan handuk mandi harus Anda bayar sendiri.
Begitu Anda sampai di farm, mintalah izin kepada pemiliknya untuk mencoba senapan, baik itu milik Anda sendiri maupun pinjaman. Buatlah jarak paling sedikit 120 m. Cobalah beberapa kali sampai Anda yakin dan merasa dekat dengan senapan Anda, kalau itu pinjaman.
|
Kalau di tanah air kita dianjurkan pemerintah untuk menembak sebanyak-banyaknya, terutama hama babi hutan yang kebanyakan selalu berombongan, di Afrika, kita tidak boleh asal tembak. Teropong dulu mana jantan mana betina. Jangan sampai binatang yang akan kita tembak itu dibayangi oleh seekor lagi di belakangnya. Peluru kita bisa menembusnya dan melukai juga binatang yang di belakang. Tembaklah setelah Anda tenang dan yakin. Lihat ke mana larinya. Jangan segera melepaskan tembakan lagi, meskipun menurut Anda binatang yang kabur itu belum tentu mati. Kalau Anda sampai menembak lagi, ada kemungkinan Anda menembak dua binatang dari jenis yang sama, dengan jenis kelamin yang barangkali juga sama. Bukankah itu pemborosan?
Apabila binatang yang Anda tembak itu sudah mati terkapar, jepret sebanyak-banyaknya dengan kamera. Setelah itu pemilik farm akan menangani hasil buruan Anda. Dia akan bertanya opset bagaimana yang Anda inginkan, sebatas leher, sebatas dada, atau seluruh badan. Mintalah dagingnya sedikit dan bakarlah sesudah dibumbui di pendiangan. Asyik banget!
Tak ada ampun
Perusahaan taxidermy atau opset di sana adalah perusahaan besar yang mempekerjakan banyak tenaga ahli. Mereka bekerja sama dengan pemerintah, khususnya yang berhubungan dengan hewan yang dilindungi. Sebagai contoh, untuk membuat opset zebra saja mereka akan melihat dan mencocokkan jenis kulit, berat binatang dan bentuk mata, kuping, serta corak kulitnya. Ada 5 macam zebra di sana, tapi yang boleh ditembak hanya jenis Burchill.
Kalau hal ini terjadi, dan Anda terbukti bersalah, tanpa kompromi Anda akan langsung dideportasi dan dimasukkan daftar hitam. Pemilik farm yang memberi surat pengantar bagi Anda untuk opset dan PH (profesional hunter)-nya pun pasti akan mendapat masalah. Di samping itu Anda akan mendapat kesulitan juga apabila tetap ngotot membawanya ke luar Afrika dan memasukkan ke negara asal Anda, karena tidak dibekali surat-surat resmi dari Afrika atau CITES (Conventions of International Trades on Endangerous Species).
Beberapa negara sangat keras mengawasi bagian-bagian binatang ini, seperti Singapura misalnya. Tanpa surat resmi dari perusahaan opset yang diketahui oleh perwakilan Cites atau Directorate of Nature Conservation in Respect of Cites, jangan harap bisa memasukkan hasil buruan Anda. Indonesia pun sudah mengikuti segala peraturan yang ada di Cites.
Perusahaan-perusahaan opset ini sama sekali tidak menggunakan bahan-bahan yang merusak lingkungan, seperti halnya formalin yang masih dipergunakan di Indonesia. Di dalam opsetnya selalu disebutkan bahan-bahan apa saja yang dipergunakan. Selain badannya dibuat dari serat kaca, juga disebutkan seluruh tulang tengkorak direbus dengan campuran 5% sodacuci dan seluruh opsetan direndam dengan 5% sodium fluosilikat dan 56% carbaspray. Dengan sendirinya hasil opsetan milik kita atau dikenal sebagai trofi tersebut akan disertai selembar surat sehingga bertambah autentiklah barang itu.
Lihat juga:
Jangan Sembarangan Buang Puntung Rokok
Harga Lokal dan Profesional