|
Setelah sang dosen berlalu, tiba-tiba salah seorang di antara mereka nyeletuk, "Apa beda botak depan dan botak tengah (atas)?" Celetukan itu berkaitan dengan profil sang dosen yang kebetulan mengalami kebotakan.
Entah karena tidak kuat menahan jawaban atau takut didahului mereka yang tahu, ia langsung menjawab sendiri. "Botak depan itu pertanda pandai berpikir, sedang botak tengah (atas), dia berpikir dia pandai," ujarnya sambil ngakak.
Terlepas lucu atau tidak, benar atau salah, awam masih beranggapan, ada korelasi antara kebotakan dan kemampuan berpikir. Makanya kalau ada yang mulai mengalami kebotakan sering disindir, terlalu banyak berpikir. Selain mengindikasikan ada yang tak beres di kulit kepala, banyak orang setuju kebotakan mengurangi estetika penampilan seseorang.
40% kaum lelaki
Masalah rambut termasuk gampang-gampang susah. Ada yang tanpa masalah meskipun tak dirawat. Ada yang mengalami kerontokan meski sudah dirawat mati-matian. Perawatan rambut yang rutin dengan bahan-bahan alami yang lembut (tidak mengandung bahan-bahan kimiawi dan pengawet) dapat menghindarkan rambut dari pelbagai masalahnya, di luar faktor genetis. Pemakaian sampo dan hair tonic yang cocok maupun creambath bisa memperkuat akar rambut serta memperlancar peredaran darah yang memberi makanan kepada rambut sehingga mencegah kerontokan. Tapi kalau tidak cocok justru akan menimbulkan reaksi alergi.
Seperti sudah disinggung dalam anekdot di atas, memang ada beberapa tingkat kebotakan. Tingkat I, kebotakan hanya terjadi pada sisi frontal (depan atas) dengan atau tanpa pertumbuhan rambut bagian depan; tingkat II, kebotakan pada daerah frontal dan sisi tengah kulit kepala tanpa adanya penipisan rambut pada puncak kepala; tingkat III, kebotakan pada daerah frontal dan occipital (belakang) kepala; tingkat IV, kebotakan hanya pada puncak kepala (lihat gambar).
Sementara itu, menurut Ensiklopedi Britanica, ada dua macam kebotakan yaitu kerontokan permanen akibat rusaknya kantung rambut dan kerontokan temporer akibat kerusakan sementara kantung rambut. Tipe pertama didominasi oleh male pattern baldness (MPB) yang bisa mencapai 40% dari populasi laki-laki.
MPB lebih banyak disebabkan oleh tidak seimbangnya tingkat sirkulasi hormon pria (testosteron dan androgen) di dalam darah. Umumnya menyerang orang dengan berat badan tinggi dan rambut bertipe ekspresif (facial hair). MPB biasanya diderita mereka yang berasal dari ras Eropa dan Australia. Pada suku Aborigin, kebotakan ini acap diiringi kebotakan pada kaki. MPB jarang ditemui pada ras Asia, Amerika (Indian), maupun Afrika.
Beberapa biang kebotakan di antaranya genetis (keturunan); penyakit-penyakit tertentu semisal infeksi akibat jamur, bisul pada kepala, ketombe, dll.; penyakit kelainan fungsi imunologi (pertahanan tubuh); penyakit endokrinologi seperti DM (diabetes mellitus), penyakit fungsi kelenjar gondok, dll.; penyakit akibat hubungan seksual semisal sifilis; kekurangan gizi yang parah; gangguan psikis seperti stres yang berkepanjangan, trikotilomania (kecenderungan untuk mencabuti rambut), trauma, maupun fisiologis.
|
Pada kasus genetis, ajaibnya hanya timbul pada laki-laki, sedangkan wanita hanya sebagai gen resesif saja. Inilah sebabnya hampir tak kita jumpai kebotakan menyerang kaum wanita. Wanita yang memiliki gen resesif botak bila kawin dengan lelaki yang normal (tidak ada garis keturunan gen botak) bisa menurunkan kebotakan pada anak lelakinya. Makanya, ada ras tertentu yang mudah timbul kebotakan. Gejala timbulnya kebotakan (male pattern baldness) muncul setelah dewasa.
Sedangkan pemicu penyebab kebotakan ternyata tak jauh dari perilaku kita sehari-hari. Tarikan yang terlalu kuat saat menyisir, penggunaan sisir yang terlalu kasar, penggunaan sampo yang tidak sesuai, pengecatan rambut dan obat pengeriting yang terlalu sering, penggunaan hairspray yang berlebihan, adalah beberapa contoh. Paparan sinar matahari pun turut punya andil dalam membotakkan kepala.
Karena mengganggu penampilan, banyak orang yang mengalami kebotakan mencari jalan menumbuhkan rambut. Ada yang secara tak langsung, seperti memakai hair tonic, atau yang langsung terlihat hasilnya dengan operasi rambut seperti dilakukan penyanyi asal Inggris, Elton John, serta yang sedang trend cangkok rambut.
Mirip tanah gersang
Tanggal 8 November 1996 di RS PKU Muhammadiyah Solo dilakukan operasi cangkok rambut pada pasien bernama KRT Kresno Handayaningrat (Tri Handayani) di bawah pengawasan Prof. J. Ramsey Mallete dari Medical University of Colorado, AS. Menurut Prof. Dr. Marwali Harahap, operasi cangkok rambut ini memang belum populer di kalangan masyarakat, meskipun sebelumnya pernah dilakukan operasi serupa di Jakarta dan Medan. Selama ini, menurut Marwali, dalam mengatasi kerontokan maupun kebotakan orang masih mengandalkan obat, salep, maupun berbagai hair tonic (Suara Pembaruan, 12 November 1996).
Meski belum populer, cangkok rambut sudah lama diterapkan dalam dunia kedokteran. Makalah yang menyinggung tentang operasi cangkok rambut pun sebenarnya sudah lama muncul. Tahun 1977 Blanchard memperkenalkan metode ini dalam mengatasi kebotakan, disusul Unger tahun 1978. "Transplantasi rambut pertama kali dilaporkan oleh Schultz dan Roenigk tahun 1978, yang dilakukan pada penderita alopecia sikatrikal (mengalami kebotakan karena bekas luka)," kata dr. Indah Yulianto, dari Bagian Kosmetologi Medik dan Tindakan Kulit, Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sebelas Maret, Solo.
Secara teknis medis, operasi ini tidak sulit, hanya njlimet sehingga membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Pada dasarnya, operasi ini memindahkan jaringan kulit kepala yang berambut ke daerah botak. "Daerah yang mengalami kebotakan mirip dengan tanah yang gersang," kata dr. Moerbono Mochtar DSKK. Kegersangan ini akibat tidak tersedianya makanan yang dialirkan melalui pembuluh darah.
Daerah yang gersang bisa disuburkan kembali dengan menanam tunas rambut yang diambilkan dari jaringan kulit yang mempunyai akar rambut dan disayat-sayat. Daerah yang botak dilubangi dengan pisau berdiameter ± 4 mm sejumlah ± 100 lubang untuk tempat tunas rambut. Agar tidak kering, tunas-tunas tersebut ditaruh dalam wadah berisi NaCl HCl.
Jika daerah kebotakan luas, penanaman tidak bisa dilakukan sekaligus, harus bertahap. Untuk tingkat kebotakan yang sudah mencapai unyeng-unyeng bisa sampai 4 tahap. Tiap tahap berselang 6 - 8 minggu, dimaksudkan untuk pendarahan rambut baru. Pada tahap awal akan terjadi perontokan sementara setelah operasi berlangsung. Baru dua atau tiga bulan kemudian tunas tersebut mulai menampakkan pucuknya.
Tingkat keberhasilannya tinggi
Tingkat keberhasilan operasi ini sangat tinggi. "Paling yang mati 1 atau 2 dari seratusan tunas yang ditanam," papar Moerbono. Ini berarti di atas 90% dan bisa dikatakan berhasil mengatasi masalah kebotakan. "Menurut pengalaman Prof J. Ramsey Mellet Jr. M.D., profesor dermatologi dan direktur bedah kulit dan mohs, Departemen Dermatologi, Universitas Colorado, tingkat keberhasilan bisa mencapai 85%. Untuk Indonesia masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut," ujar dr. Indah Yulianto. Marwali menyatakan, operasi cangkok rambut ini merupakan trend baru seperti operasi kecantikan lain yang sudah menjamur.
Sebelum pencangkokan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: penderita harus diberi tahu tentang apa yang akan dikerjakan, bagaimana mempersiapkan diri, berapa lama penyembuhannya, serta pemeriksaan laboratorium yang lengkap; cangkok rambut terutama untuk penderita di bawah usia 50 tahun yang kehidupan sosialnya masih aktif dan dalam kondisi sehat (meskipun bisa juga bagi mereka yang berusia 60 - 70 tahun asal kesehatannya menunjang); rambut yang dipersiapkan sebagai donor harus lebat.
Setelah operasi selesai, luka ditutup dengan pembalut khusus yang bersifat hidropolik dan sudah mengandung obat. Setelah itu dilakukan penutupan kulit kepala secara menyeluruh untuk menekan tempat-tempat yang luka dan mencegah timbulnya perdarahan. Krusta akan hilang sendiri pada minggu ke-3. Rambut hasil cangkokan akan bersemi setelah minggu ke-10 dan ke-16. Bekas luka donor akan cepat menutup karena banyak pembuluh darah yang menyuplai makanan.
Beberapa efek sampingan akan timbul jika operasi tidak teliti dan kesterilan peralatan tidak terjaga, seperti adanya rasa nyeri yang lama, infeksi sekunder, maupun reaksi alergi terhadap obat yang digunakan.
Selain yang baru saja dilakukan di RS PKU Muhammadiyah, operasi cangkok rambut pernah dilakukan oleh Prof. Dr. Marwali Harahap, SpKK, di Rumah Sakit Adam Malik, Medan. Nah, bagi kelompok penyandang gelar "MBA" (Makin Botak Aje) yang ingin mendapatkan mahkotanya kembali, metode ini bisa menjadi pilihan. Bagi yang bukan atau belum namun rambutnya mengalami kerontokan antara 100 dan 150 lembar per hari, berhati-hatilah. Itu pertanda si botak mengincar Anda. (Yds. Agus Surono)
Baca juga: Zat Besi Penyembuh Kerontokan