Diresmikan 1 Maret 1872 oleh Presiden ke-18 AS, Ulysees S. Grant, Yellowstone tercatat sebagai taman nasional pertama di dunia yang menawarkan berbagai pesona kemegahan alam begitu sempurna. Apa saja yang paling menarik dari Yellowstone, berikut ini sedikit catatan perjalanan Julius Hayadi ketika mengunjunginya.
|
|
Minerva Terrace di Mammoth Hot Springs |
|---|
Tanahnya labil
Sebenarnya, apa saja yang dapat disaksikan di Yellowstone? Para pengelola taman telah membagi keindahan Yellowstone menjadi tiga rute penting: Old Faithful - Mammoth Hot Springs; timur taman; Canyon Village - Danau Yellowstone.
Rute Old Faithful - Mammoth Hot Springs yang terbentang sepanjang 110 km di sebelah barat taman menjadi daya tarik utama Yellowstone. Di sini dapat disaksikan sejumlah geyser, mata air panas, dan beberapa air terjun yang pantas untuk dijelajahi.
Tempat pertama yang wajib disinggahi adalah daerah Upper Geyser Basin yang mempunyai puluhan geyser besar dan kecil yang bererupsi secara teratur. Yang paling terkenal keindahannya adalah Old Faithful, yang dapat menyemburkan air panas sebanyak 21 - 23 kali setiap harinya. Ketinggian semburan air setiap kali erupsi berkisar antara 40 - 56 m selama 3 - 5 menit.
Untuk melihat geyser ini, pengunjung dapat memarkir kendaraannya di dekat Old Faithful Visitor Center, lalu berjalan kaki ke lokasi dalam beberapa menit. Para pengunjung ramai berkumpul di sekelilingnya untuk menantikan geyser menyemburkan airnya.
Dengan berjalan kaki juga, pengunjung dapat menikmati keindahan Grand Geyser, geyser terbesar yang bererupsi sekali dalam 8 - 9 jam; Riverside Geyser yang terletak di tepi Sungai Firehole; Giantess Geyser dengan semburan air yang dapat mencapai lebih dari 60 m; dan juga Castle Geyser yang merupakan geyser tertua di Yellowstone. Beberapa geyser kecil dengan frekuensi semburan lebih sering dapat disaksikan hanya beberapa menit dari Geyser Old Faithful.
Setelah puas menyaksikan fenomena alam air panas muncrat, wisatawan bisa terus melaju ke utara untuk menyaksikan keindahan telaga-telaga air panas yang beraneka warna. Telaga-telaga ini mirip dengan yang ada di Dieng, Jawa Tengah, namun jauh lebih indah. Ada dua daerah telaga air panas yang sayang kalau tidak dikunjungi, yaitu Midway Geyser Basin dan Lower Geyser Basin.
|
|
Grand Geyser yang merupakan |
|---|
Sementara itu, daerah Lower Geyser Basin menyajikan telaga-telaga air panas yang lebih besar. Malah salah satu di antaranya membentuk sungai air panas yang akhirnya jatuh ke Sungai Firehole. Yang menarik, zat-zat kimia yang terkandung dalam air panas itu menimbulkan warna kuning pada bebatuan yang dilaluinya.
Kecil namun indah
Beberapa air terjun menghiasi perjalanan selanjutnya ke arah utara taman. Untuk melihat Air Terjun Firehole, pengunjung harus melintasi jalan kecil Firehole Canyon Drive di mana kita dapat pula menyaksikan kecuraman dan keindahan formasi tebing-tebingnya. Walaupun tidak begitu besar, Air Terjun Firehole yang menjatuhkan air ke Sungai Firehole dari sela-sela bebatuan cukup memikat untuk disaksikan.
Sekitar 10 km dari Air Terjun Firehole, pengunjung dapat menyaksikan kemegahan Air Terjun Gibbon setinggi 26 m tepat dari jalan raya. Di samping keindahan bentuknya yang bertangga-tangga, terdengar pula alunan nada gemerciknya air yang begitu kencang karena jatuhnya air terjun persis mengenai bebatuan besar di dasar Sungai Gibbon.
Dengan terus melaju ke arah utara, pengunjung juga dapat singgah di Norris Geyser Basin yang menampilkan keindahan padang geyser, telaga air panas, dan kawah yang luas dan masih aktif. Tetapi, bau zat-zat kimia bumi benar-benar menusuk hidung di kawasan ini.
Dengan menelusuri jalan raya sepanjang 34 km ke arah utara, pengunjung dapat singgah di Mammoth Hot Springs. Alam menyuguhkan keindahan beberapa sumber mata air panas yang mengikis dan membentuk batu-batuan menjadi beraneka macam bentuk yang unik. Warna batuan di sekitarnya rata-rata kuning, jingga, dan putih. Semua terbentuk akibat proses kimia zat-zat yang terkandung dalam air panas tersebut.
Pengelola taman nasional menyediakan trail dari kayu untuk menyusuri kawasan mata air panas ini. Mula-mula akan disaksikan Cavern Springs, mata air panas yang keluar dari dalam gua sehingga menumbuhkan benjolan-benjolan pada batuan di sekitarnya. Setelah itu turis diajak melalui Reservoir Spring, Jupiter Terrace, Naiad Spring, Minerva Terrace, dan Main Terrace yang masing-masing menampilkan pesona keunikan dan keindahan formasi batu-batuan yang dibentuk oleh mata air panas alami yang mengalir di sela-selanya.
Setelah puas menyaksikan keindahan alam vulkanis yang masih aktif, kita susuri bagian timur dari taman nasional. Sejumlah air terjun, tebing-tebing curam, dan puncak gunung-gunung tinggi bersalju menanti di rute ini.
|
|
Pemandangan Grand Canyon |
|---|
Pemandangan alam pegunungan yang indah menyambut kita pada rute selanjutnya. Pada jalan raya sepanjang 31 km ke arah selatan tampak menyembul Gunung Washburn (3.122 m). Lalu padang rumput yang menghijau disertai bunga warna-warni menjadi arena bermain bison, rusa, domba bertanduk, dan hewan lain. Jika beruntung, Anda bisa bertemu beruang hitam sedang mencari makan.
Lebih tinggi daripada Niagara
Daerah yang paling memukau sebenarnya Canyon Village. Dari tempat itu dapat disaksikan keindahan tebing dan jurang Grand Canyon of The Yellowstone, suatu adi karya kemegahan alam yang tiada duanya. Tepat di dasar jurang mengalir Sungai Yellowstone yang airnya deras dan terus mengikis jurang hingga semakin dalam dari waktu ke waktu.
Tebing dan jurang di daerah ini terasa jauh lebih indah daripada Grand Canyon di Arizona, walaupun jika dibandingkan dari segi luas dan lebarnya tidak seberapa. Yang membuatnya menarik adalah dua buah air terjun besar yang mencurahkan air Sungai Yellowstone ke ketinggian jurang yang berbeda.
Air terjun pertama adalah Upper Falls setinggi 33 m yang sangat deras dan lebar. Untuk menyaksikan air terjun ini, pengunjung dapat berjalan kaki sebentar dari tempat parkir melalui jalan setapak yang telah disediakan menuju interest point Upper Falls View. Kita hanya dapat menyaksikan keindahan air terjun ini dari atas karena jatuhnya air terjun ini tepat ke dasar jurang yang tak dapat dijangkau manusia.
Dari Upper Falls, perjalanan bisa diteruskan ke Air Terjun Lower Falls yang menjatuhkan air Sungai Yellwostone dari ketinggian 94 m. Berarti dua kali dari ketinggian air terjun Niagara yang terkenal itu. Kekuatan air terjun ini sungguh luar biasa. Suara gemuruh yang ditimbulkannya sudah terdengar dari jarak ratusan meter.
Untuk menyaksikan Air Terjun Lower Falls dapat ditempuh dua rute. Rute terdekat adalah Uncle Tom's Trail yang terdiri atas 700 anak tangga menurun sampai setengah dari kedalaman jurang. Rute ini dibangun oleh Tom Richardson pada 1890, dan tentu saja hanya yang masih kuat tenaganya yang mampu menempuh rute ini. Mereka yang ingin lebih santai dapat memilih rute Red Rock yang ditempuh lewat jalan setapak sejauh 600 m dari Lookout Point. Sementara Lookout Point sendiri dapat dijangkau dengan kendaraan.
Dari Artist Point, pengunjung dapat mengagumi keindahan Grand Canyon Of The Yellowstone lebih sempurna. Di sini Air Terjun Lower Falls menjadi primadonanya. Dapat disaksikan bahwa semakin jauh dari air terjun, jurang semakin bertambah dalamnya hingga 470 m.
|
|
Danau Yellowstone dengan latar belakang |
|---|
Dari sana perjalanan akan terus sampai ke Danau Yellwostone yang berlatar belakang puncak-puncak pegunungan tinggi Absaroka yang bersalju. Danau dengan panjang 32 km dan lebar 22,4 km ini diyakini sebagai danau gunung terluas di Benua Amerika pada ketinggian permukaan air 2.357 m dpl.
Air Danau Yellowstone berasal dari sungai-sungai gletser yang mencair dari pegunungan bersalju di sekitarnya. Karena topografi tanahnya agak cekung, terbentuklah danau yang menawan ini. Namun air danau ini terus menerus dialirkan oleh Sungai Yellowstone yang kemudian akan bergabung dengan Sungai Missouri, selanjutnya dengan Sungai Mississippi menuju ke Teluk Mexico. Diperkirakan seluruh air di danau ini berganti seluruhnya setiap 10 - 11 tahun.
Di tepian Danau Yellowstone pengunjung yang mempunyai hobi memancing dapat menyalurkan hasratnya sampai tuntas. Beraneka jenis ikan air tawar hidup di danau ini, siap untuk dipancing. Lokasi memancing yang tersedia adalah di Fishing Bridge, Lake Village, Bridge Bay, dan Grand Village.
Lebih enak lewat darat
Ada dua alternatif untuk pergi ke Yellowstone, lewat darat atau udara. Melalui perjalanan darat ditempuh dengan kendaraan selama 4,5 jam menuju timur laut dari Salt Lake City, Utah. Rute yang diambil adalah jalan bebas hambatan Interstate 80 ke arah timur hingga Exit 18 di Wyoming, kemudian berbelok ke Utara melalui Rute 189 hingga Kota Jackson. Dari kota tersebut perjalanan diteruskan lewat Grand Teton National Park di Rute 191 menuju ke Yellowstone dari pintu selatan.
Rute jalan darat lain yang biasa ditempuh lewat Kota Denver, Colorado, menuju arah barat laut selama 9 jam. Rute yang diambil adalah jalan bebas hambatan Interstate 25 ke arah utara hingga Kota Cheyenne di Wyoming, kemudian mengambil rute Interstate 80 ke arah barat hingga Kota Rock Springs. Dari kota ini pengunjung harus membelokkan kendaraannya ke Utara lewat lewat Rute 191 hingga Kota Jackson. Seperti pada rute jalan darat sebelumnya, para pengunjung akan memasuki Yellowstone dari pintu selatan setelah melewati Grand Teton National Park.
Karena taman nasional ini begitu luas, pengunjung sebenarnya dapat memasuki lewat lima pintu masuk. Pintu selatan dan timur dapat ditempuh dari Kota Jackson dan Cody di Wyoming. Sedangkan pintu barat, utara, dan timur laut dapat dicapai dari Kota West Yellowstone, Gardinner, dan Silver Gate di Negara Bagian Montana. Pengunjung disarankan memasuki Yellowstone dari Kota Jackson karena kota tersebut paling dekat ditempuh dari metropolis Salt Lake City dan Denver.
|
|
Beruang hitam suka muncul |
|---|
Para pengunjung ternyata tidak hanya disuguhi fenomena alam yang indah dan menawan tetapi juga berbagai fasilitas akomodasi dan restoran di kota-kota kecil di sekitar pintu masuk taman. Dari hotel berbintang atau hanya sekadar bed and breakfast tersedia di sepanjang kota yang dilewati. Bahkan dibuka pula toko cendera mata.
Begitu banyak fasilitas akomodasi yang tersedia karena turis tidak mungkin menyaksikan keindahan panorama Taman Yellowstone hanya dalam sehari! Yellowstone memang adikarya kemegahan alam yang tiada duanya. Ia patut dikunjungi dan dikagumi!