1. Menyambut Pak Nasional
  2. Jangan Repot-Repot, Mbak!
  3. Ayam Dulu, Baru Telur
BRUNEI ADA DI JAMBI

Ceritanya bermula dari orang baru yang naik oplet di Jambi. Ketika ditanya kenek oplet ke mana tujuannya, ia menjawab dengan yakin, "Turun di Brunei!"

Sambil tertawa, sang kenek berkata bahwa tidak ada tempat bernama Brunei di Jambi. Tapi, sang penumpang tetap ngotot bahkan dengan yakin ia berkata dengan tegas, "Meskipun saya baru dua kali ke Jambi, saya tahu betul letak Brunei. Saya harus naik oplet berwarna biru ini."

Penumpang asal Kerinci itu tahu betul di mana ia harus berhenti. Saat oplet sampai di sebuah lorong, ia minta turun dan masuk melenggang ke kawasan "Brunei"-nya.

Ternyata Brunei yang dia maksud adalah Broni, sebuah nama wilayah yang ada lorongnya tadi. Dalam dialek Kerinci, jika ada sufiks -i pada akhir sebuah kata, bunyi sufiks itu menjadi -ai atau -ei. Jadi wajar dalam dialek Kerinci apabila daerah Broni dilafalkan sebagai Brunei.

Gara-gara Brunei di Jambi, kenek dan penumpang saling tarik urat. (Sutoyo Biwi/Als)