Juni 1998 | Halaman Hijau
memakai komputer ramah lingkungan
Komputer sudah menjadi barang umum. Ruang kantor modern paling tidak dilengkapi satu mesin komputer berikut monitor 17 inci dan laser printer. Ketika sedang bekerja, alat lengkap itu menghabiskan listrik kurang lebih 1.000 watt.
Ada satu kantor yang mempunyai puluhan, bahkan ratusan perangkat komputer. Bayangkan kalau semuanya dibiarkan menyala selama delapan jam (kerja atau menganggur), berapa banyak energi yang dipakai, dan berapa rupiah biayanya sehari?
Komputer yang boros listrik akan mencemari lingkungan. Sebab listrik yang berhamburan menimbulkan medan magnetik yang mempengaruhi kinerja otak kita. Bagaimana mengurangi pencemaran lingkungan ini?
Tentu dengan mengefisienkan penggunaan listrik komputer Anda. Monitornya yang 15 inci, paling tidak makan listrik antara 60 - 80 watt. Makin besar ukuran monitor, makin banyak listrik yang diminta. Kalau dilengkapi dengan standby mode (mode penghemat energi), komputer akan secara otomatis dibuat tidak aktif monitornya (setelah jangka waktu tertentu tidak dipakai), meskipun masih menyala. Mode penghemat energi ini bisa menghemat listrik sampai separuhnya atau lebih.
Monitor modern yang menggunakan teknologi baru bukan hanya mempunyai standby mode, tapi juga power-down mode yang bisa menghemat energi tambahan lagi. Dengan mode ini, sebuah monitor biasanya hanya menghabiskan listrik tidak lebih dari 10 watt, tetapi ketika akan dipakai lagi memerlukan waktu yang cukup lama untuk bangun lagi dari tidurnya.
Komputer yang modern sudah dilengkapi pula dengan alat yang mampu mematikan listrik dari beberapa komponen terpisahnya, sehingga keseluruhan perangkat jadi lebih hemat. Komponen komputer itu sendiri sekarang direkayasa sesedikit mungkin memakai energi. Kebanyakan kurang dari 100 watt pada saat sibuk. Jika tidak dipakai, tapi masih dibiarkan menyala, ia hanya memakai 10 watt.
Laser printer makan banyak sekali listrik. Karena itu sebaiknya memilih merek printer yang hemat listrik. Tetapi seandainya tidak dapat memilih, ya, matikan saja printer Anda jika tidak sedang dipakai.
Komputer model lama Anda sudah pasti boros listrik. Jika masih tetap dipakai, sebaiknya dimatikan saja ketika sedang tidak dipakai. Apakah komputer tidak akan cepat rusak kalau terlalu sering dinyala-matikan?
Beberapa pengguna komputer yakin bahwa kalau komputer terlalu sering dinyala-matikan, umurnya akan pendek. Mereka menyamakan komputernya dengan lampu pijar, yang kadang memang rusak ketika dinyalakan. Bukan ketika sedang menyala. Jadi nyalakan saja terus komputer Anda. Namun sampai sekarang belum ada penelitian tentang panjang-pendeknya umur komputer yang dinyala-matikan terlalu sering. Hanya yang pasti (tanpa penelitian pun) logikanya, umur pakai komputer jelas berkurang ketika dinyalakan terus-menerus.
Jalan tengahnya ialah, sebaiknya menyalakan komputer pada pagi hari dan mematikannya sore hari ketika kantor akan tutup. Jika hanya akan memakai selama satu jam pada pagi hari dan hanya satu jam pada sore harinya, lebih baik mematikan komputer itu setelah selesai memakainya pada pagi hari dan menyalakannya lagi ketika akan memakainya sore harinya.
Dengan begitu, kita menghemat energi, bukan saja demi mengurangi biaya listrik, tapi juga demi kebersihan lingkungan kerja, agar tidak tercemar medan magnetik listrik yang berhamburan. (Harry Surjadi)