| Juni
1998 No. 419
Pembaruan
terakhir: 10 Juni 1998
POTRET: PENARI,
PEMBATIK, DAN EMPU KERIS Sosok budayawan komplet seperti KRT Harjonagoro jumlahnya
tak banyak. Dengan totalitas jiwa, ia tak hanya mendalami budaya Jawa tapi sekaligus
menghirup tata nilai dan melakoninya dalam kehidupan nyata. Tarian Jawa sudah mendarah
daging sejak bocah, berikutnya menggeluti baik, sampai kemudian menguasai ilmu perkerisan.
[ Artikel selengkapnya .... ]
TERAPI: USIR BATU GINJAL TANPA OPERASI Batu
ginjal merupakan salah satu penyebab penyakit gagal ginjal. Dahulu untuk membuangnya harus
lewat operasi. Kini, dengan teknologi kedokteran canggih, batu yang berukuran kecil pun
bisa dihancurkan tanpa melibatkan pisau bedah.
[ Artikel selengkapnya .... ]
MAYA: MENDERITA KARENA
KEBERATAN NAMA Ada anggapan, nama yang "berat" bisa mendatangkan sial.
Penyandangnya sakit-sakitan atau hidupnya sering dilanda derita. Pendapat lain mengatakan,
"nama yang buruk" akan mempengaruhi aktivitas pribadi dan sosial pemilik nama
itu. Bagaimana duduk perkara yang sebenarnya?
[ Artikel selengkapnya .... ]
HALHI: MEMAKAI KOMPUTER RAMAH LINGKUNGAN
Komputer sudah menjadi barang umum. Ruang kantor modern paling tidak dilengkapi satu mesin
komputer berikut monitor 17 inci dan laser printer. Ketika sedang bekerja, alat
lengkap itu menghabiskan listrik kurang lebih 1.000 watt.
[ Artikel selengkapnya .... ]
LANG-LANG: MAMBERAMO, MENJANJIKAN TAPI BUTUH PERHATIAN
Mamberamo, sungai besar di Irian Jaya dan konon direncanakan sebagai salah satu kawasan
penggerak ekonomi di Indonesia Timur, ternyata banyak menyimpan misteri dan permasalahan
yang belum terjawab. Tiga bulan bekerja sebagai geolog dalam rangka eksplorasi mineral
cukup memberikan kesan tersendiri tentang alam, masyarakat, dan problem di seputar kawasan
tersebut.
[ Artikel selengkapnya .... ]
BOLA MAJALENGKA DI PIALA DUNIA PRANCIS
Kesebelasan Indonesia boleh bermimpi masuk babak final Piala Dunia. Tapi tidak bagi H.
Irwan Suryanto. Melalui sebuah misi dagang di Belanda, ia berhasil ambil bagian di kancah
babak final Piala Dunia Prancis 1998. Bukan sebagai pemain atau wasit, tapi sebagai
pemasok bola! Jadi, bola yang disepak-sepak oleh kaki-kaki para pemain kesebelasan dunia
itu buah tangan perajin asuhan Irwan, yang tersebar di Kadipaten, Majalengka, Jawa Barat.
[ Artikel selengkapnya .... ]
CATATAN YANG TERSISA SEKITAR 14 MEI Kerusuhan
sekitar pertengahan Mei 1998 lalu masih menyisakan penggalan-penggalan kisah dan
pengalaman hidup yang membekas di hati. Jakarta mendadak dilanda kepanikan dan amuk massa
yang diikuti pembakaran dan penjarahan toko. Inilah bagian dari kisah-kisah yang tercecer
saat itu.
[ Artikel selengkapnya .... ]
KIAT MEMBERI OBAT PADA BALITA Anda
yang sudah pernah memiliki bayi tentu merasakan betapa repotnya memberi obat si buah hati.
Bayi tak bisa meminumnya langsung gleg seperti orang dewasa. Sering kali ia
melakukan aksi tutup mulut, berontak, atau memuntahkan kembali obat yang masuk ke
mulutnya. Padahal, kebanyakan obatnya berupa sirup yang manis dan terkadang berasa buah.
Wajar kalau orang tua mesti ekstra sabar dalam memberinya obat.
[ Artikel selengkapnya .... ]
AGAR KARTU ATM AMAN DI TANGAN Zaman "serba
kartu" memang rawan. Setelah beberapa kota dimarakkan oleh kejahatan kartu kredit,
disusul kemudian dengan akal-akalan kartu telepon, kejahatan mutakhir adalah perampasan
kartu ATM (anjungan tunai mandiri - automated teller machine). Pemilik dipaksa
menyebutkan nomor identifikasi pribadi (PIN), lalu kartu ATM "dipinjam"
sementara untuk menguras uang simpanannya.
[ Artikel selengkapnya .... ]
MELONGOK "SEKOLAH" EKSPOR IMPOR Gara-gara tak
paham seluk-beluk administrasi ekspor, seorang pengusaha yang mencoba melakukan ekspor
perdana produk bola sepaknya mengalami kerugian. Padahal kalau dia tahu bahwa soal
ekspor-mengekspor ada "sekolah"-nya, kerugian mungkin tak terjadi. Ilmu
ekspor-mengekspor itu setidaknya bisa digali lewat PPEI (Pendidikan dan Pelatihan Ekspor
Indonesia) ataupun LM-Patra, keduanya di Jakarta.
[ Artikel selengkapnya .... ]
PENTINGNYA TRANSPARANSI PRIBADI Transparansi tidak hanya
dibutuhkan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pengelolaan urusan publik saja,
melainkan juga diperlukan untuk menggalang relasi antarmanusia yang harmonis dan baik.
Transparansi pribadi adalah keterbukaan wajar yang dilandasi keberanian untuk jujur
terhadap diri sendiri dan jujur terhadap orang lain.
[ Artikel selengkapnya .... ]
PERNIK Sop yang tak bisa dimakan | Kambing dimakan rayap |
Sapi main bola | Geger terasi
[ Artikel selengkapnya .... ]
|