Keterangan beriklan di site ini logo(1).gif (10626 bytes)
globetiny.gif (852 bytes)N THE NET
tan_obat.jpg (12269 bytes)

EKOWISATA HARUSNYA MELESTARIKAN LINGKUNGAN

 

Pariwisata merupakan industri yang tidak berpolusi. Dibandingkan dengan industri automotif, pertambangan, tekstil, dan manufaktur, industri pariwisata aman-aman saja, tidak menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan. Begitulah yang dipercayai sampai sekarang.

Di antara pariwisata itu ada yang kemudian secara khusus "menjual" keindahan lingkungan alam kepada para wisatawan. Kegiatannya diiklankan sebagai ecotourism. Para peminat tidak disuguhi pertunjukan tari-tarian dan acara kebudayaan penduduk setempat, tetapi alam indah yang mempesona, seperti air terjun, lembah sungai, panorama pegunungan yang sejuk udaranya. Atau, keindahan fauna di terumbu karang kebun laut. Mereka dipersilakan tinggal di tengah alam itu dan bergaul dengan penduduk setempat selama beberapa hari. Tidak sekadar datang, makan-makan, meninggalkan sampah, kemudian pergi lagi.

Ekowisata semacam ini mendorong perekonomian rakyat di daerah yang bersangkutan dengan pemberian jasa pelayanan untuk menikmati keindahan alam, sekaligus mengajak rakyat setempat untuk menjaga kelestarian lingkungan yang "dijual" itu.

Sayang, konsep yang bagus ini sering dilanggar karena ketidaktahuan atau ketidakmautahuan para pemimpin yang bertanggung jawab atas pelaksanaan ekowisata. Mereka menganggap tugasnya sudah selesai setelah wisatawan datang, menginap, dan pergi lagi. Tanpa usaha pelestarian, itu sudah jalan. Alam indah yang dijual dibiarkan tercemar atau rusak, dan tak ada usaha untuk mengembalikannya ke keadaan semula. Itu "bukan tugas pemimpin penyelenggara ekowisata". Pohon-pohon pencipta lingkungan yang nyaman ditebangi karena pelebaran jalan, dan tidak ditanami bibit pohon lagi yang sama indahnya. Padahal dengan dana yang tidak sampai bikin bangkrut keuangan, penduduk setempat bisa dikerahkan untuk menghijaukan kembali tepi jalan yang rusak itu.

Sampah dibiarkan berserakan tidak terurus, karena "itu urusan pemerintah daerah". Bukan penyelenggara ekowisata! Kalau kebersihan lingkungan terbengkalai karena kita bertengkar, ekowisata tidak jalan. Sebab, lingkungan nyaman yang sebelumnya menjadi sumber duit, tidak dikunjungi wisatawan lagi.

Keberhasilan ekowisata sangat bergantung pada usaha penyadaran semua pihak yang terkait, terutama penduduk setempat dan petugas pemerintah daerah yang bersangkutan.

Ekowisata tidak hanya perlu memberikan fasilitas pada wisatawan untuk menikmati pemandangan alam yang indah dari kejauhan, tetapi juga kesempatan seluas-luasnya untuk tinggal (menginap dan hidup) nyaman di tengah lingkungan yang indah itu untuk sementara waktu, agar memperoleh kesan yang mendalam tentang lingkungan setempat. Tentunya lingkungan yang bersih.

Peminat ekowisata kebanyakan pencinta alam yang tidak menuntut fasilitas penginapan yang mewah, makanan enak, dan hiburan malam. Mereka lebih senang ditawari homestay (penginapan di rumah penduduk), dan ingin mencicipi makanan tradisional asli daerah setempat bersama pemilik rumah.

Penduduk yang rumahnya layak dipakai untuk itu dipinjami modal untuk perbaikan rumah.

Kurangnya promosi juga membuat usaha ekowisata itu macet. Lebih masuk akal membantu mereka dengan modal untuk promosi dan perbaikan lingkungan, daripada menginvestasikan modal ke pembangunan hotel dan restoran bertaraf internasional tetapi sewanya tidak terjangkau oleh wisatawan yang ingin hidup hemat agar bisa tinggal selama mungkin di lingkungan yang nyaman, dan tidak menjengkelkan. (SS)

Click here to join our mailing list!
Join our mailing list!
rumah intisari on the net CLICK HERE TO VISIT THE TOP 1000!