globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Agustus 2000

Advis Medis Prof. dr. Iwan Darmansjah, Sp. FK

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

ABNORMAL BELUM TENTU SAKIT

Banyak orang mengira bahwa pemeriksaan laboratorium dapat menentukan penyakit yang diderita. Misalnya bila terjadi demam. Asumsi ini tidak benar. Ilmu kedokteran mendiagnosis penyakit terutama dengan cara klinis, sedangkan pemeriksaan lab hanya pelengkap.

Sering hasil pemeriksaan lab disertai nilai-nilai normal di sebelah nilai yang ditemukan, sehingga bila ada nilai yang ditemukan berada di luar batas-batas normal, maka sugestif sekali itu berarti "abnormal", dan abnormal condong diartikan "sakit".

Sebelum menarik kesimpulan seperti di atas, perlu dipahami beberapa hal:

* Nilai laboratorium "normal" ditentukan oleh himpunan data nilai lab yang banyak sekali dari orang-orang yang dianggap dalam kondisi "normal" sehingga diperoleh batasan yang dianggap "normal" secara statistik. Pada kenyataannya manusia sangat bervariasi sehingga perolehan nilai lab itu perlu diinterpretasi secara ilmiah. Misalnya suatu nilai darah, seperti laju endap darah, dapat dipengaruhi oleh ada tidaknya haid, namun ini tidak disebut dalam laporan hasil pemeriksaan itu. Di lain pihak, nilai yang tinggi, misalnya 100 mm/1 jam, dapat dihubungkan dengan suatu proses di tubuh, seperti adanya infeksi atau tumor, bila memang didukung oleh keadaan klinis. Sebaliknya, kekecualian pun bisa terjadi, artinya dengan nilai setinggi itu tetap "tidak ada penyakit".

* Ada nilai lab yang mempunyai batasan normal sempit, dan perolehan nilai di luar batasan ini berarti PASTI abnormal (sakit). Misalnya, tinggi-rendahnya hemoglobin (Hb) dapat memastikan adanya anemia ("kurang darah"). Juga dapat ditentukan secara konsensus, di bawah nilai Hb tertentu, diperlukan transfusi darah. Contoh lain, nilai fungsi ginjal: kreatinin, mempunyai batasan normal yang sempit. Nilai di atas batasan ini menunjukkan semakin berkurangnya fungsi ginjal secara pasti. Di samping itu, terdapat hubungan jelas antara bertambahnya nilai kreatinin dengan derajat kerusakan ginjal, sehingga diketahui pada nilai berapa perlu dilakukan tindakan cuci darah.

* Sebagian nilai lab lain mempunyai batasan normal yang lebar, sehingga kadang-kadang tidak terlalu penting bila batasan "normal" dilampaui. Memperoleh nilai reaksi Widal positif (menandakan adanya antibodi terhadap kuman tifus dalam tubuh kita) merupakan suatu nilai lab yang sering dirisaukan oleh penderita bila ada demam. Dalam rubrik ini edisi Mei lalu (Positif Belum Tentu Tifus, hal. 80) telah dibahas mengenai arti suatu reaksi Widal yang positif, yang belum tentu berarti menderita tifus. Widal positif tanpa adanya demam khas selama kurang-lebih seminggu bukanlah tifus. Reaksi Widal positif hanya disebabkan oleh tercemarnya sumber air minum di kota-kota besar Indonesia oleh kuman Salmonella typhi dari penderita tifus.

* Nilai tinggi kolesterol dan asam urat dewasa ini juga merupakan momok untuk mereka yang suka makan enak dan banyak. Segala gejala yang dirasakan seperti pegal, linu, sakit kepala, sakit sendi, dikhawatirkan sebagai akibatnya. Sebagian besar hal ini tidak benar. Kenaikan sedikit di atas "normal" sebenarnya tidak perlu dirisaukan; apalagi diharuskan makan obat. Biasanya, dengan melakukan diet yang baik nilai-nilai ini sudah turun ke normal. Sebaliknya, makan obat disertai makan banyak berlemak tentu merupakan tindakan tidak rasional.

* Pemeriksaan lab juga sering dilakukan berlebihan; semua fungsi fisiologis diperiksakan tanpa adanya arahan petunjuk klinis yang memadai. Pemeriksaan semacam ini tidak akan menghasilkan sesuatu yang diharapkan, lagi pula menghamburkan biaya. Sebaiknya, pemeriksaan lab direncanakan dengan baik oleh dokter dan perlu dibatasi jenisnya untuk menghemat biaya. Hasil lab yang sering diperlihatkan kepada dokter setelah Anda sendiri memintanya di lab biasanya mengandung banyak kekurangan karena tidak dipilih menurut kebutuhan yang riil. Interpretasi hasilnya juga tidak dapat dilakukan sendiri tanpa pengetahuan lebih lanjut.

Active Channel
© 1996 - 2000 Intisari Online
www.indomedia.com/intisari/


Counter by Pandawa


Jelang Milenia III

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej