|
|
Bulan Agustus 2000
|
|
PANJANG UMUR ALA ASTAMBUL Bila melakukan perjalanan darat dari Banjarmasin menuju Kandangan, kita akan melalui beberapa kota kecil, di antaranya Gambut, Banjarbaru, Martapura, Astambul, Binuang, dan Rantau. Di Astambul ada pemandangan menarik pada rumah-rumah penduduk. Seperti umumnya rumah penduduk Kalsel, rumah di sini dibangun dari kayu, yang memang lebih mudah didapat. Rumah penduduk kaya terbuat dari kayu kelas satu, seperti kayu ulin atau setidaknya kayu kamper. Untuk mempercantik, rumah pun dicat. Bagi yang berkemampuan ekonomi lebih rendah, biasa memilih kayu damar atau meranti. Selain itu, rumah mereka tidak dicat. Uniknya, di semua rumah itu, baik rumah baru orang kaya atau rumah lama yang kusam, ada bagian yang tidak pernah diselesaikan secara tuntas. Umumnya, disisakan satu jendela yang tidak berdaun jendela, namun cukup ditutup dengan papan yang dipaku pada kusen jendela. Ternyata, ada alasannya. Menurut kepercayaan setempat, malaikat yang ditugasi mencabut nyawa akan mengurungkan niat setelah melihat orang itu sedang membuat rumah, dan belum selesai. Malaikat pun memberi kesempatan padanya untuk menyelesaikan rumah yang dibuatnya. Karena sering diberi kesempatan menyelesaikan rumah, umur orang itu pun menjadi lebih panjang. (Kol. (Pur.) H. Suwarno Murjo, S.E.) |
|||||
|
|
|||||